TITIK LELAHKU

TITIK LELAHKU
Kenand & davin bertemu


__ADS_3

"Mommy ..." teriak Davina yang mintak diturunkan dari gendongan papanya, Davina menarik-narik tangan Davin agar mendekat kearah Nadira.


daddy, papa, daddy! Tunjuk Davina, sepertinya Davina tengah memperkenalkan Kenand dengan papanya.


"I-iya, sayang!" jawab Davin sambil memegang tengkuknya.


Davina mendekat kearah Kenand lalu mengulurkan tangannya, Kenand mendudukkan Davina dipangkuannya.


Suasana mendadak hening, tidak ada yang memulai pembicaraan terlebih dahulu, hanya celotehan Davina yang terdengar, sehingga sang mama memulai pembicaraan untuk memecahkan keheningan.


"Duduk dulu, Vin?" pinta mama Nadira memang sejak tadi Davin masih berdiri.


"Eh ... Ti-tidak usah ma, aku langsung pulang saja! Mama dirumah lagi sakit jadi tidak ada yang jaga." padahal itu hanya menjadi alasan Davin saja, Davin hanya tidak tahan saja melihat kedekatan Nadira dengan Kenand.


"Mama sakit, mas?" tanya Nadira khawatir.


"Iya, demam biasa kok!" Davin langsung menimpali ucapan Nadira yang terlihat khawatir.


"Syukurlah, semoga mama cepat sembuh! Salam untuk mama?" Nadira menghela nafas lega.


"Aamiin ... Nanti mas sampaikan! Kalau begitu mas pamit."


"Papa pulang dulu ya, sayang!" Davin memegang pipi putrinya yang berada dipangkuan Kenand, sesaat tatapan mereka beradu, Nadira yang berada disamping Kenandpun merasa canggung dengan keadaan seperti ini.


"Dada, papa! Kiss?" ucap gadis kecil tersebut sambil memajukan sedikit tubuhnya kedepan.


Davin mendekatkan sedikit wajahnya lalu Davina langsung mencium pipi Davin dan kembali lagi menyandarkan kepalanya didada Kenand.


"Ma ... Aku pamit!" ujar Davin menyalami mantan mama mertuanya tersebut.


"Salam sama mama kamu, semoga cepat sembuh!l ujar mama.


"Iya ma ... Assalamualaikum?"


"Wa'alaikumsalam!" jawab mereka serentak.


Nadira menepuk pelan pundak Kenand, Nadira mengerti bagaimana perasaan Kenand saat ini, dia pasti merasa tidak enak bertemu dengan Davin.


"Kita jelaskan sama-sama! Ini bukan salah kamu, aku sendiri yang tidak ingin kembali lagi dengan mas Davin." ujar Nadira.


"Aku mengerti!" Kenand menggenggam jemari Nadira.


"Tolong jaga putri tante ya, Ken? jangan biarkan dia terluka seperti dulu lagi." pinta mama.


"Insya allah! Aku akan memberikan kebahagiaan untuk Nadira dan putrinya, tante! Tante jangan khawatir, kebahagiaan mereka berdua adalah yang paling utama untukku." Kenand mencium pucuk kepala Davina yang berada dipangkuannya.


"Tante cukup lega mendengarnya." aku tersenyum menatap kearah mereka, semoga putriku diberikan kebahagiaan yang berlimpah, sudah cukup penderitaannya selama ini, aku mengusap sudut mataku yang berembun.


Melihat dari perjuangan Kenand selama ini, aku yakin Nadira putriku akan bahagia bersama pria ini.

__ADS_1


"Mimik, mommy!" celetuk Davina menatap kearah Nadira.


"Sama oma saja ya sayang?" mama mengambil Davina dari pangkuan Kenand.


Gadis kecil itu hanya menganggukan kepalanya.


"Nad, besok kekantor bareng ya?" ujar Kenand setelah kepergian mama dan Davina.


"Boleh!" jawab Nadira.


"hmm ... Boleh mintak sesuatu?" Kenand menatap kemanik Nadira.


"A-apa? Ucap Nadira gugup.


"Panggilannya tidak bisa dirubah gitu?" Kenand nyengir kearah Nadira.


Huffs ... Nadira menghembus nafas lega.


"Aku fikir minta apaan?" ucap Nadira polos.


"jangan berfikiran yang tidak-tidak." Kenand mengusap rambut Nadira, dan membuat wanita itu tersipu malu.


"Jadi kamu mau dipanggil apa? mas, sayang, abang, atau ada saran lain?" celoteh Nadira.


Kenand tersenyum mendengar celotehan Nadira, "Senyaman kamu saja!"


Lama Nadira memikirkan, lalu menatap kearah Kenand.


"Bagaimana? Suka?" Kenand mengangguk sedikit geli sih mendengar panggilan tersebut, sangat asing didengar, mungkin karena belum terbiasa.


