TITIK LELAHKU

TITIK LELAHKU
Rencana jahat James dan Vania


__ADS_3

"Maaf Nad, jika aku sudah lancang mencintaimu saat kamu masih berstatuskan istri Davin" ujar Kenand.


"Ken, maafkan aku." Nadira menarik tangannya kembali.


"Aku hanya mengungkapkan apa yang aku rasakan Nad! Aku tidak mungkin memaksamu untuk membalas cintaku." Ada rasa kecewa saat Nadira mengatakan kata maaf.


"setidaknya aku bisa lega sekarang, tidak mencintaimu dalam diam seperti kemarin-kemarin."


"Kenand." panggil Nadira.


"Aku benar-benar tidak apa, Nad!" Kenand menundukkan kepalanya, tidak sanggup menatap wanita yang baru saja menolaknya.


"Hei ... Ken! Nadira menggenggam jemari Kenand.


"Ucapanku belum selesai, apa kamu tidak invin mendengarkan perkataanku selanjutnya?" Nadira menatap Kenand yang masih tertunduk.


"Apalagi Nad, bukankah barusan kamu menolakku?"


"Satu pintaku setelah kamu mengetahui tentang perasaanku, aku mohon tetaplah seperti biasa, jangan berubah."


"Apakah kamu bisa, Nad?" Kenand mengangkat kepalanya menatap Nadira yang masih setia menatap kearahnya.


"Ken, aku belum menjawab pertanyaanmu sedari tadi, tapi kamu sudah sangat panjang merangkai kata."


"Dan sepertinya aku tidak menolakmu!"


"Ma-maksud kamu, Nad?" Kenand membenarkan duduknya, dia seperti memiliki tambahan energi saat mendengar ucapan Nadira.


"Aku akan memberikanmu kesempatan untuk membuatku jatuh cinta kepadamu, ken!"


"Benarkah Nadira? Aku janji, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku." Kenand mengngenggam jemari Nadira lalu mengecupnya.


Nadira tersenyum melihat kebahagiaan terpancar diwajah Kenand, Aku tidak mungkin mengecewakan lelaki sebaik kamu.


Kuakui kalau untuk cinta mungkin belum ada, tapi saat didekatnya aku merasa nyaman, aku akan belajar mencintai kamu ken, bathin Nadira.


"Beri aku alasan kenapa kamu mencintaiku?" Nadira menopang dagunya menatap kearah Kenand.


"Apa untuk mencintai kita butuh alasan, Nad?" mereka saling bertatapan.


"Tentu ... Pasti ada yang kamu sukai dari diriku." balas Nadira.


"Semuanya, aku menyukai semuanya yang ada padamu, Nad."


"Benarkah? Contohnya?" goda Nadira.


"Aku tidak tahu contoh seperti apa yang ingin kamu lihat, Nadira! tapi satu hal yang harus kamu tahu, aku sangat mencintaimu, dan aku ingin menjadi pelindung untukmu dan Davina."


"Aku terluka saat melihatmu saat bersama Davin atau ada laki-laki lain yang ingin mendekatimu."

__ADS_1


Apa itu sudah cukup membuktikan cintaku Nad?"


Nadira terdiam menatap Kenand, lelaki dihadapannya saat ini mencintainya tak bersyarat, apa pantas wanita sepertiku mendapatkan cinta yang tulus dari pria sebaik dia.


"Nad ... Kok bengong?" Kenand melambaikan tangannya dihadapan Nadira.


"ah... I-iya, kenapa ken?" Nadira terperanjat.


"kamu lagi mikirin apa?"


"Kamu! emph ... Nadira langsung membekap mulutnya. aish ... kenapa aku malah menjawab seperti itu. Nadira menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ma-maksudku bukan seperti itu, ken."


"Memangnya kalau iya, kenapa Nad? Kamu tidak mau memikirkanku?" Kenand menaikkan sebelah alisnya.


"ehmp ... Entahlah aku tidak tahu!" Nadira bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah pagar pembatas, menatap bebas laut yang membentang luas dibawah sana.


Mataku terpejam menikmati angin yang berhembus lembut, dan mampu memberikan ketenangan untuk jantungku yang berdegup kencang sejak tadi.


Kenand melangkah mendekat kearah Nadira, angin berhembus menerpa wajah cantik Nadira yang tengah memejamkan matanya.


Kenand menatap Nadira tak berkedip sedikitpun, pantasan saja banyak lelaki yang tergoda dengan kecantikan kamu Nad?


