
Sesuai janji mereka kemarin, hari ini mereka akan berangkat kekantor bareng.
Nadira sudah menunggu Kenand didepan rumah, jelang beberapa saat sebuah mobil memasuki perkarangan rumah dan berhenti tepat didepan Nadira.
Nadira sangat mengenal siapa pemilik mobil tersebut.
"Berangkatnya biar mas antar, ya?" ujar Davin setelah turun dari mobil.
"Tidak usah mas!" jawab Nadira sopan.
"Bawa mobil?" tanya Davin, tapi mobil Nadira masih berada didadam garasi.
"Tidak! Pergi bareng ..." ucapan Nadira terhenti saat melihat mobil Kenand masuk kehalaman rumah.
"Kenand?" timpal Davin saat mengikuti arah pandangan Nadira
"Iya ... Bareng Kenand!" balas Nadira, saat itu juga Davin merasakan gemuruh didadanya.
Nadira tersenyum kearah Kenand saat pria itu keluar dari dalam mobil dan langsung membukakan pintu mobil disebelahnya.
Apa mereka memiliki hubungan khusus, kenapa Nadira tersenyum semanis itu kearah Kenand, bathin Davin.
"Berangkat sekarang?" tanya Kenand yang dibalas dengan anggukan oleh Nadira.
"Aku duluan ya, mas?" Nadira pamit dengan Davin yang masih mematung ditempatnya.
"Davina ada didalam!" ucapan Nadira berikutnya sontak membuat lamunan Davin buyar.
Davin hanya bisa tersenyum miris menatap Nadira memasuki mobil lelaki lain, sesak didada semakin membuat Davin kesulitan untuk bernafas.
Dapat Davin lihat dibalik kaca mobil, Kenand mengulurkan setangkai mawar merah kearah Nadira, senyuman bahagia terukir jelas diwajah Nadira, senyuman yang sudah lama tidak Davin lihat, kebahagiaan terpancar jelas diwajah wanita yang sangat dia cintai, tapi bukan dia pelakunya.
Secepat itu kamu melupakan mas, Nad? Tidak ada sedikitpun sisa cinta dihatimu untuk lelaki yang telah menjadi cinta pertama kamu sejak dulu?" gumam Davin
"Mas yakin kamu tidak mungkin melupakan cinta kita secepat itu! Pasti kamu hanya ingin membalas luka yang mas torehkan bukan?
Jika memang seperti itu, lakukanlah, asalkan setelahnya kita bisa kembali bersama lagi, membesarkan putri kita bersama-sama.
Ucapan Davin semakin melantur, hatinya benar-benar belum siap menerima kenyataan yang terjadi didepan mata.
__ADS_1
Menghapus sudut matanya yang mulai meneteskan bulir-bulir bening lalu melangkah gontai masuk kedalam rumah.
Didalam mobil ...
Senyuman diwajah cantik Nadira masih saja terukir, sesekali dia menghirup aroma harum setangkai mawar merah ditangannya, dengan hati yang berbunga-bunga merasakan perlakuan manis yang Kenand lakukan pagi ini, wanita mana yang tidak bahagia bila dicintai, dihargai dan menjadi prioritas oleh orang yang dia cintai.
Nadira menatap wajah lelaki yang telah mengalihkan dunianya itu tanpa berkedip, pria yang selalu setia menemaninya walaupun dulu cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi dia tetap sabar menanti hingga cinta yang dia harapkan terbalaskan.
Ternyata dibalik sikap dingin pria ini, dia sosok lelaki yang romantis.
Nadira sangat mengagumi pria yang sedang ditatapnya saat ini, Kenand mampu membuat Nadira melupakan cinta pertamanya, dan Kenand juga mampu membuat Nadira melupakan lukanya dimasa lalu.
"Jangan menatapku seperti itu?" ucapan Kenand membuyarkan lamunan Nadira.
Nadira hanya tersenyum, lalu meraih sebelah jemari Kenand dan menggenggamnya.
"I love you?" ujar Nadira menatap wajah tampan prianya dengan penuh cinta
"Benarkah?" Kenand membalas tatapan Nadira.