Kenand melirik arloji dipergelangannya, jam sudah menunjukkan pukul 17:15.


"Ma-mas pulang dulu ya?" ucap Kenand terbata karena belum terbiasa memanggil dirinya dengan sebutan mas.


"Iya mas Ken?" Nadira menahan tawanya, kenapa Kenand sangat lucu, gumam Nadira.


"Jangan menertawakannya, Nad! Aku sedang belajar." timpal Kenand.


Akhirnya tawa yang sedari tadi Nadira tahan lepas juga, padahal dia sudah biasa memanggil sebutan mas saat bersama Davin, tapi kenapa saat dengan Kenand terdengar lucu.


"Iya maaf! mas Ken harus membiasakan diri lagi, oke?" Nadira membentuk huruf OK dengan jarinya.


"Panggilnya mas saja! Tidak usah pakek embel-embel Ken dibelakangnya! kok terkesan lebay banget ya." protes Kenand.


"Tapi aku suka! Mas Ken ... Lucu saja, beda dari yang lain." bantah Nadira.


"Iya, boleh!" apapun yang membuat kamu bahagia, aku pasti akan mendukungnya, gumam Kenand.


"Kalau begitu mas pulang dulu ya?" Kenand bangkit dari sofa disusul oleh Nadira.

__ADS_1


"Tante, Kenand permisi dulu." ujar Kenand saat sampai dikamar Davina, ternyata Davina sudah tidur.


"Iya nak, hati-hati?" Kenand medekati mama Nadira lalu mencium punggungnya.


"Assalamualaikum?"


"Wa'alaikumsalam." jawab mamanya Nadira.


"Tidak usah diantar, Nad!" Kenand menghentikan langkah Nadira saat mereka telah keluar dari kamar Davina.


"Kamu istirahat saja." pinta Kenand secara halus, tidak ingin menyinggung perasaan wanita itu.


"Ya udah, mas Ken hati-hati." jawab Nadira dengan hati yang berbunga-bunga, seperti ada ribuan kupu-kupu yang bertebangan didalam dada ini, bathin Nadira.


****


"Kita perlu bicara, Ken?" Davin melangkah Kearah Kenand.


Ternyata sejak tadi pria ini belum pergi sama sekali dari kediaman Nadira, dia masih menunggu Kenand keluar dari rumah tersebut.


"Jangan disini, cari tempat lain saja." ujar Kenand lalu memasuki mobilnya, dan Davin juga mengikuti mobil Kenand dari arah belakang.


Kenand menghentikan mobilnya diparkiran sebuah cafe, lalu diikuti oleh Davin, mereka memilih tempat duduk paling pojok dicafe tersebut.


"Apa yang ingin kamu bicarakan, Dav?" tanya Kenand saat mereka berdua telah mendudukkan bokongnya dikursi.


"Kenapa kamu kembali?" Kening Davin mengkerut.


"Aku kembali untuk memperjuangkan cintaku kembali! Aku sudah memberikanmu kesempatan untuk mengejar Nadira lagi, Dav? satu tahun lebih aku memberikan kesempatan itu."


"Andai Nadira mengatakan jika dia ingin rujuk kembali denganmu, aku pasti akan melepaskannya, Dav!"


"Tapi nyatanya sampai saat ini kamu belum bisa membawa Nadira kembali bersamamu?"


"Lebih baik kamu lepaskan Nadira, biarkan dia bahagia dengan pilihannya." Jelas Kenand.


"Aku tidak akan menyerah, seharusnya kamu yang mundur, ken? Kamu tahukan jika Davina ada diantara kami? Biarkan kami membangun keluarga kecil kami kembali." Davin sudah mulai terlihat emosi.


"Kali ini aku tidak akan lari lagi, Dav! Maaf? dan jangan pernah jadikan Davina sebagai alasan untuk meminta Nadira kembali lagi bersamamu." tekan Kenand.


"Kenapa kamu masih belum berubah Davin! Kamu selalu memaksakan kehendakmu sendiri tanpa memikirkan perasaan Nadira!"


"Itu urusan hatiku, aku hanya ingin mengingatkan jika aku tidak akan berhenti untuk membuat Nadira kembali lagi bersamaku." ucap Davin sinis menatap kearah Kenand.


Kenand tidak habis fikir dengan pemikiran Davin, itu bukan cinta lagi, dav! Tapi obsesi, kamu terlalu terobsesi dengan Nadira, bathin Kenand.


"Aku juga akan tetap mempertahankan Nadira Disisiku! Jangan Egois dav! Keegoisan kamu hanya akan melukai hatimu sendiri." Kenand mengingatkan.


TITIK LELAHKU

__ADS_1


BY : MIKHAYLA92


__ADS_2