Toxic Relationship

Toxic Relationship
Holiday


__ADS_3

...Happy Reading...


Clara kini mulai memasuki Bandara dengan Mr Tan, supir pribadi Jack yang berjalan dibelakangnya, Mr Tan benar-benar seperti asisten pribadinya sekarang. Bahkan ia benar-benar hanya mandi dan berganti pakaian, dan Mr Tan sudah menyiapkan semuanya. Entah itu dibantu Ibu atau Ella - asisten rumah tangganya -.


Clara membenarkan topi dan kacamata hitam yang dipakainya. Kacamatanya digunakan untuk menutupi mata sembabnya, ia tidak ingin menjadi perhatian beberapa orang karena matanya yang bengkak.



Clara mulai mengikuti arahan yang ditunjuk Mr Tan. Dan dari kejauhan ia dapat melihat dua orang wanita dan seorang gadis kecil yang terlihat menunggu.


“Chal!”


Clara tersentak saat melihat Tiffany yang menggunakan baju belang dan rok levi's pendek terlihat melambaikan tangan kearahnya. Tiffany memang selalu cantik dan fashionable dimanapun ia berada.



“Kau.. Kau ikut Tiff?”


“Jack mengajakku liburan untuk menemanimu. Dan kebetulan sekali aku tidak harus ke kantor hari ini. Dan tidak mungkin juga aku menolaknya, kan?” Clara tersenyum tipis melihat reaksi Tiffany. Ia rasa Jack berhasil untuk membuat moodnya naik dengan mengajak Tiffany ikut bersama mereka.


“Aunt Chal! Aunt Chal!”


“Hai Anne cantik.”


Clara kini berjongkok dan menatap seorang gadis kecil yang berusia tujuh tahun itu. Anak dari Judy, kakak Jack. Dan bahkan Jack juga mengajak Judy dan Anne, pria itu benar-benar membuatnya tidak merasa kebosanan di perjalan bisnis kali ini.


“Kak kau juga ikut.” Clara kini berdiri dan memeluk Judy.


“Jack juga memintaku untuk menemanimu Chal, ia berkata kau suka merasa bosan jika harus ditinggal sendirian di Hotel.”


Jack benar-benar membuat perjalanan bisnis ini menjadi liburan baginya. Ia cukup menyesal sudah berteriak kepada Jack kemarin malam. Sebenarnya Jack adalah pria yang penyayang dan penuh perhatian. Tapi terkadang sifat posesif dan protektifnya itu muncul, pria itu bisa begitu sangat kasar padanya.


“Dimana Jack, Kak?”

__ADS_1


“Ia sudah terbang tadi pagi karena harus mengurus beberapa hal.”


“Kurasa Jack benar-benar sangat sibuk belakangan ini.”


Clara berucap pelan, ia merasa menyesal atas sikapnya pada Jack kemarin malam. Ditengah kesibukan Jack, ia bahkan malah meminta pernikahan padanya, yang sebenarnya ia juga belum terlalu memikirkannya. Namun ia tidak bisa mengendalikan emosinya semalam, seolah kata-kata yang pernah Jack ucapkan mengenai tidak memikirkan untuk menikah dengannya terlintas dipikirannya dan membuatnya begitu marah.


Terlebih ucapan Mary kemarin juga begitu mengena pada dirinya, mengenai Jack yang akan membuangnya. Apa Jack akan melakukan itu padanya? Clara menggelengkan kepalanya. Ya, walaupun Jack suka memukulnya, namun ia tahu jika Jack juga begitu mencintainya, hanya cara pria itu saja yang salah.


...----------------...


Kini mereka berempat mulai menjejaki kakinya di Rome-Fiumicino International Airport, salah satu Bandara terbesar di Roma, Italia. Penerbangan yang hanya memakan waktu sekitar tiga jam itu membuat mereka sedikit lelah, terlebih Anne yang terlihat begitu takut ketika take off dan landing. Gadis kecil itu mencengkeram lengan sang Ibu dengan begitu kuat, membuat beberapa cakaran kecil pada lengan Judy.


Mereka berempat mulai menuju pintu keluar Bandara dan menemukan Jack yang terlihat menunggu mereka. Anne kini berlari kearahnya dan memeluk Jack. Anne hanya bisa memeluk paha Jack, itu karena Jack yang begitu menjulang.


“Hai gadis cantik Uncle Jack.” Jack kini berjongkok dan membalas pelukan Anne.


“Kalian sudah sampai, maaf karena meminta kalian pergi ditengah kesibukan.”


Setelah memeluk Anne, Jack berdiri. Bahkan pria itu langsung berjalan kearah Clara dan mengambil koper di tangan Clara. Tiffany dan Judy yang melihatnya hanya tersenyum, bahkan dengan reaksi spontan seperti itu, mereka berdua begitu tahu jika Jack sangat mencintai Clara.