"Iya ... Aku wanita yang paling beruntung bisa mendapatkan cinta yang tulus dari lelaki seperti kamu, Mas! terlepas dari masalaluku yang menjadi orang ketiga didalam rumahtangga orang lain, aku fikir, aku tidak akan pernah mendapatkan cinta yang tulus dari seseorang." Nadira kembali menginggat masalalunya.
"Karena ketulusan hati kamu itulah yang membuatku juga tulus mencintai kamu! Kamu lebih memilih terluka demi kebahagiaan orang lain, tanpa memikirkan kebahagiaan kamu sendiri, padahal kamu juga seorang korban."
"Jadi ... Lupakan masalalumu! Selagi mas masih bernafas, akan mas jadikan kamu wanita paling bahagia dimuka bumi ini." ujar Kenand.
Nadira menganggukan kepalanya, dia sangat terharu dengan kata-kata yang terucap dari bibir pria itu, Nadira menghapus bulir bening disudut matanya.
"love you to!" ujar Kenand sambil mencium punggung tangan Nadira.
Nadira menyenderkan kepalanya dibahu Kenand, dengan mempererat genggaman tangan mereka.
Akhirnya mereka sampai dilobby kantor, Kenand tidak membiarkan ratunya itu membuka pintu mobil sendiri, dia langsung keluar lalu mempersilahkan Nadira turun.
Terlalu berlebihan sih, tapi dari hal sekecil inilah Kenand bisa menunjukkan rasa cinta dan perhatiannya untuk wanita yang sudah lama dia dambakan.
Setiap pasang mata menatap kearah mereka, bisik-bisik mulai terdengar, pastinya mereka sangat terkejut melihat perubahan bos mereka, apalagi saat menatap Nadira menggandeng mesra lengan kokoh Kenand.
Ehem ... Suara deheman menghentikan langkah mereka.
__ADS_1
"Ini kantor pak!" ujar Adit yang datang dari arah belakang mereka.
"Siapa bilang ini mall," timpal Kenand melirik kearah Adit yang berdiri disampingnya.
"Bapak tidak lihat, seluruh karyawan menatap kalian berdua?" tanya Adit.
"Nah ... Tugas kamu umumkan kepada seluruh karyawan kantor jika ibu Nadira santika sekarang telah menjadi calon istriku." balas Kenand.
"Terlalu berlebihan pak, kenapa tidak umumkan saja menggunakan toa masjid." ledek Adit, nyali pria itu langsung menciut saat mendapatkan tatapan tajam dari bosnya tersebut.
"Banyak bicara, potong gaji."
"Ja-jangan dong pak, cicilan masih menumpuk soalnya."
"Ka-kalau begitu aku permisi dulu, pak!" Adit langsung mengambil langkah seribu.
Nadira tertawa melihat kelakuan Adit, lalu menatap kearah Kenand.
"Jangan mengerjai Adit seperti itu? mas Ken pasti tahu bagaimana berjasanya dia dalam hubungan kita." ucap Nadira
"Jasanya mas bayar berkali-kali lipat! ucap Kenand dengan angkuhnya.
Lalu kembali menatap kearah Nadira yang telah menampilkan wajah kesalnya.
"Mas kan cuma bercanda?" ujar Kenand sedikit cemas dengan mood Nadira yang sudah berubah.
"Aku juga bercanda, mas Ken," ucap Nadira tertawa kearah Kenand, dan disambut dengan usapan tangan Kenand dipucuk kepala Nadira.
Akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan langkah mereka yang terhenti akibat ulah Adit barusan.
****
Setelah meninggalkan rumah Nadira, Davin tidak jadi berangkat kekantor, moodnya sedang tidak baik sekarang.
Aku harus memikirkan cara untuk merebut kembali Nadira, dia hanya milikku tidak akan aku biarkan lelaki manapun memilikinya terutama kamu Kenand.
Sejak dulu kamu selalu ikut campur urusanku dengan Nadira, Kenad! Aku sudah menyiapkan rencana besar untukmu, sekarang nikmati saja waktu bahagia kamu dengan Nadira, seringai Davin.
TITIK LELAHKU
__ADS_1
BY : MIKHAYLA92