
Bab 86
Fu Bao mendorong tubuh sang pria dan berdiri jauh beberapa meter dari pria yang sedang pingsan.
Pipinya memerah seakan buah apel yang matang, kemerahan yang berkilau yang membuat orang melihatnya ingin menggigit nya.
Fu Bao mengipasi pipinya untuk meredakan rasa panas di pipinya, namun cara ini tidak berhasil karena hal itu malah menambahkan rona merah di pipinya.
Yang membuatnya seperti gadis kecil yang sedang mencuri ciuman dari Pria tidak bersalah.
"Ah! Apa yang sedang aku pikirkan! Aku kan hanya ingin menyelamatkan pria itu...Yah benar,aku tidak memiliki maksud lain."
Disisi lain...
Mendengar suara keras Fu Bao.. Bao Bao yang sedang memasak sup ular langsung melirik ke tempat Air terjun.
Dia menaruh peralatan masaknya dan berjalan ke arah Fu Bao.
Saat Bao Bao semakin mendekati tempat Fu Bao sedang mandi matanya secara tidak sadar melihat sang pria yang sedang pingsan.
"Tuan siapa pria ini? " Tanya Bao Bao yang sudah berdiri di samping Fu Bao yang wajahnya masih memerah.
Fu Bao menutup mulutnya berpura-pura tebatuk agar menyembunyikan kecanggungan nya
"Uhuuk! Tidak tahu... tiba-tiba saja dia muncul dan Pingsan begitu saja.."
Bao Bao Sepertinya tidak memperhatikan keanehan Tuan nya..dia sekarang sedang melihat wajah pria yang sedang terbaring di tanah.
"Tuan dia sangat tampan 😍 "
Bibir Fu Bao berkedut mendengar pujian Bao Bao pada pria misterius.
Memang penampilan pria ini sedikit lebih tampan dari Fu Heng dan Donghua.
Jika Fu Heng terlihat seperti Dewa pria yang acuh tak acuh pada dunia.
Sedangkan penampilan Donghua seperti pria yang memancarkan pesona jahat disekitar nya, ketampanan lebih memikat daripada seekor rubah jantan.
Maka penampilan pria ini memiliki pesona misterius dan juga menakutkan... penampilan yang sangat tampan tidak membuat orang memiliki keberanian untuk mendekat.
Tidak seperti penampilan Fu Heng dan Donghua walaupun mereka berdua memancarkan pesona jangan ganggu itu sama sekali tidak menyulut pesona mereka dari para wanita.
__ADS_1
Tapi pria ini berbeda ada aura mengerikan bila dilihat dari dekat Fu Bao bahkan merasakan aura kematian dari tubuh pria ini.
Namun itu semua bukan urusan nya, dia sekarang hanya sekedar mengangkat tangan menolong orang yang membutuhkan bantuan nya.
Jadi dia tidak begitu penasaran kenapa orang hidup memancarkan aura kematian.
"Ayo pindahkan dia disana" Fu Bao menunjuk ketempat tenda mereka berada.
"Baiklah Tuan." Bao Bao mengangkat kepala sang pria sedangkan Fu Bao mengangkat kaki sang pria.
Fu Bao dan Bao Bao hanya bisa perlahan membawa pria misterius ini ke tempat tenda mereka berdiri.
Fu Bao meletakkan sang pria tepat di dekat tendanya.
"Apa masaknya sudah matang? " Fu Bao melirik panci yang sedang di rebus Bao Bao di api unggun.
"Belum Tuan..... sebentar lagi juga akan matang" Bao Bao berlari ke api unggun dan mengaduk panci masakan.
"Oke." Fu Bao duduk tidak jauh dari api unggun dan melihat Bao Bao yang sedang sibuk memasak dengan senyum tipis.
Hari semakin malam... makanan mereka akhirnya selesai di masak..
Fu Bao dan Bao Bao memakan makanan mereka sebentar lalu setelah itu mereka berdua pergi kedalam tenda untuk tidur.
Lagipula tidak ada yang tahu kapan orang ini sadar?
