
"Jadi ini kantornya Davin?" tanya Reza saat mereka turun dari taksi.
"Iya ... Ini kantornya." jawab Lisa.
"Lis ... Aku serius nih ya, kenapa kamu tidak kerja di indo saja, aku juga bisa memberikan kamu pekerjaan jadi tidak usah jauh-jauh kesini." Reza menatap kemanik Lisa.
"Alasan aku disini tidak hanya soal pekerjaan, tapi memang mamaku asli sini, Za." timpal Lisa.
"Saat mereka berjalan menuju lobby, Lisa melihat Davin.
"Tuh Davin." ujar Lisa menunjuk kearah Davin Reza mengikuti arah telunjuk Lisa dan langsung berlari mengejar Davin yang sudah berada di lift.
"Vin ... Davin! Tunggu?" Reza sedikit berteriak dan membuat Davin menoleh kearahnya lalu menatap wanita yang berada dibelakang Reza.
Reza? Kamu kok disini?" Kening Davin mengkerut lalu kembali beralih menatap Lisa, apa Lisa memberitahukan keberadaanku disini? Gumam Davin.
"Aku kebetulan ada pekerjaan disini, tadi Lisa bilang dia bekerja dikantormu makanya aku langsung ikut dia kemari."
"Kamu apa kabar? Aku sangat merindukan kamu." Reza menepuk pundak sahabatnya.
"Seperti yang kamu lihat?" Ujar Davin tersenyum.
"Pagi pak?" sapa Lisa yang hanya dibalas dengan anggukan oleh Davin.
Kaku banget, Lisa hanya bisa bergumam didalam hati.
Davin mengajak Reza kedalam ruangannya dan Lisa langsung menuju keruangan kerjanya.
"Kamu ini ya? kamu sengaja menjauh dari semua orang?" tanya Reza saat mereka telah sampai diruangan Davin.
"Bukankah ini yang terbaik untuk semua orang?" ujar Davin.
"Dan kamu pasti tahu kesalahan fatal seperti apa yang telah aku perbuat."
"Seharusnya kamu tidak melakukan semua ini, kamu seperti lelaki pengecut yang lari dari masalah."
"Kembalilah, minta maaf kepada orang-orang yang telah kamu sakiti, apakah dengan lari seperti ini kamu bahagia?" tanya Reza.
Davin tertawa hambar, segala kebahagiaannya telah dibawa pergi oleh Nadira, bahkan Davin sendiri tidak tahu lagi bagaimana caranya membuatnya bahagia."
"Apa aku akan dimaafkan? Sepertinya tidak semudah itu Za." timpal Davin.
"Sepertinya kamu sudah melupakan bagaimana lembutnya hati Nadira, jika kamu memang tulus menyesali perbuatan kamu dan benar-benar ingin minta maaf, sepertinya pintu maaf dari mereka terbuka lebar untukmu terutama Kenand dan Nadira." balas Reza mengingatkan.
"Akan aku fikirkan." ucap Davin.
"Ngomong-ngomong kok Lisa bisa bekerja ditempat kamu?" tanya Reza.
__ADS_1
"Dia melamar pekerjaan disini, karena kami memang membutuhkan staf jadi aku memutuskan menerimanya diperusahaan." jawab Davin.
Reza hanya mengangguk menanggapi ucapan Davin.
"Nanti malam kamu jemput aku ya, aku ingin berkeliling menikmati suasana malam dinegri ini." Reza menaik turunkan alisnya.
"Kenapa aku yang harus menjemputmu?" tanya Davin fanoa ekspresi.
"Ya ... Aku kan tidak punya kendaraan disini, kamu tega jika pria tampan sepertiku nyasar disini?" Reza mengiba.
Davin hanya bisa mencibir tingkah sahabatnya, bahkan untuk tertawa saja Davin sudah lupa bagaimana caranya.
"jika aku tidak sibuk." balas Davin singkat.
"Oke ... Sepertinya kamu tidak akan sibuk pada malam hari."
"Aku tunggu." Ujar Reza berlalu pergi meninggalkan ruangan Davin.
