
...Happy Reading...
Senyuman Mary kini mengembang kala ia merasakan Jack mulai membalas gandengan tangannya. Beribu pasang mata dan potret kamera kini seolah tertuju hanya kepada mereka. Hari ini tepat pelelangan tiba, rencananya dengan Jack yang sudah ia bangun selama beberapa minggu belakangan ini. Puncaknya untuk menjatuhkan Chris.
“Setidaknya bersikap lah selayaknya sepasang kekasih, hanya untuk hari ini.”
Mary berbisik pelan, Jack menarik napas dalam dan membuangnya perlahan. Pria itu kini tersenyum simpul kala flash kamera mulai menyoroti wajahnya. Ia bukan selebriti dan ia sangat membenci menjadi sorotan seperti ini.
Pikiran Jack kini melayang pada kejadian kemarin pagi, saat dimana Clara menampar wajahnya dengan begitu keras. Saat matanya menatap wajah Clara yang penuh kekecewaan. Clara tidak tahu apapun mengenai hubungan pura-puranya dengan Mary, dan ia berharap Clara dapat menunggunya, setidaknya sampai hari ini berakhir, hari pelelangan ini.
“Apa hubungan anda akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius Tuan Hilton?”
“Bagaimana rasanya menjadi kekasih Tuan Hilton, Nona Thompson?”
“Pasangan emas adalah julukan kalian, bagaimana pendapat anda Tuan Hilton?”
Jack menarik napas dalam dan membuangnya dengan kasar saat pertanyaan demi pertanyaan itu dilayangkan wartawan padanya. Apa para reporter ini tidak bisa untuk TIDAK menanyakan mengenai hubungannya dengan Mary? Bahkan ia bukan selebriti yang kisah cintanya menjadi konsumsi publik. Untung saja dari dulu ia tidak pernah mengekspos Clara ke media, gadis itu pasti tidak akan nyaman dengan pertanyaan seperti ini.
Pertanyaan-pertanyaan kecil itu kini dijawab oleh Mary dengan elegan dan senyuman. Terlihat jelas ia begitu lihai memainkan perannya, berbanding terbalik dengan Jack seolah begitu muak berada disana. Seolah tubuhnya begitu sesak diantara puluhan wartawan itu.
Pertanyaan demi pertanyaan yang dilayangkan beberapa reporter itu seolah berhenti ketika sebuah limosin hitam kini terparkir rapi didepan red carpet. Jack bernapas lega, entah siapa yang datang, tapi yang jelas orang itu menyelamatkannya.
Beberapa wartawan yang mengelilingi Jack dan Mary kini mulai berjalan kearah limosin yang pintunya mulai terbuka lebar, Jack dapat melihat dengan jelas Chris yang keluar dengan setelan jas rapi dan wajah yang begitu cerah. Jack tersenyum sinis, pertanyaan dari wartawan untuk Chris pasti tidak jauh perihal terjalinnya hubungannya dengan Mary. Bagaimana tidak, menggabungkan Son Group dengan GrantHill Company, itu pasti membuat Chris atau Will Group mulai tertekan.
*Son Group \= Perusahaan Mary Thompson
Will Group \= Perusahaan Chris Willams
__ADS_1
GrantHill Comps / GrantHill Company \= Perusahaan Jack Hilton*
“Ohh.. Hell, tidak mungkin.”
Mary berbisik pelan, Jack hanya menatap gadis itu dengan bingung. Jack dapat melihat Mary yang menatap kearah Chris dengan pandangan tidak percaya. Jack hanya mengerutkan keningnya dan kembali menatap Chris. Namun pandangan bingung Jack itu sama terkejutnya ketika Chris mulai membantu seorang gadis turun dari limosin itu dengan begitu lembut.
Rahang Jack seketika mengencang, Jack mengepalkan tangannya kuat. Seketika rasa amarahnya kini mengalir disetiap inci tubuhnya. Bagaimana tidak, beberapa meter dari tempatnya berdiri, ia dapat melihat Chris yang kini menggandeng Clara dengan balutan dress berwarna biru.
Bahkan baju mereka terlihat begitu serasi bak sepasang pengantin baru yang berjalan di red carpet.
Beberapa wartawan yang tadi masih mengelilingi Jack dan Mary kini benar-benar mulai beralih menuju Chris dan Clara, jika Jack dan Mary adalah pasangan emas, maka Chris dan Clara adalah mutiaranya. Terlihat mereka benar-benar begitu menawan, terlebih Clara terlihat sangat asing dan begitu cantik.
“Tolong beri jalan, beri jalan untuk pasanganku.”
“Sabar Jack, sabar. Jangan terpancing.”
