The Rebirth Of A Female Assassin

The Rebirth Of A Female Assassin
Bab 76 Kebohongan


__ADS_3

Bab 76


"Aku tidak tahu,apa aku bisa mengatasi seperti yang dikatakan patriak Qi Feng...fyuh!" Fu Bao menghela nafas panjang dan bangun untuk melakukan meditasi supaya hati nya lebih tenang.


Hari-hari Kultivasi tidak mengenal waktu tanpa sadar Fu Bao sudah sebulan berkultivasi bahkan dia menemukan tanda-tanda terobosan dalam Kultivasi.


Fu Bao membuka matanya dan keluar dari masa Kultivasi nya.


Fu Bao berjalan keluar dari kamar nya untuk pergi ke janji temu nya dengan patriak Qi Feng.


Ketika dia sampai di tempat janji temunya dengan patriak Qi Feng.


Fu Bao melihat semua klan harimau putih telah berkumpul di sana dan disana ada juga Bao Bao yang sedang duduk di podium tinggi bersama patriak Qi Feng.


"Tuan disini!" Suara semangat Bao Bao terdengar keras di lapangan pelatihan klan harimau putih.


Dengan gerakan refleks semua mata memandang Fu Bao yang sedang berjalan menuju podium tinggi.


Hampir ratusan pasang mata memandangi Fu Bao dengan tatapan penasaran dan juga bahagia mereka jelas sudah diberitahukan apa yang akan mereka lakukan nanti bersama Fu Bao.


Sebenarnya harimau putih yang ada di lapangan pelatihan tidak mempercayai kalau Fu Bao bisa melakukan nya.


Tapi apa boleh buat patriak mereka telah memutuskan, mereka hanya dengan tak berdaya harus menerima nya walau hati mereka dipenuhi keraguan.


Saat Fu Bao sudah berdiri di samping Bao Bao dan Patriak Qi Feng.


Patriak Qi Feng Segera memulai ritual nya sebelum itu dia meminta Fu Bao untuk berdiri di atas lingkaran sihir yang telah ia buat di tengah-tengah harimau putih yang sedang berkumpul.


Fu Bao turun dari podium dan berjalan ke arah lingkaran sihir yang seperti dikatakan patriak Qi Feng.


" Kontrak akan di mulai silahkan kalian berkumpul! " Ucap patriak Qi Feng dengan nada keras yang bisa di dengar di penjuru lapangan pelatihan.


Bersamaan ucapan Patriak Qi Feng para harimau putih segera mengelilingi Fu Bao yang ada di lingkaran sihir.


Mereka berlutut menghadap Fu Bao dan mulai memejamkan mata mereka seraya mengucapkan mantra yang telah diajarkan patriak Qi Feng pada mereka barusan.


Seusai mantra-mantra itu di ucapkan cahaya keperakan muncul dari setiap harimau putih yang mengelilingi Fu Bao.


Dan cahaya keperakan itu terbang menuju Fu Bao dan masuk kedalam tubuh Fu Bao.


Ratusan cahaya keperakan satu persatu masuk ke dalam tubuh Fu Bao tanpa henti.


Fu Bao hanya menyaksikan cahaya keperakan itu masuk kedalam tubuhnya dengan diam.


"Nona Fu waktunya telah tiba" pengingat patriak Qi Feng terdengar di telinga Fu Bao.

__ADS_1


Dan membuat Fu Bao Segera juga ikut membacakan mantra kontrak yang seperti dikatakan patriak Qi Feng.


Ketika Fu Bao sedang membacakan mantra kontrak hewan peliharaan dia tiba-tiba teringat dengan percakapan nya dengan Patriak Qi Feng di kantor pada saat itu.


🌺Flashback🌺


"Patriak Qi Feng apa kau gila? Bagaimana mungkin aku bisa mengontrak semua klan harimau putih." Fu Bao jelas sangat terkejut dengan permintaan patriak Qi Feng yang mana mengatakan padanya untuk mengikat kontrak pada semua junior klan nya.


"Tentu saja nona Fu bisa" ucap patriak Qi Feng pasti dan tidak ragu sedikitpun.


Fu Bao menggeleng kepala dan berkata pada patriak Qi Feng dengan nada menolak:


"Patriak Qi Feng aku mengerti perasaan mu, tapi Hal ini jelas tidak mungkin.. paling-paling aku hanya bisa mengontrak satu harimau putih Karena aku sudah memiliki dua hewan kontrak."


"Tidak kau bisa."


Fu Bao: "...."


