
Bab 26
Fu Bao tersenyum dan menyuruh Fu Heng membuka perisai es, Fu Heng kali ini mengerti apa yang sedang Fu Bao coba lakukan jadi dia membuka perisai es tanpa keraguan , Ketika perisai terbuka Fu Bao dan Fu Heng membantai secara sepihak kepada para gagak hitam yang telah kehilangan kemampuan untuk terbang, bahkan saat gagak hitam mencoba menyemburkan bola api , bola api langsung padam sebelum mengenai mereka karena terkena hujan.
"Hujan ini hanya akan bertahan selama setengah jam jadi kita harus cepat membunuh semua gagak ini" ucap Fu Bao yang sedang membunuh kedelapan puluh kali nya.
Fu Heng mengangguk mengerti ia menambah kecepatannya dalam sekejap Fu Heng telah membunuh puluhan gagak hitam yang ada di tanah.
Fu Bao juga tidak mau kalah ia juga menambahkan kecepatan di tambahkan buff brokat bayangan kecepatan Fu Bao tiga kali lipat dari biasanya,
Setengah jam berlalu hujan buatan Fu Bao berhenti dan ratusan gagak hitam juga telah mati.
"akhir nya selesai" Fu Bao langsung duduk ditanah tidak peduli dengan tanah basah karena hujan.
walaupun Fu Heng juga lelah ia tidak akan seceroboh Fu Bao untuk langsung duduk ditanah.
Fu Heng menatap Fu Bao dengan keraguan dan dia bertanya " bagaimana kamu tahu kelemahan gagak itu?"
Fu Bao tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya dia berkata dengan polosnya " bukan semua burung takut air sama seperti kucing"
Fu Heng yang mendengar nya tersenyum " kamu memikirkan sesuatu hal yang tidak pernah terpikirkan oleh pembudidaya abadi manapun"
"Aku anggap itu pujian atas kerja keras ku" setelah mengatakan itu Fu Bao tertawa.
Fu Heng menggeleng kepala dengan tidak berdaya.
"Ngomong-ngomong barusan kamu benar mengagumkan" ujar Fu Bao sambil mengacungkan jempol menunjukkan bertapa hebat Fu Heng barusan.
Mendengar pujian dari Fu Bao, Fu Heng Segera menutup mulutnya dengan tangan untuk menyembunyikan senyum malu-malu di wajah tampan nan dingin.
"Hahahaha..kamu sangat imut" Fu Bao tertawa saat melihat kemerahan di wajah Fu Heng.
Fu Heng yang mendengar nya segera menurunkan senyuman dan mengendalikan ekspresi, dengan wajah kemerahan Fu Heng berkata dingin "uhuk...uhuuk..seorang pria tidak pernah di bilang imut"
__ADS_1
Fu Bao tersenyum tidak menggubris perkataan Fu Heng, melihat kecanggungan Fu Heng, dia segera mengalihkan topik nya dan berkata " ayo tidur masih ada pertarungan yang akan kita hadapi nanti"
Fu Heng mengangguk dan memasang pelindung sihir disekitar mereka dengan menggunakan sihir Fu Heng juga membersihkan area yang akan menjadi tempat istirahat sementara mereka.
Waktu berjalan cepat entah sudah berapa lama waktu berlalu yang jelas Fu Bao dan Fu Heng telah mengalami banyak serangan dari beast demon tanpa henti bahkan mereka sendiri kehilangan waktu untuk istirahat.
Luka di tubuh mereka semakin banyak entah Itu ringan atau berat.
Untuk sekian kali Fu Heng memasang pelindung sihir disekitar mereka dengan kondisi masih dikelilingi ratusan beast demon disekitar mereka.
Fu Bao menghela nafas dan menatap Fu Heng yang sedang membalut luka di perut nya.
Fu Bao menghela nafas dia berjalan menuju Fu Heng " biar aku yang membantu mu " Fu Bao mengambil kain yang akan membalut luka di tubuh Fu Heng.
"Terima kasih kalau begitu" Fu Heng membiarkan Fu Bao membalut luka di tubuh nya.