Bisik Mary pelan, Mary sangat tahu bagaimana tempramen Jack jika itu berkaitan dengan Clara. Apa Clara disini untuk balas dendam kepada mereka setelah apa yang dilihatnya kemarin pagi? Mary dapat melihat dengan jelas Clara tersenyum canggung, terlihat sekali jika Clara kurang nyaman dengan situasi ini.
“Ohh heii Tuan Hilton, Nona Thompson.”
Chris kali ini berhenti tepat dihadapan mereka berdua. Jack menarik napas dalam dan membuangnya dengan kesal. Pria licik, ia sedang menguji kesabarannya. Mata Jack kini beralih menatap Clara, Jack dapat melihat dengan jelas ada tatapan yang tidak bisa ia baca dari Clara. Mengapa, mengapa Clara melakukan ini padanya? Bermain bersama Chris? Tidakkah garis itu sadar jika ia melakukan ini semua karena berusaha untuk melindunginya? Tapi Clara seolah dengan penuh kesadaran malah memasukkan dirinya kedalam jebakan seorang Chris Willams.
Jack menatap dengan kesal bagaimana beberapa wartawan itu tersenyum cerah kearah Clara. Saat bagaimana gadis itu bahkan memakai dress yang cukup terbuka, membuat pasang mata seolah tidak bisa lepas dari Clara. Dengan bahu yang terbuka dan dress sebatas paha, menampilkan dengan sangat jelas paha putih Clara yang selama ini berusaha ia tutupi. Sial! Chris benar-benar membuatnya diambang kesabaran.
“Perkenalkan ini kekasihku, Clara Villegas. Pasti kau sudah mengenalnya kan, Jack?”
__ADS_1
Mary dapat melihat dengan jelas kini Chris tersenyum simpul, terlihat dengan jelas pria itu seolah tersenyum penuh kemenangan yang bahkan pelelangan ini belum dimulai.
Clara kini menatap Jack dengan khawatir, Jack tidak pernah bisa menahan amarahnya. Dan Clara sangat takut ledakan amarah Jack akan ia luapkan disini, dimana ada puluhan wartawan yang siap merekam mereka. Pikiran Clara kini kembali pada map cokelat yang diserahkan Chris beberapa hari lalu di rumah sakit. Chris berusaha untuk menjebak Jack, dan ia berusaha untuk menolong Jack dengan mengiyakan permintaan Chris untuk datang kesini.
Pandangan Clara kini beralih pada genggaman erat Jack dan lengan Mary, Clara tersenyum kecut. Ia bodoh berada disini karena takut kehilangan Jack, nyatanya pria itu terlihat begitu nyaman dengan Mary. Memang apa yang kau harapkan, Chal?
“Aku Clara Villegas, senang bertemu dengan kalian.”
Ucap Clara pelan dan menunduk dalam, Jack hanya menatap gadis itu sinis dan kembali mengalihkan pandangannya. Ia benci, ia sangat membenci berada disituasi seperti ini, saat dimana Clara tidak berada disisinya dan ia tidak dapat melakukan apapun.
“Kau salah langkah Jack, aku sudah menemukan kelemahanmu.” Chris kali ini tertawa kecil dan berbisik pada Jack, Jack mengepalkan tangannya kuat. Amarahnya sudah diambang batas.
“Ayo Sayang, diluar sini dingin.” Ucap Chris lembut dan merangkul bahu Clara yang memang terbuka, Jack tertawa kecil dan menekan kalimatnya.
“Persetan dengan pelelangan ini."
Satu bogem mentah kini dilayangkan Jack tepat pada pipi kanan Chris, membuat pria itu kini jatuh terjungkal kebelakang. Beberapa wartawan yang memang melihat perseteruan itu kini tidak ingin kehilangan momen. Jack kini mulai menindih tubuh Chris dan memukulnya secara membabi buta. Ia sudah tidak peduli lagi, tubuhnya sudah tidak dapat ia kendalikan saat Chris dengan seenaknya mengelus lembut bahu putih Clara, itu membuatnya benar-benar hilang kendali.
“Jack, cukup Jack, Jack!”
Mary kini berteriak kesal dan mencoba memisahkan Jack dari Chris. Usahanya sia-sia saja, Jack pasti akan terpancing jika itu berkaitan dengan Clara, sia-sia sudah perjuangannya untuk pelelangan hari ini selama beberapa minggu terakhir. Ia dan Chris pasti di disqualified karena berperilaku seperti ini. Dan pasti itu yang memang Chris inginkan.
Dua orang bertubuh tinggi besar kini mulai menghampiri mereka dan berusaha melerai kegaduhan itu. Dan tidak ada hitungan menit kini Jack sudah ditahan oleh keduanya. Chris kini tertawa, bahkan saat mulut pria itu sudah bersimbah darah.
“Bodoh, Jack bodoh.”
To be continue...
__ADS_1