Siapa yang tahu kalau pria ini memiliki niat jahat nya jadi agar malam ini lebih aman Fu Bao mengikat sang pria ke pohon besar yang tidak jauh dari tenda nya.
Usai melakukan itu Fu Bao menepuk tangannya dan masuk kedalam tenda untuk beristirahat.
Keesokan harinya....
Fu Bao bangun lebih dahulu berjalan keluar dari tenda,dia pergi ke dekat air terjun untuk cuci muka.
Tapi saat dia berbalik ingin mengambil saputangan dari tenda nya dia melihat kalau pria yang dirinya ikat di pohon telah sadar.
Dan kini sedang menatapnya dengan tatapan kosong,tapi juga dingin.
Fu Bao mendekati pria itu dan berkata sambil tersenyum tipis:
"Maaf karena telah mengikat mu...itu kulakukan demi keamanan diriku dan rekan ku, tapi jangan khawatir luka yang ada di tubuhmu telah ku sembuhkan. " ucap Fu Bao yang sambil memegangi sapu tangan menunjukkan ke luka pria dengan dagunya.
__ADS_1
Mungkin karena mendengar luka telah di sembuhkan pria itu langsung menunduk kepalanya melihat ke arah luka di perutnya.
"Terima kasih." Suara pria serak dengan sedikit kedinginan terdengar di telinga Fu Bao yang sedang mengelap wajahnya.
"Bukan masalah" Fu Bao tersenyum dan melambaikan tangannya.
Udara disekitar hening sejenak setelah pembicaraan mereka berdua terhenti.
Fu Bao tidak peduli dengan kedinginan dari sang pria malahan dia dengan acuh tak acuh kembali ke tendanya mengambil buku lalu duduk tidak jauh dari tenda nya untuk membaca buku.
Sedangkan pria yang diikat hanya terdiam melihat perilaku Fu Bao dan matanya tanpa sadar melihat ke tali yang masih mengikat nya.
Bibir tipis pria itu membuka dan tertutup beberapa kali seperti ingin berbicara sesuatu pada Fu Bao,tapi wajahnya terlihat canggung.
Beberapa menit berlalu dan sang pria masih belum memulai berbicara pada Fu Bao untuk mengatakan membuka ikatan tali nya.
Pria itu benar-benar terlalu lama ragu-ragu namun pada akhirnya dia masih berkata pada Fu Bao yang sedang asyik dengan bukunya.
" Ta--tali....."
Fu Bao mengangkat kepalanya dan menunjuk dirinya dengan ragu : " Ah? Apa berbicara sesuatu dengan ku? "
Dengan wajah memerah pria itu kembali berbicara pada Fu Bao:
"Tolong... lepaskan..talinya " usai mengatakan itu sang pria langsung memejamkan matanya seolah-olah baru saja dipermalukan Fu Bao didepan umum.
Sudut bibir Fu Bao terangkat melihat penampilan pemalu sang pria sebenarnya Fu Bao melakukan hal itu dengan sengaja.
Dia sengaja berpura-pura lupa melepaskan tali dari tubuh sang pria untuk balas dendam karena telah membuatnya gagal untuk naik level.
Fu Bao sendiri tidak menyangka penampilan pria yang mirip seperti Hades memiliki sikap pemalu.
Ini membuat Fu Bao semakin memiliki keinginan untuk menindas nya lagi.
Dia ingin tahu apa wajah pria robot ini akan berubah menjadi merah karena malu.
Itu benar sejak dari pertama kali Fu Bao bertemu dan sampai sekarang sikap pria ini benar-benar seperti robot.
Tidak memiliki emosi ataupun banyak kata.. terutama matanya yang kosong membuat Fu Bao merasa orang ini lebih mirip robot manusia yang muncul di abad 21.
Akan tetapi penampilan pria ini mulai menunjukkan tanda-tanda seperti manusia pada biasanya setelah sebuah rona merah terlihat di telinganya.
__ADS_1
Tidak hanya itu wajah nya menunjukkan keraguan serta pemalu membuat pria ini lebih terlihat lebih hidup daripada sebelumnya.