TITIK LELAHKU

TITIK LELAHKU
dua garis


__ADS_3

"Tutup mata dulu?" pinta Nadira.


"Sudah pintar ya sekarang." Kenand mencuil pucuk hidung Nadira yang dibalas dengan senyuman oleh Nadira dan langsung memeluk suaminya.


Nadira langsung menutup mata Kenand dengan kain lalu membimbingnya melangkah menuruni anak tangga.


Saat sampai Nadira meminta Kenand duduk lalu membuka penutup mata suaminya.


"Ta-daaa ... Surprise!" Nadira menunjukkan makan malam romantis yang telah dia siapkan sepanjang hari saat suaminya masih dikantor.


"Waaah ... Romantisnya istri mas!" Kenand menarik tangan Nadira dan membuat gadis itu terduduk dipangkuannya.


"Nah ... Mulai lagikan usilnya." Nadira menjewer telinga suaminya.


"Habisnya sayang kalau dianggurin, hehe." goda Kenand.


"ini baru kejutan pertama, sayang! Kejutan spesialnya setelah kita makan." Nadira tuun dari pangkuan Kenand dan duduk tepat berhadapan dengan suaminya.


"Jadi ... lebih baik kita makan sekarang, mas tidak sabar dengan kejutan spesialnya." balas Kenand.


"Tapi sebelum makan mas juga punya kejutan untuk kesayangan mas ini?" Kenand mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, satu tangkai mawar putih lalu mengulurkannya kearah Nadira.


Nadira menerima bunga kesukaannya tersebut lalu mencium aromanya.


"Terimakasih, mas?" ucap Nadira, hampir setiap hari kenand mengiriminya hadiah kecil, Kenand menunjukkan cintanya dari perhatian kecil seperti ini dan sukses membuat Nadira sangat-sangat mencintainya .


Kenand benar-benar membuktikan ucapannya yang akan membahagiakan Nadira dan putrinya dengan caranya sendiri.


Kami menikmati makan malam romantis dengan suasana dipinggir danau, sambil bercanda ringan.


Bahagia ... Kebahagiaan seperti inilah yang Nadira idamkan selama ini, bukan sekedar cinta yang Nadira butuhkan tapi waktu, Kenand selalu meluangkan waktu untuknya, walaupun Nadira mendapatkan cinta yang berlimpah dari Davin dahulu tapi waktu yang


Davin berikan sangat terbatas.

__ADS_1


Setelah menikmati makan malam, Nadira mengajak Kenand bersantai duduk dikursi yang menghadap ketepi danau.


Nadira meletakkan sebuah kotak kecil ketangan Kenand.


"Kejutan spesialnya?" ujar Nadira tersenyum kearah suaminya.


"Mas buka sekarang ya?" pinta Kenand karena merasa penasaran dengan kejutan yang telah disiapkan oleh istrinya.


Kenand langsung membuka kotak tersebut dan dia langsung membekap mulutnya.


"Sayang ... Ini beneran?" tanya Kenand tidak percaya, sambil mengambil benda pipih dari dalam kotak.


Nadira mengangguk, "beneran mas!"


Kenand menghapus sudut matanya yang telah mengembun, lalu membawa Nadira kedalam pelukannya.


"Alhamdulillah ya sayang, secepat ini kita diberikan kepercayaan." Kenand mempererat pelukannya.


Nadira melepaskan pelukan suaminya, lalu mengusap airmata yang menetes dipipi suaminya, ini pertama kalinya Nadira berbagi kebahagiaan dengan orang yang dicintainya karena saat mengandung Davina, Nadira melewati masa kehamilannya sendirian tidak ada sosok suami disisinya.


Kenand mencium seluruh wajah Nadira, lalu berjongkok didepan istrinya mengusap perut Nadira yang masih rata, Kenand masih belum percaya jika didalam sana hidup zuriatnya, dan rasanya tidak sabar menunggu waktu 9 bulan menanti kehadirannya didunia ini.


"Ini Daddy nak!" setetes bulir bening kembali jatuh dipipi kenand, Airmata bahagia yang tidak mampu dia cegah.


"Cengeng ..." ledek Nadira sambil menarik tangan Kenand untuk kembali duduk disisinya, Kenand hanya tersenyum menanggapi ledekan istrinya.


"Mulai sekarang kamu tidak boleh kelelahan, besok mas akan cari asisten rumah tangga, satu lagi kamu tidak boleh menyetir sendirian sepertinya mas perlu memcari sopir untukmu." ujar Kenand langsung protektif terhadap istrinya.


"Mas ... tidak perlu, aku akan hati-hati?" balas Nadira.


"Tapi mas tidak ingin ..." ucapan Kenand terhenti saat Nadira meletakkan telunjuknya dibibir Kenand.


"Aku pasti akan menjaga buah cinta kita, mas! Nanti kita akan cari Art dan sopir saat kandunganku sudah besar saja?" pinta Nadira.

__ADS_1


"Baiklah ... Jika itu keinginanmu, tapi pekerjaan rumah biar mas saja yang mengerjakannya, mas tidak ingin kamu capek." timpal Kenand.


"Tapi mas, pekerjaan rumah tidak terlalu berat aku masih bisa mengerjakannya, apalagi memasak, mas tahu sendirikan aku sangat menggemari kegiatan yang satu itu? rajuk Nadira, dia memanyunkan bibirnya.


"Oke ... Kamu hanya boleh memasak saja, selebihnya biar mas saja yang mengerjakannya."


"iya suamiku ..." Nadira memeluk suaminya, tidak ingin mendebat karena dia sangat mengenal Kenand seperti apa, jika dia bilang begitu maka keinginannya tidak bisa dibantah, dan pastinya Kenand melakukan itu pasti ada alasannya.


****


Lis ... Kamu mau kerja?" tanya Reza saat melihat Lisa pagi-pagi sudah rapi.


"Iya, ini hari pertamaku bekerja." jawab Lisa.


"Oh iya ... Kamu sahabatnya Davin, kan?" tanya Lisa.


"Iya ... Memangnya Kenapa?" kening Reza mengkerut.


"Aku bekerja dikantornya." jawab Lisa.


"hhah ... Yang benar? sejak kapan Davin punya kantor disini?" timpal Reza.


"aku juga tidak tahu, dan aku juga kaget saat pertama kali melihatnya."


"Kalau begitu aku berangkat sekarang, takutnya telat." pamit Lisa.


"Tu-tunggu ... Aku ikut." Reza menghentikan langkah Lisa.


"Ngapain?" tanya Lisa.


"Aku ingin bertemu Davin!" Ujar Reza, dia sangat merindukan sahabatnya, semenjak kejadian penculikan Nadira waktu itu, Davin menghilang bak ditelan bumi.


TITIK LELAHKU

__ADS_1


BY : MIKHAYLA92


__ADS_2