Toxic Relationship

Toxic Relationship
Beautiful Daughter


__ADS_3

MENGANDUNG ADEGAN DEWASA! (18+)


Lebih bijak dalam membaca!


...Happy Reading ...


“Masuklah!”


Clara kini menatap Jack dengan senyuman geli. Clara dapat melihat kekasihnya itu terlihat begitu gugup didepan pintu yang terbuka. Jack mengambil napas dalam sebelum melangkahkan kaki kedalam rumah kediaman Clara.


Ia sebenarnya begitu gugup, ketika harus bertemu dengan Nyonya Villegas setelah sekian lama. Terlebih bagaimana dirinya yang meninggalkan Clara disaat gadis itu tengah mengandung anaknya. Kemungkinannya adalah, ia akan sedikit dimaki oleh Nyonya Villegas atau lebih parahnya ia langsung diusir dari rumah ini. Dan ia harus menyiapkan semua itu.


“Clara, kau sudah pu-“


Tepat beberapa meter dari tempat mereka berdiri, kini terlihat Nyonya Villegas yang menatap mereka berdua dengan pandangan tidak percaya. Jack menelan salivanya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gagal.


“Selamat sore Ibu.”


“Jack!”


Jack maupun Clara kini begitu tersentak mendengar teriakan Nyonya Villegas. Wanita paruh baya itu menatap Jack dengan pandangan tidak percaya dan mulai menghampirinya


“Jack, kau kemana saja, Nak? Ibu merindukanmu. Apa urusan kerjaanmu sudah selesai?”


Jack kini tampak salah tingkah, ini tidak sesuai dengan ekspetasinya. Bahkan ia menyiapkan mental selama lima belas menit lamanya didalam mobil, dan menyiapkan ucapan permintaan maaf untuk Nyonya Villegas. Tapi kini wanita paruh baya itu menyambut kedatangannya dengan sangat baik.


“Ya, Bu. Maaf baru bisa datang menemuimu dan Clara.”


“Tidak, tidak Jack. Ibu yang seharusnya berterima kasih karena memindahkan kami disini. Lingkungan disini sangat cocok dengan Ibu.”


Clara tampak tertawa geli melihat wajah bingung Jack. Memang, selama satu tahun ini ia tidak pernah membicarakan yang sebenarnya terjadi mengenai Jack kepada sang Ibu. Bahkan ia berkata kepada Ibunya setelah Jack menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor di negeri lain, mereka akan segera menikah. Tapi siapa sangka, semua ucapan itu sekarang adalah sebuah kenyataan.


Ia sendiri tidak pernah membicarakan hal buruk pada Ibunya mengenai Jack. Clara sangat tahu betapa Ibunya sangat menyayangi Jack dan ia tidak ingin membuat sang Ibu kecewa. Terlebih Clara melihat bagaimana kesehatan sang Ibu yang semakin meningkat sejak kehadiran Katelyn dihidup mereka. Clara tidak ingin merusak itu semua.

__ADS_1


“Sini, sini ikut Ibu. Kau pasti ingin melihat putrimu kan.”


Nyonya Villegas kini menarik tangan Jack menuju lantai dua, dimana kamar sang cucu tertidur lelap. Jack hanya mengikutinya, sedangkan Clara hanya bisa mengekori mereka berdua dari belakang. Pintu terbuka, Jack dapat melihat dengan jelas sesosok bayi kecil yang tengah terlelap diatas box bayi.


Jack menatapnya tidak percaya, wajahnya bahkan begitu mirip dengannya. Dari mata bahkan hingga bibirnya. Jack mulai melangkah perlahan dan memandangnya. Clara hanya bisa tersenyum melihat wajah Jack yang tengah menatap sang putri. Terlebih bagaimana wajah teduh Jack yang memandangnya, seolah ia begitu takjub dengan mahluk kecil dihadapannya.


“Dia sangat cantik ya, Bu?”


Tanya Jack pelan, Nyonya Villegas hanya tersenyum tipis. Clara yang melihatnya hanya memandang kearah lain, dadanya terasa sesak karena rasa bahagia dan haru. Melihat Jack yang seolah begitu bahagia menatap putri mereka. Bahkan setelah pria itu menolak bayi itu dengan begitu keras, dan akhirnya sekarang ia telah luluh.


“Kau tidak ingin menggendongnya?” Tanya Nyonya Villegas lembut.


“Aku tidak ingin menganggu tidurnya Bu, ia terlihat sangat lelah." Ucap Jack dengan masih memandang putrinya, seolah ia sedang menatap pemandangan terindah dalam hidupnya.


“Baiklah, Ibu akan menyiapkan makanan dulu. Kau pasti lelah karena perjalanan jauh.”


Nyonya Villegas kini mulai meninggalkan ruangan dan menuju lantai satu. Setelah kepergian sang Ibu, Clara mulai memasuki ruangan dan menghampiri Jack yang masih memandang Katelyn dengan jarak yang cukup dekat.


“Kau tidak ingin menggendongnya?” Tanya Clara, Jack hanya menatap Clara sekilas dan kembali beralih pada sang putri.