"Aku tidak mengerti darimana kepercayaan mu datang patriak Qi Feng? Kenapa bisa kau berpikir Aku bisa mengontrak seluruh klan harimau putih mu? Yang mana itu hanya bisa dilakukan beast Tamer dan aku bukanlah beast Tamer yang kau cari maaf." Fu Bao berdiri dan menunduk kepalanya untuk meminta maaf karena tidak bisa membantu patriak Qi Feng


Fu Bao berniat meninggalkan kantor patriak Qi Feng, tapi langkah nya terhenti setelah mendengar perkataan patriak Qi Feng.


"Apa nona Fu penasaran darimana kepercayaan ku berasal? Aku mempercayai mu bukan hanya karena kau seorang dermawan klan kami,tapi juga karena indentitas mu sebagai 'Utusan Dewa' " Ucap patriak Qi Feng dengan nada tenang.


Tapi apa yang dikatakan Sama sekali tidak membuat ketenangan di hati Fu Bao.


Ekspresi wajah yang tenang menghilang diganti dengan kedinginan ya menusuk tulang dengan gerakan Secepat kilat ia datang ke sisi patriak Qi Feng.


Tangan nya mencengkram leher patriak Qi Feng dengan sangat kuat sampai membuat wajah Patriak Qi Feng langsung membiru.


"Darimana kau mengetahui nya! " Ancaman dingin di ucapkan Fu Bao pada patriak Qi Feng yang lehernya di cekik Fu Bao.


Patriak Qi Feng tersenyum tenang seolah-olah tidak merasakan adanya bahaya yang sedang mengancam lehernya.


"Nona Fu tidak perlu khawatir aku bukan musuh mu,aku memiliki mata yang sangat sepesial."


"Spesial? Apa kau pikir aku akan mempercayai nya." Cibir Fu Bao sambil mencekik leher patriak Qi Feng lebih erat.


"Nona Fu tidak mempercayai nya?" Tanya patriak Qi Feng yang masih dengan senyum tenang nya.


Tatapan dingin Fu Bao yang menjawab pertanyaan dari patriak Qi Feng yang sangat jelas tidak mempercayai penjelasan nya.


"Karena nona Fu tidak mempercayai nya maka aku akan membuktikan nya " patriak Qi Feng menundukkan kepalanya dan saat dia mengangkat kepalanya lagi.


Yang mana mata patriak Qi Feng sekarang bersinar dengan cahaya kekuningan yang aneh.

__ADS_1


Mata abu-abu dengan sedikit warna kuning muncul di patriak Qi Feng yang kini sedang menatap Fu Bao dengan seksama.


Fu Bao menundukkan kepalanya dan bertemu dengan mata patriak Qi Feng.


Swaaa--


Angin kencang mulai bertiup di kantor Patriak Qi Feng.


Waktu seakan berhenti..


Fu Bao mulai melihat frame film hidup nya di mata patriak Qi Feng.


Entah hidupnya di saat masih menjadi seorang pembunuh atau hidupnya nya sekarang yang menjadi utusan Dewa.


Di frame film itu Fu Bao melihat semua gambaran tentang dirinya dalam sisi seorang pengamat.


"Uhuuk!" Batuk darah patriak Qi Feng dalam sekejap menghentikan frame film yang ada di matanya.


Fu Bao termenung dan mundur beberapa langkah jauh dari patriak Qi Feng.


Brugh!


Kaki Fu Bao terasa lemah seperti kehilangan kekuatan dan membuat dalam sekita terjatuh terduduk.


"Huh...huh..huh..." Nafas Fu Bao mulai terengah-engah bahkan dia merasakan kesulitan bernafas.


Fu Bao menepuk dadanya mencoba membuat dirinya untuk bernapas normal.


Namun itu gagal.


Keringat dingin bercucuran dari tubuh Fu Bao setelah melihat apa yang ada di mata patriak Qi Feng.


"Itu ilusi...itu ilusi kan? Aku mohon katakan padaku kalau itu semua rekayasa!! Kumohon! Kumohon.... hahaha" Fu Bao bertanya tawa serta tangis pilu.


Dia terus bertanya pada patriak Qi Feng dengan nada tak percaya dengan apa yang ia lihat di mata patriak Qi Feng.


Air mata mengalir, dada nya sesak seolah ada batu besar yang menimpa dadanya.


Rasa putus asa serta rasa sakit ketidak percayaan memenuhi hatinya.


"Jadi semua ini hanya rancangan ? Lucu sekali " Fu Bao mengatakan itu lucu tapi Air Matanya tidak bisa berhenti mengalir.


"Aaaaa!!" Angin kencang menghancurkan semua yang ada disekitar kantor patriak Qi Feng setelah ledakan kekuatan Fu Bao.


Siapa yang akan tahan bila mengetahui dua puluh empat tahun hidupnya hanya sandiwara yang dibuat.

__ADS_1


Perasaan ini sangat tidak nyaman sampai-sampai Fu Bao meragukan dirinya sendiri,apa dia benar-benar ada di dunia ini?


__ADS_2