TITIK LELAHKU

TITIK LELAHKU
pertemuan Lisa dengan Davin


__ADS_3

"Jadi kamu pemilik perusahaan ini, Vin?" tanya Lisa, jadi apa yang dia fikirkan tadi benar, perusahaan yang diberi nama Davina ini memang milik Davin.


"Iya ..." jawab Davin singkat.


"Kamu memilih meninggalkan tanah kelahiran sendiri dan menetap disini?" Kening Lisa mengkerut.


"Bukan menetap, pastinya aku akan kembali lagi kesana." balas Davin.


"Oh ..." hanya itu yang bisa Lisa jawab, Sikap Davin benar-benar berubah sekarang, dia menjadi lebih pendiam dan bersikap dingin, tidak ada senyuman sedikitpun tercetak dibibirnya.


"Jadi kamu mau melamar pekerjaan?" tanya Davin langsung to the point.


"I-iya ..." jawab Lisa sedikit gugup, padahal mereka kenal cukup lama tapi disini mereka seperti orang asing, Davin tidak menanyakan apa penyebab dia disini, mungkin bagi Davin itu tidaklah penting, tapikan kami cukup dekat masa sih dia tidak kepikiran kenapa aku berada disini, gumam Lisa.


"Coba aku lihat CV nya?" pinta Davin.


"Ah iya ... Ini!" Lisa mengulurkan CV kerjanya.


"Kamu boleh kerja mulai besok, tapi aku tidak bisa memberikan jabatan tinggi karena perusahaan ini juga baru beroperasi, tapi ... Jika kinerjamu bagus tidak menutup kemungkinan kamu memiliki jabatan diperusahaan ini."


"Selamat bergabung di DAVINA COMPANY." ujar Davin sambil mengulurkan tangannya.


"Terimakasih sudah mau menerimaku bekerja disini Vin." jawab Lisa sambil menjabat tangan Lisa.


Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan disini jadi aku bisa membiayai kehidupanku dan mama, tidak merepotkan nenek lagi, Lisa sadar dia bukan orang kaya, dulu suaminya lah yang membiayai kehidupan mereka dan mama selalu mendapatkan jatah bulanan dari suaminya, tapi sekarang kami sudah berpisah aku harus mandiri sekarang agar bisa membahagiakan mama, bathin Lisa.


"Sama-sama." balas Davin.


"Kalau begitu aku permisi dulu, Vin." Lisa undur diri, dan dibalas dengan anggukan oleh Davin.


Saat keluar dari ruangan Davin ponsel Lisa berdering, Lisa menghembuskan nafas kasar saat melihat nama yang tertera diponselnya apalagi profil pria tersebut bikin Lisa kesal.


"Apa?" bentak Lisa.


"Assalamualaikum?" Salam Reza, kalau menjawab telpon itu tidak boleh pakai emosi.


"Wa'alaikumsalam." jawab Lisa ketus, kamu tidak ada kapok-kapoknya ya.


"Kapok apanya? keujung duniapun akan kukejar demi cinta pandangan pertamaku." balas Reza.


"Enggak usah lebay ..."


"Mau apa?" tanya Lisa.

__ADS_1


"Kangen ... Kamu sih perginya jauh banget kenapa tidak didekat-dekat sini saja." cibir Reza, walaupun Lisa tidak melihat ekspresinya saat ini.


"Basi! Kalau tidak ada yang penting aku matikan." Lisa langsung menutup telinganya karena teriakan Reza.


"eh ... tunggu, tunggu! Aku mau bilang kalau sekarang aku ada didepan rumah kamu." teriak Reza.


"Kamu mau bikin aku budeg ya teriak-teriak seperti itu." gemeeesss banget ingin rasanya aku bikin rempeyek nih orang.


"Terus aku harus percaya gitu kalau kamu ada disini?" cibir Lisa, lalu melirik ponselnya, Reza melakukan mengalihkan panggilan ke Video call.


"Nih lihat ... Rumah kamu kan?" tanya Reza sambil mengarahkan kamera ponsel kesebuah rumah.


"Kok kamu beneran dirumahku sih, Za." pekik Lisa.