“Aku?” Clara menatap Tiffany bingung.


“Tentu saja. Jika bukan karena kau kesepian di Hotel, aku mungkin tidak akan pernah pergi ke Italy.”


Jack, Judy, Clara dan Tiffany kini tertawa. Tiffany memang selalu mencairkan suasana, inilah mengapa Clara begitu nyaman didekatnya. Tiffany adalah pribadi yang jujur walaupun terkadang kata-katanya menyakitkan. Tapi bagi Clara itu jauh lebih baik daripada hanya baik didepannya, namun busuk dibelakang.


“Kalian ada rekomendasi tempat untuk hari ini? Spesial hari ini, waktuku hanya untuk berjalan-jalan keliling Roma."


“Yeay!”


“Let’s Go!”


Anne dan Tiffany mulai berteriak kegirangan, bahkan kedua gadis itu bergandengan tangan menuju mobil yang terparkir outdoor, diikuti Judy dan juga Mr Tan berjalan dibelakang mereka. Sedangkan Clara hanya menatap mereka yang mulai berjalan menjauh.

__ADS_1


“Maaf mengenai semalam.”


Clara mulai berucap pelan, Jack menatap Clara dengan tersenyum. Jack sangat tahu, jika ia begitu sering menyakiti Clara. Namun jauh dilubuk hatinya, membahagiakan Clara adalah prioritas utama untuknya.


“Tidak perlu meminta maaf, aku sudah begitu sering memintamu melakukan banyak hal tanpa tahu kau ingin melakukannya atau tidak. Aku yang seharusnya minta maaf Chal.”


Clara tersenyum, permintaan maaf dari Jack adalah suatu yang sangat jarang ia dapatkan. Clara berharap, dalam waktu cepat ini Jack akan berubah seperti dulu.


“Terimakasih banyak untuk hari ini Jack, aku mencintaimu.”


Jack tersenyum menatap Clara. Tidak ia pungkiri, entah apa yang membuat ia begitu tidak ingin kehilangan sesosok Clara. Clara begitu istimewa. Pertama kali ia melihat Clara ketika keadaan lampu merah dan seorang gadis dengan rambut hitam terurai menyeberang tepat didepan mobilnya, sejak saat itu ia begitu terpesona. Sangat terpesona. Untuk pertama kalinya dalam hidup Jack, ia merasakan jatuh cinta pandangan pertama.


Clara dan Jack kini mulai berjalan menyusul mereka. Jack menatap Clara intens, ia dapat melihat senyuman Clara yang tidak terlepas dari wajahnya sedari tadi. Apa Clara sebahagia itu? Sepertinya Clara tidak pernah sebahagia ini ketika pergi hanya berdua dengannya. Setidaknya tidak dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini. Ia merasa Clara tidak bahagia dengannya. Tapi ia pun tidak bisa, tidak bisa membebaskan Clara begitu saja. Ia tidak ingin kehilangannya. Clara kini mulai memasuki mobil dan diikuti Jack.


“Mau kemana kita hari ini?”


Jack menatap belakang kursi penumpang. Anne dan Judy yang berada dikursi tengah, dan Clara Tiffany berada di kursi belakang. Sedangkan Mr Tan menyupir dan juga Jack duduk disampingnya.


“Kita bisa pergi ke hotel dulu untuk menaruh barang-barang.” Judy mulai berbicara. Tiffany dan Clara mengangguk menyetujui. Terlebih Tiffany juga merasa ingin kembali ber makeup karena harus melakukan vlog di Italy. Ayolah, ini adalah pertama kalinya di Italy dan ia tidak mungkin jika tidak mengambil beberapa selfie dan kesehariannya disini.


"Oke, Baiklah." Jack kini memberikan kode kepada Mr Tan dan mobil mulai berjalan.


“Apa Dean menghubungimu Chal? Dia lima kali mengirim pesan untuk menanyakan keberadaanmu.”


Clara tersentak atas ucapan Tiffany, dengan cepat ia mencubit paha Tiffany, membuat gadis itu kini menatapnya kesal. Mata Clara kini beralih menatap Jack yang berada di kursi depan, Jack terlihat nyaman dan seolah tidak terusik. Apa pria itu tidak mendengarnya?


“Apa yang kau lakukan? Kau menyakitiku!”


“Bisa untuk TIDAK membicarakan kerjaan disaat kita sedang liburan Tiff?”


Clara kini berucap tajam dengan menatap Tiffany nanar. Seolah Clara memberi kode, dan seketika Tiffany membungkam mulutnya. Ia cukup tahu bagaimana cemburunya Jack jika Clara dekat dengan pria lain, dan ia melakukan kesalahan kali ini.


“Maaf, aku minta maaf.” Tiffany berbisik dan menatap Clara dengan tatapan menyesal.

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2