The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 31


__ADS_3

Bab 31


Setelah melihat Fu Heng pergi Guru Sekte bersandar di kursi nya dan memikirkan sesuatu dibenaknya " Apa dia masih belum muncul" gumam guru Sekte.


Fu Heng berjalan masuk ke dalam rumahnya dan meletakkan rubah es yang ada di pelukannya ke meja kayu diruang, setelah ia meletakkan nya ia menatap dingin kearah rubah es yang masih menatapnya dengan tatapan polos.


" Apa kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu untukku? " Tanya Fu Heng dingin.


Bulu rubah es langsung berdiri seakan menyadari bahaya dari nada bicara pria didepannya.


"Cit,Cit,Cit.." Suara rubah es yang berbicara kepada Fu Heng.


Fu Heng tidak menghiraukan nya dan malah menatap rubah es lebih dingin bahkan Suhu diruangan mulai turun drastis.


Dengan senyum sinis Fu Heng bertanya kepada rubah es " jangan berpura-pura bodoh. Aku tahu kamu bisa berbicara..."


Rubah es "...."


" Bagaimana kamu mengetahui nya? " Tanya suara rendah rubah es.


Fu Heng menyunggingkan senyum " matamu terlalu cerdas untuk beast spirit yang rendah, kenapa kamu mengikuti ku? "


Rubah es terdiam sejenak setelah beberapa saat ia mengatakan tujuan dia mengikuti Fu Heng" Aku mencoba melarikan diri.."


" Dari siapa?"


"......"


"Tidak ingin mengatakannya? "


"......."


"Baiklah kalau begitu aku mengirim mu kembali ke asal mu. " Ucap Fu Heng lalu mencubit belakangan leher rubah es dan akan berjalan ke luar ruangan.


"Tu-tunggu.. Aku akan mengatakan nya... tolong jangan bawa aku kembali...aku mohon woooo..." Rubah es mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Fu Heng tapi sayangnya tubuh kecilnya tidak bisa melawan tubuh kuat Fu Heng, jadi rubah es hanya bisa dengan putus asa memohon Fu Heng untuk melepaskan nya.


Fu Heng berhenti sejenak lalu mengangkat alisnya dan suara dingin " tunggu apa lagi katakan!"

__ADS_1


"Woooo... bagaimana kamu begitu dingin.... woooooo....dasar manusia tidak peri kebinatangan...ceguk... ceguk..." Keluh rubah es yang mendengar nada dingin Fu Heng bahkan mata biru nya mulai berkaca-kaca karena menerima perlakuan dingin Fu Heng.


Siapapun yang melihat rubah es seperti itu pasti akan merasa iba,tapi sayangnya Fu Heng tidak merasa iba sama sekali bahkan nada suaranya lebih dingin dan sinis dari sebelumnya.


" Berhenti berpura-pura! Aku akan menanyakan untuk terakhir kali kenapa kamu mengikuti ku? "


Kali ini rubah es menyadari keseriusan Fu Heng dan berhenti berpura-pura bahkan matanya yang berkaca-kaca mulai kembali normal seakan mengubah wajah.


" CK, sungguh sangat tidak menyenangkan. Alasan aku mengikuti mu untuk menghindari seseorang..." Ucap rubah es sambil memainkan kuku cakarnya.


Fu Heng menatap dingin rubah es, dia Sama sekali tidak terkejut dengan perubahan wajah rubah es dari rubah polos menjadi rubah licik.


Fu Heng masih dengan dingin bertanya " dari siapa dan kenapa? "


Rubah es kali ini memalingkan wajahnya dengan sedikit nada malu ia menjawab " dari serigala spirit api aku menipu Buah Bingyan"


Fu Heng mengerutkan keningnya dan setelah menatap rubah es beberapa saat dan tidak melihat kalau rubah es sedang tidak berbohong, Fu Heng memilih mempercayai nya.


" Sebaiknya yang kamu katakan itu benar kalau tidak--" ucap Fu Heng dengan nada memperingati rubah es.


Walaupun Fu Heng tidak melanjutkan perkataannya rubah es tahu apa maksudnya, untungnya perkataan yang dikatakan rubah es barusan benar. kalau tidak ia mungkin bisa merasakan kemarahan pria didepannya.


