The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 42 Guru?


__ADS_3

Bab 42


Fu Bao yang telah keluar dari tempat Donghua, segera mengipas-ngipas wajahnya menggunakan tangan untuk meredakan rasa malunya.


Fu Bao Kembali tenang dan menatap ke arah luar gua dan melihat hari masih gelap.


Dia menatap Bai Bai dan Bao Bao yang tertidur pulas, Fu Bao tidak berencana membangunkan keduanya.


Untuk memberitahu hal yang baru saja dia alami.


Fu Bao tidak bisa tidur jadi berjalan keluar gua, mencari udara segar.


Swaaa--


Angin malam meniup tubuh Fu Bao.


Fu Bao menatap bulan diatas langit.


Keesokan paginya...


Bao Bao bangun dalam keadaan lilung,dia mencari keberadaan tuan nya yang sudah tidak ada lagi di gua.


"Bai Bai!? Bangun." Bao Bao menggoyang tubuh Bai Bai berusaha untuk membangunkan Bai Bai.


"Hmm... Bao Bao apa sedang kau lakukan pagi-pagi buta begini? " Suara sayup-sayup Bai Bai.


"Bai Bai tuan menghilang lagi!" Teriak khawatir Bao Bao.


"Apa! Bagaimana bisa?" Bai Bai langsung terbangun dari tidurnya dan melihat ke sekeliling gua.


Dan benar saja, Bai Bai tidak menemukan tanda-tanda keberadaan tuan nya.


"Bao Bao sejak kapan tuan tidak ada?" tanya Bai Bai.


"Aku tidak tahu, saat aku bangun tuan telah menghilang ಥ⁠╭⁠╮⁠ಥ " kata Bao Bao yang matanya telah memerah.


"Tenang Bao Bao,mari kita cari tuan diluar. Siapa tahu tuan sedang keluar..." Bai Bai menepuk pundak Bao Bao untuk menenangkan nya.


"Ok...oke ayo kita cari" suara ceguk Bao Bao.


Bao Bao dan Bai Bai berjalan keluar gua dengan penuh kekhawatiran.


Mata mereka melihat ke sekitar gua , apa mereka dapat menemukan tanda keberadaan tuan mereka.


"Bai Bai apa tuan menghilang lagi seperti yang terjadi beberapa hari lalu?" ucap Bao Bao yang teringat kejadian masa lalu.


Bai Bai juga terdiam seakan memikirkan apa yang dikatakan oleh Bao Bao " Aku tidak tahu Bao Bao." ucap Bai Bai tidak yakin.


Bai Bai dan Bao Bao langsung menunduk murung.


Karena mereka merasa sangat tidak berguna, bahkan tidak dapat menemukan tuan mereka.

__ADS_1


" Bai Bai!? Bao Bao!? Apa yang sedang kalian lakukan berdua disini " Tanya Fu Bao berjalan keluar dari hutan.


Bai Bai: " Tuan!"


Bao Bao: " Tuan!"


Bai Bai dan Bao Bao segera berlari menghampiri Fu Bao dan melompat ke pelukan nya.


Dengan refleks Fu Bao menangkap tubuh Bao Bao dan Bai Bai, walaupun Fu Bao harus mundur beberapa langkah karena gerakan tiba-tiba mereka.


"Ada apa? Kalian terlihat khawatir? Apa terjadi sesuatu saat aku pergi? " Fu Bao bertanya khawatir kepada Bao Bao dan Bai Bai setelah melihat ke khawatiran diwajah keduanya.


"Tuan darimana saja kau? " Tanya bersama Bai Bai dan Bao Bao.


"Aku? Aku baru saja mencari makanan,ada Apa memang nya?" Fu Bao menunjuk keranjang anyaman yang telah terjatuh di tanah karena harus menangkap tubuh Bao Bao dan Bai Bai barusan.


"Tuan tahu kau bertapa khawatir kami? saat kamu melihat tuan tidak ada lagi Gua ಥ⁠╭⁠╮⁠ಥ" Suara sedih Bao Bao bertanya kepada Fu Bao.


Tubuh Fu Bao membeku,lalu dia tersenyum bahagia dan berkata kepada Bao Bao dan Bai Bai sambil mengusap kedua kepala mereka: " maaf,aku tidak tahu kalian akan begitu menghawatirkan ku."


'karena ini pertama kali nya ada yang mengkhawatirkan ku selain mantan rekan...' pikir Fu Bao tersenyum pahit.