Fu Bao menurunkan kelopak matanya dan menatap luka yang masih berdarah di tubuh Fu Heng dengan nada bersalah dia berkata,
Fu Heng tertawa dan mengelus kepala Fu Bao" untuk apa minta maaf lagipula pil penyembuh itu milikmu "
"Tapi jika bukan karena basis Kultivasi yang rendah dan apa lagi aku sering terluka mungkin pil penyembuh tidak habis begitu cepat " ucap Fu Bao dengan nada rendah.
" Kamu tahu aku baru pertama kali melihat orang sekuat dirimu, bahkan jika aku tidak mengetahui berapa level Kultivasi mu, aku bisa tahu kalau kamu seorang gadis jenius yang sangat langka, terlebih dengan umur mu yang terbilang muda ,kamu bisa bertarung di pertempuran nyata dengan sangat hebat, bahkan junior-junior di seperguruan tidak mungkin sehebat mu"
Fu Bao tersenyum, dengan mata penuh perhatian dia bertanya" apa itu benar? Apa aku benar-benar jenius yang seperti kamu katakan?"
"Hahaha.. jika kamu bukan jenius maka seluruh pembudidaya di dunia ini adalah sampah "
Fu Bao memerah dengan senyum lebar di wajahnya setelah mendengar pujian Fu Heng,tapi wajahnya membeku dengan ragu-ragu dia berkata,
" Tapi kita tidak bisa seperti ini cepat atau lambat kita akan mati ke habisan obat-obatan dan energi spiritual"
"Kalau begitu kita gunakan cara ini, Aku bertugas bertarung nanti dan kamu bertugas mencari mata ilusi"
__ADS_1
"Eh? Aku tidak bisa melakukannya, bagaimana bisa aku membiarkan mu bertarung sendiri" tolak Fu Bao.
"Tidak ada cara lain, semenjak Kita datang ke sini kita telah menghadapi banyak hal sehingga kita tidak memiliki waktu untuk menemukan mata ilusi dengan menggunakan cara ini kita akan menemukan mata ilusi lebih cepat"
"Tapi..."
"Apa kamu tidak keluar dari sini?"
"Tentu saja aku ingin. "
" Kalau begitu mari gunakan cara ini oke? "
"Baiklah.." Fu Bao mengangguk kepalanya dengan enggan.
Fu Heng mengelus kepala Fu Bao dengan suara lembut dan dingin" jangan khawatir aku bisa mengatasi, ingatlah fokus mencari mata ilusi hal lain tidak usah kamu pedulikan "
Fu Bao masih dalam suasana hati rendah tidak peduli beberapa kali Fu Heng menghibur nya Fu Bao masih sedikit khawatir tentang rencana Fu Heng.
Keesokan harinya
Fu Heng berdiri bersiap membuka pelindung sihir di melihat Fu Bao yang masih menundukkan kepala " apa kamu siap?"
Fu Bao mengangkat kepalanya walaupun Fu Bao masih tidak mau mengikuti rencana Fu Heng dia masih berkata " iya"
Fu Heng membuka pelindung sihir ratusan beast demon segera berlari menuju Fu Heng dan Fu Bao segera menggunakan perisai es melindungi Fu Bao sedangkan dirinya berlari menghadapi beast demon yang mengamuk.
Fu Bao menatap punggung Kokoh pria didepannya dia mengepalkan tangannya dengan rasa bersalah di dalam hati melihat pria didepannya berusaha melindungi nya.
' berhenti berpikir Fu Bao , cepatlah akhir semua ini hanya dengan ini kamu bisa menolong nya jangan jadi beban '
Fu Bao menampar pipi nya untuk membangunkan dirinya, segera Fu Bao melihat sekeliling dia menggunakan cahaya ilahi untuk mencari mata ilusi.
"Tidak.. tidak bisa menemukan.. bagaimana mana ini.." gumam Fu Bao dengan khawatir dan menatap sosok pria yang masih bertarung demi dirinya.
__ADS_1