
"Kita cari tempat untuk mengobrol, ya?" pinta Kenand.
"Aku ganti baju dulu! Sekalian ajak istrimu , Ken? Biar tidak terjadi kesalahpahaman." lalu Nadira beralih menatap tubuhnya yang masih memakai stelan kerja.
Apa aku siap mendengar penjelasan langsung dari mulut Kenand, bukan pertemuan seperti ini yang aku harapkan, jika benar Kenand sudah memiliki pasangan kenapa tidak engkau jauhkan saja dia dari hidupku untuk selamanya tuhan, bathin Nadira.
Jika kedatangannya hanya untuk melukai perasaanku, aku lebih memilih untuk tidak dipertemukan dengannya.
Kenand menatap punggung Nadira, lalu menghembuskan nafas secara perlahan, Nadira masih mengira jika aku telah menikah.
beberapa menit menunggu, Nadira turun dengan memakai gaun selutut, rambut panjangnya dia ikat sebagian, sesaat Kenand terpaku melihat penampilan Nadira, wanita ini selalu terlihat cantik dan menarik perhatianku.
"Berangkat sekarang?" tanya Kenand.
"Apa kamu sudah menghubungi istrimu, Ken? Aku tidak ingin kejadian masa laluku terulang lagi." jawab Nadira datar.
"Kita akan bahas semuanya nanti, Nad! Jadi sekarang jangan tanya apapun?"
"Kita pamit dengan mama kamu dulu ya?" Nadira menghentikan langkah Kenand.
"Aku sudah mengatakannya." jawab Nadira, kami berjalan beriringan keluar rumah, lalu Kenand membukakan pintu mobil untuk Nadira.
"Terimakasih ya, Nad?" ujar Kenand saat mobil telah melaju meninggalkan perkarangan rumah.
"Untuk?" alis Nadira bertaut.
"Karena kamu masih mengingatkan Davina tentang siapa aku?"
"Oh ... Soal itu! Bukankah sudah seharusnya aku melakukan itu, kamu sudah cukup banyak membantuku dari mulai Davina didalam kandungan sampai Davina lahir kedunia ini, kamu selalu ada."
"Dan tidak seharusnya Davina melupakan orang yang telah berjasa untuk hidupnya, meskipun orang tersebut yang berusaha melupakannya." sindir Nadira.
"Aku tidak pernah melupakan kalian, Nad! Aku pergi karena memiliki sebuah alasan." Kenand dihinggapi rasa bersalah.
"Semua yang ingin kamu tanyakan, akan aku jawab, Nad! Harap kamu tidak membenciku." pinta Kenand.
Cukup jauh Kenand mengendarai kendaraannya, akhirnya kami sampai disebuah resto yang terletak dipinggir danau.
Kami memilih tempat duduk yang berada ditengah danau dengan menggunakan perahu.
__ADS_1
"Apa kamu menyukai tempatnya?" Kenand mendayung perahu menuju pondok yang berada ditengah danau.
"Suka ... Tempatnya membuatku nyaman! Jadi mereka mengantar pesanannya memakai perahu juga?" tanyaku sambil menatap pelayan resto membawa berbagai macam menu didalam perahu yang ia bawa.
"Unik sekali!" Ujar Nadira sambil tersenyum, senyum yang selama ini Kenand rindukan.
Nadira menyambut uluran tangan Kenand keluar dari dalam perahu, dan duduk bersimpuh didalam pondok, yang hanya diberi dinding sebagian.
Kenand duduk berhadapan dengan Nadira yang dibatasi satu meja.
"Kamu boleh bertanya apapun sesuka hati kamu, aku akan menjawabnya dengan jujur." ujar Kenand.
ehm ... Nadira berdehem sebelum mengajukan beberapa pertanyaan.
"Jadi dimana istri kamu, Ken?" Kenand tersenyum mendengar pertanyaan pertama Nadira, sepertinya Nadira masih trauma dengan masalalu nya.
"Aku belum punya istri, Nad?"
"Jadi dia kekasihmu?"
"Bukan, dia hanya temanku Nadira! Jawab Kenand.
"Teman biasa, nad!"