“Aku tidak tahu jika ia akan begitu mirip denganku, bahkan ia perempuan.” Ujar Jack, Clara tersenyum mendengarnya.


“Itulah mengapa aku selalu merindukanmu jika melihat Kate.”


Jack tersenyum lembut menatap Clara. Selanjutnya Jack memeluk Clara erat. Kembali memberikan kehangatan satu sama lain. Clara kini membalasnya, dan tersenyum bahagia didalam pelukan mereka.


"Aku minta maaf dengan apa yang pernah keluargaku lakukan padamu, Chal. Aku minta maaf."


Ujar Jack lembut disela pelukan mereka. Clara hanya mengangguk, kehadiran Jack sudah membuat ia melupakan itu semua. Toh, dengan apa yang telah ia lakukan pada Jack. Ia rasa Tuan Hilton maupun Judy hanya ingin melindungi Jack darinya. Ia pernah bersama Chris dan hampir seluruh media memberitakan itu.


"Aku sudah melupakan itu semua Jack, aku yang seharusnya minta maaf karena tidak mempercayaimu sedari awal."


Ujar Clara lembut, Jack kini melepaskan pelukan mereka dan memandang wajah Clara. Wajah yang amat ia rindukan.

__ADS_1


"Apa kau mencintaiku, Chal?"


Jack kini menatap Clara dengan intens. Mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Jack, Clara menatap pria itu dengan bingung.


"Ya, tentu saja. Aku sangat sangat mencintaimu." Ujar Clara lembut dengan senyuman mengembang.


Mendengar ucapan Clara, Jack kini menatap Clara dengan senyuman misterius. Clara hanya menatap pria itu bingung. Apa ia salah bicara? Jack kini mulai melangkah menuju pintu keluar, dan menutup pintu itu, bahkan pria itu menguncinya.


“Jack, apa yang-“


Clara menatap Jack bingung, namun setelah melihat bagaimana senyuman Jack yang begitu mencurigakan ia mulai tahu kemana arah pikiran Jack. Sial! Dia terjebak. Apa sedari tadi Jack memikirkan hal seperti ini?


“Jack, ini di ruangan putrimu. Jangan bertindak aneh-aneh.”


Clara kini mulai berjalan mundur saat Jack berjalan mendekat kearahnya. Clara menelan salivanya, bahkan ia merasa terintimidasi di rumahnya sendiri. Jack menarik tangan Clara membuat tubuh Clara kini terjatuh dipelukannya.


“Aku akan bermain pelan Chal.” Bisik Jack tepat ditelinga Clara.


Setelah mengatakan kalimat itu, Jack kini mulai mengangkat tubuh Clara menuju salah satu pintu yang lain. Itu adalah kamar mandi. Bagaimana bisa Jack bahkan mengetahui setiap sudut rumahnya? Clara mulai mengerti, Jack pasti sudah mengincar ruangan ini sedari ia masuk kesini.


Jack kini mulai menurunkan tubuh Clara dilantai kamar mandi dengan lembut. Jack bahkan kembali mengunci pintu kamar mandi. Clara menatap Jack dengan pandangan tidak percaya. Bahkan pria itu sudah mengunci pintu kamar, dan sekarang pintu kamar mandi? Jack benar-benar tidak ingin diganggu oleh siapapun. Clara menelan salivanya, ia kini mulai gugup.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi, Jack kini berbalik dan mulai mencium bibir Clara dengan lembut. Kecupan kecupan singkat itu kembali ia rasakan, Clara tersenyum. Rasanya sudah begitu lama ia tidak merasakan setiap sentuhan lembut Jack seperti saat ini.


Napas keduanya mulai menggebu, kecupan singkat itu seolah membuat suhu udara meningkat. Kecupan itu mulai memanas, Jack menghisap lidah Clara, sedangkan Clara mengigit kecil bibir Jack. Kerinduan mereka kini tidak ada yang menghalangi.


Jack mulai melepaskan blouse milik Clara dengan tidak sabaran. Dan kini Jack dapat melihat dada Clara yang hanya ditutupi bra renda dengan warna biru laut. Clara kini merasakan wajahnya memanas, entah mengapa ia menjadi begitu malu. Terlebih bagaimana wajah Jack yang seolah takjub memandangnya.


Jack kini menyentuh wajah Clara untuk menatapnya dan kembali mencium bibirnya, kali ini dengan sangat lembut. Seolah Clara adalah porselin yang akan pecah jika ia menyentuhnya dengan sembarang. Tangan Jack kini mulai meremas paha Clara lembut. Tubuh Clara seolah bergidik dengan semua sentuhan Jack. Jack benar-benar membuatnya mabuk kepayang. Jack kembali mengelus pahanya dan kali ini meremasnya cukup kuat.


"Ahh.. Jack."


Jack tersenyum lebar saat mendengar lenguhan Clara. Ini yang sedari tadi ia tunggu, suara godaan Clara yang selalu membuat hasratnya meningkat. Jack kini melepaskan ciuman mereka dan mulai berbisik pelan.

__ADS_1


"Aku sudah menahannya saat di Vill's Bakery, tapi aku tidak mampu menahannya lagi Chal."


To be continue...


__ADS_2