Rubah es hanya bisa mengangguk kepalanya dengan patuh tidak berani melawan perkataan Fu Heng padanya.


Setelah melihat ketaatan rubah es Fu Heng berbalik meninggalkan rubah es dan dia sama sekali tidak takut kalau rubah es akan melarikan diri itu karena Fu Heng telah membuat mantra pelacak ditubuh rubah es jadi bahkan rubah es melarikan kedunia lain Fu Heng masih bisa merasakan keberadaannya.


Benua Qilin [ Daratan rendah ]


Disisi lain kerajaan Dongyue


Fu Bao juga melakukan hal sama yang dilakukan Fu Heng yaitu menjelaskan tentang semua hal yang terjadi di dalam ilusi kepada Bao Bao dan Bai Bai.


" Bao Bao rasa hutan yang tuan ceritakan terdengar seperti hutan Kematian " ucap Bao Bao ragu-ragu.


"Hutan Kematian? Tempat apa itu?" Tanya Bai Bai yang baru mendengar nama hutan yang disebutkan Bao Bao.


Fu Bao Juga penasaran dengan hutan Kematian yang dikatakan Bao Bao jadi dia juga menatap penuh tanda tanya kearah Bao Bao.

__ADS_1


" Hutan Kematian adalah hutan yang terletak di alam iblis, hutan ini dipenuhi monster aneh dan monster iblis yang sangat haus darah. Bahkan sebelum perang Dewa dan iblis tidak ada satupun makhluk abadi yang berani menginjakkan kaki di sana. Hutan Kematian Juga memiliki aura spritual yang sangat buruk bagi mahluk abadi di seluruh dunia. Sejak zaman kuno hutan Kematian termasuk empat tempat terlarang yang tidak boleh dimasuki oleh makhluk abadi lain." Jelas Bao Bao.


"Empat tempat terlarang? Aku baru pertama kali mendengar nama-nama tempat itu. " Ucap heran Bai Bai.


Bao Bao hanya menggeleng kepala tidak ingin menjelaskan tentang empat tempat terlarang.


Bai Bai yang melihatnya juga tidak ingin bertanya lagi, Fu Bao juga tidak terlalu penasaran dengan empat tempat terlarang yang disebutkan Bao Bao jadi dia tidak bertanya lebih lanjut.


" Sudah hampir malam mari beristirahat disini. " Saran Fu Bao dengan wajah lelah.


Bao Bao yang melihat wajah lelah tuan nya, Bao Bao langsung bertanya khawatir " Tuan apa kamu baik-baik saja? "


Fu Bao menggeleng kepala dan berkata " Tidak apa-apa aku hanya lelah...."


"Tidurlah tuan,Bao Bao dan Bai Bai akan menjaga tuan. " Ucap Bao Bao sambil menepuk dada berbulu gemuk nya.


Bai Bai juga menyetujui usulan Bao Bao dan berkata " jangan khawatir tuan Bai Bai akan melindungi tuan bersama Bao Bao"


Fu Bao tersenyum dan mengucapkan " terima kasih"


Fu Bao mencari tanah bersih dan berbaring tidur dalam sekejap mata nafas Fu Bao mulai teratur.


Bai Bai dan Bao Bao melihat tuan mereka langsung tertidur mereka hanya menghela nafas tak berdaya.


Keesokan harinya Fu Bao terbangun karena sinar matahari yang mencuat dari balik dedaunan pohon.


"Um..."


"Tuan sudah bangun? " Ucap Bao Bao yang melihat tuan nya bangun.


*ps: maaf sayang kemarin harus nya up, tapi rumah author mati lampu 🤦, naskah yang harus dikirim kemarin malah ke hapus Sama author karena mati lampu 🤦 jadi author hanya bisa nulis ulang.


Maaf sayang karena tidak bisa up kemarin, author berusaha untuk terus up setidaknya lima atau empat kali dalam seminggu. Semoga sayang semua selalu dukung author (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)


Jangan lupa like dan komen 🙏🙏


Dukungan kalian sangat berarti bagi author 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2