Toxic Relationship

Toxic Relationship
Forgive


__ADS_3

...Happy Reading...


Philip kini menguatkan pegangan pada kemudinya. Tepat disebelahnya kini berada Tiffany Boston, seorang wanita yang sudah menyandang status sebagai istrinya hampir delapan bulan belakangan ini. Setelah mereka menjalin hubungan hampir tiga tahun lamanya dengan hubungan yang rumit, dan akhirnya ia berhasil menikahinya.


Tapi yang Tiffany tidak tahu, ia memiliki masa lalu yang kelam. Stevenson, itu adalah nama masa kecilnya yang menjadi nama belakangnya sekarang. Philip, baru ia kenakan nama itu setelah membangun kembali PH Group dari masa keterpurukannya. Dimana beberapa sahamnya bangkrut dan kembali berjaya, sejak itu ia menambahkan nama Philip dalam namanya.


“Tiff, aku minta maaf karena tidak mengatakan padamu sedari awal.”


Tiffany tidak bergeming dengan masih memandang keluar jendela. Ia benar-benar tidak percaya yang baru saja terjadi padanya. Apa ia sedang bermimpi? Philip secara terang-terangan membela Jack dihadapannya. Apa selama ini Jack dan Philip saling mengenal? Ia tidak menemukan jawaban itu.


“Jack adalah sahabatku sejak kecil, ia yang membantu perusahaanku untuk bangkit dari krisis ekonomi beberapa tahun lalu.”


Sahabat dari kecil? Jadi selama ini Philip dan Jack memiliki hubungan sedekat itu? Sepasang sahabat? Tiffany masih tidak percaya dengan pendengarannya kali ini. Bahkan hampir setiap hari ia mengucapkan seberapa bencinya ia pada Jack. Tapi Philip hanya diam, seolah menjadi pria bodoh yang memang tidak mengenal Jack selama ini. Philip benar-benar mempermainkannya.


“Tiffany, aku minta maaf.”


Ulang Philip dan menatap sang istri. Philip kini menepikan mobilnya dan menatap Tiffany. Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada mereka jika ia hilang fokus saat berkemudi. Mata Philip kini beralih menatap Tiffany dalam, Seharusnya ia tidak membentak Tiffany seperti tadi, pasti Tiffany begitu terkejut.


“Aku tahu, aku salah. Aku minta maaf telah membentakmu.”


“Kau sudah bersahabat dengan pembunuh itu sejak lama Phil! Untung saja kau tidak menjadi korban selanjutnya.”


Ucap Tiffany sarkas, Philip hanya menarik napas dalam dan membuangnya perlahan. Ia tidak ingin tersulut emosi. Bagaimanapun Tiffany tengah mengandung anaknya sekarang, ia tidak ingin Tiffany menjadi stress yang berlebih.

__ADS_1


“Jack adalah orang yang baik Tiff, ia hanya-“


“Orang yang baik? Orang baik itu sudah membunuh sepupuku Phil! Apa salah jika aku hanya menginginkan keadilan?!”


Suara Tiffany kini mulai meninggi. Philip menarik napas dalam dan menyentuh bahu Tiffany, berusaha menenangkannya. Namun Philip tidak terduga ketika Tiffany malah mendorongnya kuat, membuat tubuhnya membentur stir. Philip memandangnya tidak percaya.


“Kau bahkan tidak tahu apa yang terjadi malam itu kan, Tiff? Jack hanya ingin melindungi Clara. Ia hanya ingin melindungi sahabatmu."


Ucap Philip masih dengan lembut. Sejujurnya ia sudah mulai kesal ketika menerima perilaku kasar dari Tiffany. Tapi kesabarannya harus lebih besar sekarang. Ia tidak boleh egois.


“Apapun kejadian malam itu, Jack tidak berhak untuk membunuh Shawn.”


Ucap Tiffany dengan penuh penekanan. Philip kini mengepalkan tangannya kuat. Dadanya sudah bergerumuh keras karena emosi yang tertahan.


