
...Happy Reading ...
Clara termenung menatap luar jendela mobil. Sedangkan pagi ini Jack mengantarnya menuju kantor, setelah kemarin malam yang begitu menggairahkan membuat mereka cukup canggung pagi ini.
Clara menggeleng keras ketika bayangan kemarin malam seolah terus melintas di kepalanya. Ia kira kemarin akan menjadi malam yang menakutkan karena ia pergi bersama Tiffany dan juga Dean tanpa seizin Jack. Namun nyatanya ia salah, Jack bersikap begitu lembut padanya, bahkan sangat lembut. Apa sekarang Jack sedikit demi sedikit mulai berubah?
Sentuhan, pelukan, dan ciuman hangat Jack begitu membekas padanya pagi ini. Diam-diam Jack melirik Clara sekilas, sedangkan gadis itu tampak melamun. Jack sebenarnya cukup penasaran dengan apa yang berada dipikiran Clara. Akhir-akhir ini Clara lebih banyak melamun, terlebih wajahnya juga nampak selalu pucat.
“Kita sudah sampai, kau tidak ingin keluar?” Ucap Jack datar.
Clara menatap kearah Jack dan seketika merasakan wajahnya memanas, bahkan menatap Jack saja membuatnya salah tingkah. Entah berapa tahun ia tidak salah tingkah dihadapan Jack, tapi kini ia melakukannya lagi, seolah kembali menjadi remaja wanita yang sedang kasmaran.
“Ya.. Ya. Terimakasih banyak Jack.”
Jack yang melihat Clara salah tingkah hanya tersenyum tipis. Sebelum gadis itu keluar dari mobil, dengan cepat Jack mengenggam tangannya dan menariknya mendekat. Memberikan kecupan singkat di bibir gadis itu. Sedangkan Clara yang mendapatkan kecupan itu seketika menunduk dalam. Jack semakin melebarkan senyumannya melihat wajah Clara yang memerah. Mengapa Clara begitu imut dengan bertingkah seperti itu?
“Terimakasih, terimakasih banyak atas tumpangannya.”
Tanpa menunggu lagi, Clara keluar mobil. Jack tertawa kecil, entah sudah berapa tahun ia tidak melihat sikap Clara yang seperti itu. Ia menyukainya, sangat menyukainya. Jack menatap Clara yang sudah memasuki kantornya. Senyuman Jack seketika berubah sedih. Entah sampai kapan Clara tersenyum disampingnya. Namun cepat atau lambat ia tetap akan menyakiti Clara.
Clara kini berjalan cepat menuju kantornya, sedangkan jantungnya disana berdetak kencang. Bisa-bisanya ia salah tingkah dihadapan Jack, mengapa akhir-akhir ini ia begitu sering melakukan hal bodoh?
Duk!
Clara kini menjatuhkan tasnya ketika tubuhnya menabrak seseorang. Lagi dan lagi, hal bodoh terus ia lakukan.
“Maaf, aku minta maaf.” Clara berucap pelan dan mengambil tas miliknya yang terjatuh.
Saat Clara mendongakan kepalanya, ia dapat melihat Mary yang menatapnya dengan senyuman tipis. Clara menarik napas dalam dan membuangnya perlahan. Masalah apa lagi yang harus ia hadapi kali ini? Bahkan ini masih terlalu pagi untuk melibatkan dirinya dengan masalah.
__ADS_1
“Aku ingin bicara sebentar denganmu, ikut aku!” Mary kini berucap tajam dan berjalan kearah samping gedung kantornya. Untuk sekian kalinya Clara kembali menarik napas dalam sebelum mengikuti Mary.
“Apa kau pikir semua ancamanku itu hanya main-main?!”
Clara dapat melihat Mary yang menatapnya penuh amarah. Clara hanya terdiam, ia tidak tahu lagi bagaimana harus memberitahukan situasinya dengan Mary. Mengapa ia tidak meminta Jack untuk memutuskannya? Semua kendali ada di Jack, bukan dirinya.
“Aku lelah dengan semua ancamanmu Mary, kau begitu keras kepala.”
Plak!