"Jadi cara berteman diluar negri seperti itu ya? wanita bebas duduk dipangkuan pria walaupun mereka hanya berteman."
"Kejadiannya bukan seperti itu? Tadi Adele tersandung kaki meja saat akan mengambil tasnya yang berada diatas meja kerjaku, tidak sengaja dia terjatuh diatasku."
"Jadi namanya Adele? Nama yang indah, sama seperti orangnya." sebenarnya Nadira sedikit lega mendengar penjelasan Kenand.
"Kamu percayakan, Nad?" Kenand menatap kemanik Nadira.
Percaya? Tentu tidak semudah itu untukku mempercayai seseorang, Mas Davin saja bisa membohongiku dengan mengajak orang disekelilingnya, tidak menutup kemungkinan Kenand akan mengikuti hal yang sama.
"Aku tahu pasti sangat sulit untuk kamu mempercayainya, aku akan menunjukkan buktinya." Kenand mengeluarkan ponselnya dari aaku celana.
"Apa kamu sudah percaya sekarang?" tanya Kenand setelah menunjukkan bukti dari CCTV yang berada diruangannya.
Aku mulai mempercayai soal itu, tapi soal wanita yang bernama Adele itu, apakah dia benar-benar temannya Kenand, atau kekasihnya aku masih belum percaya.
__ADS_1
"Aku akan mempertemukan kamu dengan dia besok dikantor! kami tidak memiliki hubungan apa-apa, Nad! Dia temanku saat aku masih kuliah disana." Kenand menjelaskan sedetail mungkin.
Soal ini aku sudah percaya, tapi ada hal yang sangat penting yang ingin aku ketahui jawabannya setelah kepergian Kenand.
"Kenapa kamu pergi setelah aku mengizinkan kamu untuk memperjuangkan cinta kamu, Ken?"
"Maafkan aku soal itu, Nad! Bukannya aku tidak ingin memperjuangkan cintaku, tapi saat itu aku berfikir kamu masih mencintai Davin, dan jika dengan kepergianku kamu bisa kembali lagi dengan cinta pertama kamu, itu sudah cukup untukku, Nad! karena kebahagiaan kamu yang utama untukku."
"Apa aku terlihat bahagia, Ken? Sampai saat ini aku tidak pernah kembali dengan mas Davin."
"Aku benci kamu, Ken! kamu menyiksaku selama ini, apakah kamu tahu bagaimana perasaanku terhadap kamu, kenapa kamu tidak menanyakannya sebelum kamu memutuskan untuk pergi jauh."
"Dan kamu membuatku merindukan orang yang tidak aku tahu dimana keberadaannya, aku hanya bisa menunggunya kembali, tanpa tahu apakah dia akan kembali atau tidak." Nadira terisak.
"Maafkan aku, Nad! Aku menyesal telah melakukan tindakan seperti itu." sesal Kenand.
"aku sudah memaafkan kamu jauh-jauh hari, Ken? Apa kamu tidak ingin menanyakan jawabanku yang tertunda?" Nadira menatap kemanik Kenand.
Kenand berpindah duduk disamping Nadira, membawa wanita itu kedalam pelukannya.
"Jadi apa jawaban kamu, Nad?" Kenand melepaskan pelukannya, menghapus sisa airmata dipipi Nadira.
"Kamu berhasil, ken! Kamu berhasil membuatku jatuh cinta." airmata Nadira kembali berlinang.
"Kamu mencintaiku, Nad? Serius? Kamu mencintaiku?" tanya Kenand masih tidak percaya dengan apa yang Nadira katakan.
Nadira meraup pipi Lelaki yang telah menyiksa rindunya selama ini,
"Aku mencintai kamu, Ken! aku benar-benar mencintai kamu." Kenand membawa Nadira kembali kepelukannya.
Tenyata kepergian Kenand selama ini bisa membuat Nadira menyadari perasaannya terhadap laki-laki ini.
TITIK LELAHKU
BY : MIKHAYLA92
Sudah up beberapa bab loh kak, sampai pegel nih jempol, seneng nggak nih?"
Jangan lupa semangatin authornya dengan meninggalkan jejak berupa, vote, like, And komen, biar aku lebih semangat lagi buat upnya.
__ADS_1
Happy readingšā¤