Philip kini menatap Tiffany penuh amarah. Sudah cukup sifat lembutnya selama ini. Inilah mengapa sedari dulu ia begitu sering putus dan kembali dalam hubungan tiga tahun mereka. Ego dan keras kepala Tiffany begitu besar, seolah ia buta karena kematian Shawn, yang jelas-jelas awal kesalahan adalah Shawn yang melakukannya.


“Jack tetap tidak berhak membunuhnya!”


“Aku akan melakukan hal yang sama jika itu terjadi padamu Tiff. Aku akan membunuh siapapun yang mencoba menodaimu.”


Ujar Philip dan menatap nanar kearah Tiffany. Tiffany hanya terdiam mematung mendengarnya, ucapan Philip seolah membuat bulu kuduknya seketika merinding. Jack dan Philip tidak ada bedanya.


“Dan kau juga akan membunuhnya?”

__ADS_1


“Aku tidak peduli, jika hanya pilihan itu yang dapat melindungimu.”


Philip kini menatap Tiffany dalam. Tiffany mengigit bibir bawahnya kuat, dadanya seketika terasa begitu sesak. Dengan jelas Philip dapat melihat air mata Tiffany mulai membasahi pipinya. Philip kini mulai memeluk istrinya itu dengan lembut. Ia berharap semua yang diucapkannya dapat menyadarkan Tiffany.


Ia tahu, ia sangat tahu betapa Tiffany begitu menyayangi Shawn seperti adik kandungnya sendiri. Terlebih Tiffany adalah anak tunggal, tapi ia tidak bisa terus menerus menuruti sifat egois istrinya.


Ia sebenarnya mengerti jika Jack salah bertindak malam itu, tapi Shawn juga tidak bisa dibenarkan. Terlebih ia begitu sering mendengar cerita Jack betapa traumanya Clara setelah kejadian itu. Entahlah, jika Jack tidak membunuh Shawn malam itu, pria itu pasti akan tetap membunuh Shawn bagaimanapun caranya. Ia pasti tetap menyalahkan Shawn atas trauma yang Clara alami. Tapi setidaknya Jack akan melakukannya secara diam-diam.


“Mengapa? Mengapa Jack begitu berarti untukmu Phil?” Tanya Tiffany disela tangisnya. Philip kini tersenyum tipis.


“Aku pernah mengkhianati Jack, tapi anehnya ia masih membantuku untuk membangun kembali PH Group yang nyaris runtuh. Dan sejak saat itu aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan membantunya apapun yang terjadi.”


Ujar Philip lembut, Tiffany tampak menyimak. Philip benar, Jack bukan pria yang jahat. Jika ia adalah pria jahat, Clara tidak mungkin begitu mencintainya. Bahkan setelah ia terbebas dari Jack, gadis itu masih tetap mencari keberadaan Jack. Dan ia telah salah melarang Clara untuk bersama orang yang dicintainya.


“Jika Jack tidak membantuku saat itu, kita tidak akan menikah seperti sekarang Tiff. Kau tidak akan mau menikahi pria miskin sebatang kara.”


Ujar Philip dan mulai tertawa, Tiffany menatap Philip dan memukul tangannya lembut. Selanjutnya Tiffany ikut tertawa dan menghapus airmatanya. Ia memang tidak bisa marah begitu lama dengan Philip.


“Kau benar, seleraku adalah pria tunggal kaya raya.”


Ujar Tiffany dengan percaya diri, mereka berdua kini mulai tertawa. Philip kini memeluk Tiffany dan mencium keningnya lembut. Tiffany adalah gadis pertama yang membuatnya begitu tergila-gila pada wanita. Ia tidak peduli dengan ego Tiffany atau sifat keras kepalanya, yang ia tahu, ia sangat mencintai wanitanya.


“Aku mencintaimu, Tiff.”

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2