"Ayo masuk" Fu Bao memimpin Bao Bao dan Bai Bai masuk kedalam Gua.


Mereka bertiga kembali masuk kedalam gua, dan duduk di sana.


Fu Bao menyerahkan makanan yang ditemukan di hutan pagi tadi.


"Makanlah." Fu Bao menyerahkan buah-buahan yang ada keranjang anyaman nya.


"Terima kasih tuan " ucap Bai Bai Sambil menggigit apel di mulutnya.


"Hmm.." Fu Bao Mengambil salah satu apel dan mengupas kulit apel sampai terlihat daging apel yang berair.


Setelah mengupas kulit apel Fu Bao memotong apel menjadi bagian-bagian kecil seukuran mulutnya.


......


Setelah mereka sarapan sederhana...


Fu Bao segera berbicara tentang hal terjadi malam kemarin kepada Bao Bao maupun Bai Bai.


Fu Bao mengatakan semua hal terjadi malam kemarin tanpa melewati detail sedikitpun.


" Jadi tuan telah menemukan seorang guru? Dan imbalan sebagai guru tuan adalah setetes darah tuan saat tuan berada di Periode Pembentukan Yayasan? " Rangkum Bao Bao setelah mendengar perkataan Fu Bao.


"Iya"


"Tapi-- kenapa dia membutuhkan darah tuan?" Tanya Bai Bai yang tidak mengerti kenapa orang itu menginginkan darah Fu Bao.


Sayangnya Fu Bao juga tidak mengetahui nya, jadi dia hanya bisa menggelengkan kepala: " Aku juga tidak tahu."

__ADS_1


Bai Bai dan Bao Bao saling menatap dengan Curiga.


'seperti nya ada yang salah dengan orang itu ' pikir keduanya.


"Tuan bisakah kami masuk ke sana? " Usul Bao Bao.


"Itu benar tuan, bolehkah kami masuk ke tempat itu? " Imbuh Bai Bai juga.


"Biar aku tanya dulu." Setelah mengatakan itu Fu Bao menghilang dari pandangan Bao Bao dan Bai Bai.


Dan muncul kembali di hadapan Donghua yang sedang menikmati teh paginya.


"Selamat datang murid ku~ " sapa Donghua sambil tersenyum menawan.


Tubuh Fu Bao langsung kaku, Fu Bao memalingkan wajahnya dengan malu setelah mengingat kejadian semalam.


"Uhuuk...itu... bisakah kau mengijinkan rekan ku datang kesini? " tanya ragu-ragu Fu Bao.


Donghua tersenyum Licik sambil menopang dagunya di meja batu didepannya.


" Kalau begitu panggil aku guru dulu?"


Fu Bao: "!!!"


Seperti melihat keraguan Fu Bao, Donghua segera berpura-pura: " Ah sayang sekali ~ sepertinya aku tidak bisa mengijinkan orang asing ketempat ku hmmm...."


Mendengar itu Fu Bao mengigit bibirnya dengan ragu-ragu: " gu.. Guru?"


Donghua langsung tersenyum bahagia. " Baiklah, Guru mengijinkan murid kesayangan ku untuk membawa hewan peliharaan"


Bibir Fu Bao berkedut dengan tegas dia membatah ucap Donghua" mereka rekan ku. bukan hewan peliharaan."


"Hahaha.." Donghua hanya tertawa tidak menjawab perkataan Fu Bao.


"Aku pergi dulu." setelah mengatakan Fu Bao menghilang dari pandangan Donghua.


sedangkan Donghua yang melihat nya hanya bisa menggeleng kepala tidak berdaya.


Disisi lain...


Bao Bao dan Bai Bai dengan sabar menunggu kedatangan tuan mereka.


Tidak lama kemudian muncul suara yang tidak asing lagi ditelinga mereka.


"Bao Bao , Bai Bai .." sapa Fu Bao yang telah muncul di pandangan mereka.


"Tuan! " seru berbarengan Bao Bao dan Bai Bai.


"Dia sudah mengijinkan kalian masuk ke sana."


"Benarkah tuan. " tanya Bao Bao tidak percaya.

__ADS_1


"itu benar. Ayo! aku akan membawa kalian masuk" Fu Bao memegang masing-masing tangan Bai Bai dan Bao Bao.


Ps: jangan lupa like, komen, vote, favorit, dan follow 👌


__ADS_2