
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Kenand adji saka dengan anak saya yang bernama Nadira santika binti Hendrawan dengan maskawin seperangkat alat shalat, dan emas seratus gram, tunai.”
Saya terima nikahnya dan kawinnya Nadira Santika binti hendrawan dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai."
"Bagaimana para saksi, sah!"
"Sah ..." sorak para tamu undangan.
Semua mata menatap kearah pengantin wanita yang berjalan melangkah kearah tempat ijab qabul dilaksanakan.
"Kamu cantik sekali." bisik Kenand ditelinga Nadira saat wanita itu duduk disebelahnya.
"Terimakasih mas." balas Nadira tersipu.
Setelah melakukan beberapa rangkaian dalam pernikahan tibalah waktunya bertukar cincin.
Kenand menyematkan cincin dijari manis Nadira begitupun sebaliknya, lalu Kenand mencium kening wanita yang telah sah menjadi istrinya saat ini, lalu mereka diminta untuk berfose sesuai intruksi sang fotoghrafer.
"Bolehkah aku mencium itu?" lirik Kenand kearah bibir Nadira, dan Kenand langsung mendapatkan pelototan dan cubitan dipinggangnya dari Nadira.
"Aw ... bercanda sayang." tawa Kenand sambil mengelus pipi Nadira.
"Terimakasih untuk segalanya, Nad! Terimakasih sudah mau menerima aku untuk menjadi imammu?"
"Aku janji akan membahagiakan kamu dan Davina." Kenand menatap Nadira penuh cinta.
"Seharusnya aku yang berterimakasih terhadap kamu mas, karena kamu mau menerima segala kekuranganku." balas Nadira.
"ekhm ... Lisa yang berada disamping mengalihkan tatapan kami.
"Bermesraannya nanti saja dikamar! Kalian tidak memikirkan perasaan kami yang jomblo ini." Ujar Lisa yang menatap kearah Sean dan Reza.
"Eh ... Kok lirikannya kearah kita ya?" timpal Sean mencubit lengan Reza.
"Lah ... Bukankah kalian juga jomblo." ejek Lisa.
__ADS_1
"Kalau begitu setelah ini kita yang akan menyusul mereka." Reza menaik turunkan alisnya kearah Lisa.
"Pede ... Siapa juga yang mau nikah sama situ." cibir Lisa.
"Siapa tau kamu butuh suamikan?" goda Reza.
"Ih ... Enggak ya! Kapok aku punya suami." balas Lisa dengan mata berkaca-kaca.
"Za ... Jangan goda Lisa seperti itu." tegur Kenand.
"Tapi jika kamu benar-benar serius, kamu boleh melamarnya langsung setelah ini." Kenand melanjutkan ucapannya.
Lisa melotot karena digoda oleh mereka dan langsung memeluk Nadira.
"idih ... cengeng banget sih! Tapi aku mendukung loh Lis, kalo kamu mau menerima Reza menjadi suami kamu." Nadira ikut-ikutan menggoda Lisa.
"Dan Reza ini belum pernah berpacaran sekalipun, boro-boro punya pacar, dekat-dekat sama wanita saja enggak pernah." Ujar Kenand.
"Bujang lapuk toh." Lisa membekap mulutnya.
"Hehe ... Tapi Reza ini pria baik kok Lis." Nadira nyengir kearah Lisa.
"Aku pastikan kamu akan menjadi istriku Lisa, karena kamu sudah mengatakan aku bujang lapuk." Ujar Reza.
"Ogah ... Aku mau sama Sean saja, lebih muda, tampan lagi." Lisa berpindah duduk kesamping Sean.
"Enggak ... Aku mau nungguin Nadira jadi janda saja, karena cintaku hanya untuknya." Balas Sean, yang mendapat tatapan tajam dari Kenand.
"Enak saja, Nadira dan aku sudah jodoh sehidup semati." Ujar Kenand.
"Kalau begitu aku nungguin Davina gedek saja! Hehe ..." Timpal Sean.
"Jenggotan loh kalau nungguin Davina." ledek Lisa.
"Sudah ... Kalian ini dari tadi bercanda terus."
__ADS_1
Mama Nadira menghentikan gurauan mereka, lalu acara berlangsung sampai malam hari.
****
Dari kejauhan Davin menatap kearah mereka, Davin sadar dia tidak pantas berada disana, semua orang sangat membencinya, terakhir menemui Davina terlihat jelas sirat kebencian dimata Nadira, setelah kejadian itu aku memilih untuk tidak menemui mereka lagi.
Walaupun aku sangat merindukan putriku, tapi aku sudah berjanji dengan diriku sendiri tidak akan menampakan wajahku dihadapan Nadira lagi, aku tidak ingin merusak mood-nya menjelang hari pernikahannya.
Kamu begitu cantik hari ini Nadira, bahkan jauh lebih cantik dari pernikahan kita dahulu, aku menyesal telah menyia-nyiakan wanita sebaik dan secantik kamu.
Mulai hari ini aku akan melepaskan kamu, maafkan aku karena telah membuat kamu menderita selama ini, aku benar-benar menyesali perbuatanku Nad.
Aku harap suatu hari nanti kamu tidak membenciku lagi dan mengizinkanku untuk bertemu dengan putri kita.
Aku akan pergi jauh Nadira, jika aku tetap disini aku tidak tahu pasti sampai kapan rasa ini akan hilang, dan semoga dengan kepergianku kamu bisa lebih bahagia dengan keluarga barumu.
Dan aku bisa tenang meninggalkan kalian sekarang, Kenand pria yang bertanggung jawab aku sangat mengenalnya, aku yakin dia pasti akan mencintai Davina seperti putri kandungnya sendiri.
Sedangkan Nadira terus memperhatikan orang yang barusan pergi tersebut.
"Sayang ...! Kamu lagi lihat apa?" tegur Kenand sambil melihat kearah tatapan Nadira.
"Mas, sepertinya tadi aku lihat mas Davin?" tunjuk Nadira kearah tempat Davin berdiri tadi.
"Mungkin kamu salah orang kali yang." Kenand melihat kearah yang ditunjuk Nadira.
"Mm ... Mungkin kali ya, mas! tadi orangtuanya mas Davin bilang dia tidak akan datang." balas Nadira.
"Sudah, jangan difikirkan lagi! Kita berdoa saja semoga Davin bisa berubah jauh lebih baik lagi setelah kejadian ini." Kenand menggenggam jemari Nadira.
Apa mungkin mas Davin benar-benar telah menyesali perbuatannya? Gumam Nadira.
TITIK LELAHKU
BY : MIKHAYLA92
__ADS_1