Davin hanya menatap datar kearah punggung Reza sampai menghilang dibalik pintu.
Pukul 16:00 Lisa pulang dari kantor, saat keluar dari kantor dia dikejutkan dengan kehadiran Reza dihadapannya.
"Kamu masih disini?" kening lisa mengkerut.
"Aku sengaja menunggu bidadariku pulang?" Reza tersenyum manis.
"Oh ..." balas Lisa lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Reza.
"Lis, sehatusnya kamu mengucapkan terimakasih padaku?" Reza berlari kecil mengejar Lisa yang sudah agak jauh.
"Untuk?"Lisa menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap kearah Reza.
"Untuk ... Ya menunggu kepulangan kamu lah." balas Reza.
"Sepertinya aku tidak memintanya?" alis Lisa terangkat sebelah.
"Walaupun kamu tidak memintanya tapikan aku sudah punya niat baik." Reza maju lebih dekat kearah Lisa, menatap wanita satu-satunya yang mampu menggetarkan hatinya.
"Kamu mau ngapain?" tanya Lisa saat tangan pria itu mendekat kearah kepalanya.
Reza menyelipkan rambut Lisa yang sedikit berantakan karena tertiup angin kebelakang telinga, "Akan lebih cantik jika seperti ini." ujar Reza.
"A-apaan sih!" ujar Lisa gugup mendapatkan perlakuan mengejutkan seperti ini.
Reza tersenyum melihat Lisa salah tingkah, refleks tangannya mengusap pucuk kepala gadis itu, dan seketika wajah Lisa merona seperti udang rebus.
"Ma-maaf ... Aku refleks." ujar Reza terbata.
__ADS_1
"Ti-tidak apa-apa." Lisa berbalik membelakangi Reza dengan kondisi jantung yang berdetak lebih cepat.
Astaga ... Kenapa aku jadi gugup seperti ini, bathin Lisa.
"ehm ... Lis! Maukah nanti malam temani aku berkeliling?" tanya Reza mencairkan suasana yang sempat tegang.
"Eh ... I-iya!" Lisa langsung membekap mulutnya, entah kenapa dia langsung menjawab iya.
"Ma ..." ucapan Lisa terpotong karena langsung mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih ya Lis?" ujar Reza.
"I-iya." balas Lisa terbata, dan mereka pulang dengan satu taksi karena Reza masih memginap ditempatnya.
****
Malam hari ...
Lisa menatap pantulan wajahnya dicermin, apa aku tolak saja ya, aku sangat gugup gumam Lisa sambil memegang dadanya, tapi kalau aku tolak pasti Reza akan kecewa.
Aiish ... Kenapa juga aku memikirkan perasaanya ujar Lisa bermonolog sendiri.
Akhirya dia memutuskan untuk menemani Reza setelah berperang dengan dirinya sendiri.
Saat keluar dari kamar, ternyata Reza telah menunggunya diruang tamu, setelah pamit dengan nenek dan ibunya Lisa mereka langsung berangkat.
Reza membukakan pintu mobil untuk Lisa.
"Ini mobil siapa?" tanya Lisa.
"Aku menyewanya, tidak mungkinkan aku mengajakmu berkeliling menikmati suasana malam dinegri ini dengan ojek online?" Reza meledek dirinya sendiri.
Lisa hanya tersenyum, lalu masuk kedalam mobil, saat Reza ingin menutup pintu mobil satu notif masuk keponsel miliknya.
"Astaga ... Aku melupakan sahabatku." Reza menepuk keningnya.
"Ada apa? Tanya Lisa.
"Eh ... Ti-tidak ada." balas Reza langsung, jika dia katakan kalau dia sudah meminta Davin terlebih dahulu untuk menemuinya pasti Lisa akan langsung menolak untuk pergi bersamanya.
Reza mengirimkan pesan singkat kenomor Davin lalu masuk kedalam mobil.
"Maaf vin, aku sudah ada janji dengan seseorang." pesan singkat dari Reza.
Ckkk ... Dia yang meminta dia pula yang membatalkan, dasar aneh, gerutu Davin.
TITIK LELAHKU
__ADS_1
BY : MIKHAYLA92