Siapa yang mampu menolak pesonanya, tidak hanya kecantikan wajah yang dia miliki, tapi Nadira memiliki hati seluas samudera.


Dia lebih mementingkan kebahagiaan orang lain dibandingkan kebahagiaan dia sendiri, aku tidak akan berhenti memperjuangkan cintaku Nadira, sampai kamu benar-benar membuka hatimu untukku. bathin Kenand.


"Tidak ada kata puas saat aku menatapmu, Nad!" kalau bisa aku ingin menatapmu sepanjang hariku."


"Apa kamu sering gombal seperti ini, Ken?"


"Aku jujur mengatakannya, Nad! jika kamu mengizinkannya aku ingin menatapmu lebih lama." Kenand malah memperdalam tatapannya.


"Aku tidak akan melarangmu." ujar Nadira.


cukup lama mereka menghabiskan waktu disini, Kenand mengajak Nadira bermain dipantai. Setelah puas mereka memutuskan untuk pulang.


Kenand meminta Nadira pergi bersamanya saat menghadiri undangan James nanti malam.


****


Mata ini tidak berhenti saat menatsp penampilan Nadira.


"Nad, apa lebih baik kits tidak jadi pergi saja?" ujar Kenand saat menjemput Nadira dirumahnya.


"Memangnya kenapa, Ken?" Nadira mengkerutkan keningnya.


"Aku tidak rela banyak mata yang menatap wajah cantikmu nanti." Kenand terlalu protektif.

__ADS_1


"Kamu berfikiran terlalu jauh Kenand! sudah deh ... kita berangkat sekarang saja tidak enak sama pak James nantinya."


"Ya sudah, ayo." jawab Kenand lesu.


Dan sekarang mereka telah sampai diacara yang diadakan oleh James.


James menyambut kedatangan mereka, James semakin berani menunjukkan rasa sukanya terhadap Nadira, saat mereka berjabat tangan James langsung mencium punggung tangan Nadira.


"Selamat malam, cantik." Ujar James sambil mencium punggung tangan Nadira.


Nadira terkejut dengan perlakuan James, sontak dia langsung menarik tangannya bersamaan dengan Kenand.


"Jaga sopan santun anda pak James." Kenand memperingatkan, lalu menarik pinggang Nadira, seolah-olah mengatakan jika Nadira hanya miliknya.


"Nadira kekasihku, jadi aku harap bapak James membatasi diri." Kenand menatap tidak suka kearah James.


"oh ... Maaf ya Nad, aku benar-benar tidak bisa mengalihkan tatapanku saat melihatmu." ujur James Menautkan alisnya, sepertinya Kenand adalah penghalangku untuk mendapatkan wanita cantik dihadapanku saat ini.


Jadi ini alasanmu tidak ingin membantuku untuk mendekati Nadira, ternyata kita punya tujuan yang sama.


"Jadi kalian sepasang kekasih? "James menatap dua orang dihadapannya, tepatnya kearah Nadira.


"Iya ... Kenand kekasihku." Nadira menggandeng lengan Kenand


Perkataan Kenand tempo hari benar, James bukan laki-laki yang baik, bathin Nadira.


Kenand menatap kearah Nadira, dia terkejut dengan pengakuan Nadira.


"Silahkan dinikmati pestanya." James mempersilahkan Kenand san Nadira menikmati acaranya, James berusaha menahan rasa sesak didadanya.


Dan untuk hubungan kalian, aku ucapkan selamat, James menghentikan langkahnya, lalu berbisik ditelinga Kenand.


"Jangankan kekasih, istri orang saja aku tikung." James menepuk pundak Kenand lalu pergi meninggalkan Kenand.


Jika bukan karena banyak tamu besar disini aku sudah memberikan James pelajaran.


James melangkah kearah Vania yang berdiri tidak jauh dari tempat Nadira dan Kenand.


"Jadi kita akan merencanakan rencana kita malam ini?" James berbisik ditelinga Vania.


"Tentu ... Setelah ini aku yakin kamu akan bisa memiliki Nadira seutuhnya."


"Biarkan Kenand aku yang menanganinya." ujar Vania dengan senyum liciknya.


"Baiklah ... jika dibiarkan, hubungan mereka akan semakin dekat! aku akan membuat wanita itu menjadi milikku.


"Bagaimanapun caranya." James tidak mengalihkan tatapannya dari tempat Nadira berdiri saat ini.


TITIK LELAHKU

__ADS_1


BY : MIKHAYLA92


__ADS_2