"Sudah dibilangin ngeyel." timpal Reza.


"Ya udah ... kamu tunggu disana, aku akan segera kembali." ujar Lisa lalu langsung mematikan ponselnya.


Dengan langkah lebar Lisa meninggalkan perusahaan setelah memesan taksi online melalui ponselnya, tidak menunggu lama taksi yang dipesan sudah berada didepannya.


Menempuh jalan yang tidak terlalu jauh kini sampailah Lisa didepan rumahnya, celingukan melihat sekeliling rumahnya tapi Reza tidak terlihat disana, apa dia membohongiku? Gumam Lisa.


Akhirnya Lisa memutuskan masuk kedalam rumah, dia dikejutkan dengan Reza yang tengah duduk diruang tamu mengobrol dengan neneknya.


"Wa'alaikumsalam." ucap mereka serentak.


Lisa menyalami nenek dan duduk disampingnya.


"Kamu sudah pulang!"


kalau begitu nenek kekamar dulu, jika teman kamu ingin beristirahat, silahkan istirahat dikamar tamu, dia pasti lelah katanya dia baru saja sampai dan langsung kemari mencarimu." ujar nenek seraya bangkit dari duduk.


"I-iya nek." jawab Lisa terbata.


"Kamu ngapain kemari, Za?" tanya Lisa sedikit judes.


"Kangen ..." Reza nyengir kearah Lisa.


"Aku serius Rezaaa ..." gemes Lisa.


"Aku ada kerjaan disini, ya ... sekalian saja mampir ketempat kamu, bukankah cinta butuh perjuangan?" Reza tersenyum manis kearah Lisa.


"Mulai kumat ... Ya sudah kamu ingin istirahatkan biar aku antar." tanya Lisa.

__ADS_1


"Boleh, ternyata calon istriku sangat perhatian." Reza mengedipkan sebelah matanya, dan langsung mendapatkan lemparan bantal dari Lisa.


"mau istirahat enggak, kalau enggak aku tinggal nih." Lisa melirik tajam kearah Reza.


"Iya non, sabar dong." timpal Reza.


Setelah mengantar Reza untuk beristirahat, Lisa memutuskan kembali kekamarnya.


****


"Sayang ... Kamu dimana?" panggil Kenand, biasanya Nadira akan menyambutnya pulang dari kantor, tapi hati ini dia tidak melihat istrinya, Kenand memutuskan melihat istrinya dikamar, tapi tetap tidak ada saat akan berbalik mencari Nadira dia melihat istrinya sedang menaiki tangga menuju kamarnya.


"Eh ... Mas sudah pulang! Maaf ya mas tadi aku tidak nungguin kamu didepan." Nadira menciu. Punggung tangan suaminya lalu mengambil alih tas yang berada ditangan Kenand.


"Mas mandi dulu ya, aku punya kejutan?" Nadira meletakkan tas milik suaminya dinakas.


"Mandinya bareng ya.?" Kenand memeluk Nadira dari belakang.


"Kalau mandinya giliran pasti akan menghabiskan waktu, mas penasaran kejutan apa yang akan diberikan oleh kesayangan mas ini?" Kenand membalikkan tubuh Nadira menghadapnya.


"Enggak mau mas! Mandinya giliran saja, aku sudah tahu kebiasaan mas kalau sudah mandi bareng bukannya cepat malah makim lama mandinya." balas Nadira.


Kenand langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya kekamar mandi.


"Masss ..." teriak Nadira sambil memukul dada suaminya.


TITIK LELAHKU


BY : MIKHAYLA92


Bab-bab berikutnya othor akan lebih fokus kecerita Davin ya mak-mak, karena Nadiranya sudah bahagia sama ayang Kenand😍


Jadi sekarang giliran babang Davin lagi yang akan menemukan kebahagiaannya.


Happy reading😍😍 terimakasih sudah mengikuti cerita ini, salam kenal dari othor, boleh coret-coret di komentar cerita othor sudah sampai dimana saja nih?🤗


Visual versi othor😍


LISA



REZA

__ADS_1



__ADS_2