Clara tersentak kala satu tamparan keras kini mengenai pipi kirinya. Ayolah, bahkan rasa sakit karena pukulan Leo padanya belum mereda dan kali ini Mary malah menambahnya. Clara mengepalkan tangannya kuat. Ia tidak pernah membalas siapapun yang menyakitinya, terlebih mantan sahabatnya ini. Tapi Mary benar-benar selalu membuatnya kesal.
"Jauhi Jack, Clara!"
“Aku mencintai Jack, dan Jack memilihku. Kau masa lalunya, dan tidak akan pernah menjadi masa depannya!”
Mary tampak tersentak dengan ucapan tajam Clara. Selanjutnya Mary tertawa lepas. Clara yang melihatnya hanya menatapnya dengan bingung. Apa ucapannya adalah sebuah lelucon?
Omong kosong macam apa yang Mary ucapkan kali ini? Teman? Setelah apa yang telah Mary lakukan padanya kini ia berkata menganggapnya sebagai teman? Clara masih menatapnya datar.
“Enam tahun aku menunggumu untuk menyerah dan sekarang kau mencoba melawanku?” Ucap Mary dengan senyuman sinis. Clara mengepalkan tangannya kuat.
“Jangan menangis jika aku benar-benar mendapatkan Jack.”
Mary tersenyum menyeringai. Clara hanya terdiam, kini rasa takut mulai menyelimutinya. Mary berasal dari keluarga terpandang. Dan kata-katanya itu bukanlah sebuah omong kosong belaka.
“Tidak, kau tidak akan mendapatkannya.” Ujar Clara tajam. Mary masih menatapnya dengan menyeringai.
“Apa yang kalian lakukan?”
__ADS_1
Clara maupun Mary tersentak ketika suara baritone pria terdengar ditelinga mereka. Beberapa meter dari mereka berdua terdapat pria yang menatap mereka dengan cukup penasaran.
“J.. Jack?”
Jack kini berjalan mendekat kearah mereka. Clara dapat melihat Jack yang tampak terkejut menatap kehadiran Mary. Memang, enam tahun lamanya ia menyembunyikan Mary dari Jack. Dan selama enam tahun pula ia tidak pernah menanyakan perihal hubungan Jack dengan Mary, dan yang ia tahu hanya Mary dulu adalah mantan kekasih Jack, itupun informasi dari Mary. Dan ia tidak tahu dari sisi Jack, lebih tepatnya ia tidak mau tahu. Ia hanya membutuhkan Jack yang sekarang, bukan masa lalu pria itu.
“Mary? Sedang apa kau disini?” Mary kini menatap Jack dengan gugup. Dengan cepat ia langsung menggandeng tangan Clara dan tersenyum simpul.
“Aku bertemu teman lama.”
“Oh, kalian saling mengenal?”
Jack kini tersenyum menatap kearah mereka berdua. Mary tampak mengangguk semangat, sedangkan Clara menunduk dalam. Ia terlalu bingung dengan situasi ini. Jack dapat melihat Clara yang tampak sedih. Ada apa dengan gadis itu?
“Untuk apa kau disini Jack?” Tanya Mary dengan senyuman lebar.
“Oh, aku ingin bertemu dengan tunanganku.”
Seketika Clara mendongakan kepalanya dan menatap Jack dengan tatapan tidak percaya. Jack hanya tersenyum tipis dan meraih tangan Clara, membuat gandengan Mary pada Clara terlepas. Sedangkan Mary yang mendengarnya mengepalkan tangannya kuat.
“Baiklah, kurasa aku harus pergi. Sampai jumpa Clara.” Tanpa menunggu jawaban, dengan cepat Mary meninggalkan mereka berdua. Setelah Mary sudah tidak terlihat, Jack kini menatap Clara dengan saksama.
“Kau mengenalnya?” Tanya Jack penasaran, sedangkan Clara hanya tersenyum tipis.
“Aku satu sekolah dengannya dulu.” Jack tampak mengangguk mengerti mendengar jawaban Clara.
“Kau mengenal Mary, Jack?” Clara kini menatap Jack dengan penasaran. Jack tampak berpikir, selanjutnya pria itu tersenyum tipis.
“Dia partner bisnisku.”
__ADS_1
To be continue...