
...Happy Reading...
Tubuh Jack yang tadinya melemah kini tampak kembali duduk tegak, hampir tiga jam ia menunggu kepulangan Clara dan juga Chris dan kini ia menemukan sebuah mobil SUV yang terparkir tepat didepan rumah Clara. Tatapan Jack memicing dan ia mengepalkan tangannya kuat saat melihat tawa keduanya dari dalam mobil. Entah apa yang mereka bicarakan tapi Jack dapat melihat dengan jelas Clara tampak mengeluarkan sebuah kertas dari amplop putih, Jack menatapnya dengan bingung. Tampak Clara tersenyum berseri-seri menatap kertas itu.
Setelah beberapa menit Jack dapat melihat percakapan keduanya dari dalam mobil, Clara kini keluar dari mobil Chris dan terlihat melambaikan tangan kearah mobil Chris yang mulai menjauh. Entah apa maksud Clara berada dipihak Chris, tapi gadis itu seolah tampak bahagia saat bersama Chris. Tidak seperti dengan dirinya yang penuh kegugupan dan ketakutan, Clara begitu sering tersenyum dan tertawa, dan itu benar-benar membuatnya naik pitam. Seolah kebersamaan keduanya memang sebuah hubungan.
Melihat mobil Chris yang benar-benar telah meninggalkan Clara, dengan cepat Jack keluar dari mobil dan menghampiri gadis itu. Tanpa basa-basi ia langsung mengambil sebuah amplop putih yang berada digengaman Clara dan membuka isinya. Jack benar-benar tersentak setelah melihat isi dari kertas itu, sebuah check up kehamilan dengan beberapa foto USG. Jack meremas kertas itu dengan kuat.
“Kau bahkan melakukan check up kandungan bersama Chris?!"
Melihat Jack yang telah meremas check up miliknya dengan kesal Clara langsung mengambil itu semua dari tangan Jack dan menatapnya dengan tajam.
“Lalu apa kau ingin melakukannya denganku? Bahkan kau masih tidak bisa menerima bayi ini Jack.”
“Bukankah kau sudah benar-benar keterlaluan Clara?”
Mendengar pertanyaan tajam dari Jack, Clara hanya terdiam. Bahkan ia tidak melakukan apapun seperti yang Jack kira. Chris hanya ingin memanaskan hubungan mereka dan Jack yang selalu terpancing dengan sifat tempramen yang dimilikinya.
“Bahkan aku tidak pernah bergelayut mesra dengan Chris dan kau sudah menyebutku keterlaluan? Lalu apa yang kau lakukan padaku Jack?”
Jack kini mulai tertawa kecil dan mengacak rambutnya frustasi, entah dari mana ia harus menjelaskan ini semua pada Clara. Clara telah salah paham akibat langkah bodoh yang ia buat. Nyatanya ia tidak pernah mengikuti pelelangan saham itu dan bahkan ia tidak bisa melindungi Clara. Ia benar-benar kehilangan keduanya.
__ADS_1
“Tidak bisakah kau menerimaku kembali Chal? Tidak bisakah hubungan kita kembali seperti dulu lagi?"
Jack kini mengenggam tangan Clara dan menatap gadis itu dengan pandangan memohon. Entah apa yang bisa ia lakukan selain ini, seberapa keraspun ia mencoba, jika Clara tidak memilihnya maka semuanya sia-sia. Kehilangan Clara jauh lebih menyakitkan dari pada kehilangan semua usaha yang ia lakukan pada pelelangan saham itu. Clara adalah segalanya.
“Jack, aku.. aku..”
Clara tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Ia begitu bimbang, ia melakukan ini semua untuk keselamatan Jack dan juga karena ancaman Chris padanya. Dan Jack tidak mengerti akan hal itu.
“Apa ini semua karena Tiffany? Apa kau benar-benar sudah dihasut olehnya?”
“Apa? Apa yang kau katakan Jack?”
“Tiffany adalah kaki tangan Chris, kau bahkan tidak mengetahuinya?”
“Bahkan setelah apa yang kau lakukan padaku dan kini kau menyalahkan Tiffany?"
Clara kini menatap Jack dengan kesal, Jack hanya berdecak. Entah apa yang harus ia lakukan untuk membuat Clara kembali padanya. Ia benar-benar memiliki jalan buntu.
“Chris, apa yang dijanjikan Chris sampai kau bahkan memilihnya?”
“Apa yang dijanjikan Mary sampai kau bahkan ingin menikahinya?”
__ADS_1
“Tidak bisakah kau hanya menjawabku saja Clara?!"
Clara dapat melihat kini Jack mengepalkan tangannya kuat, terlihat jelas ia seolah menahan amarah.
“Jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan, aku akan masuk.”
Ucap Clara dan mulai berjalan menuju pintu. Jack hanya berdecak kesal dan memejamkan matanya. Ia terlalu tertutup pada Clara mengenai perjuangannya selama ini. Ia berusaha keras untuk menghilangkan semua trauma Clara dan benar-benar membuat gadis itu membencinya sekarang.
“Apa enam tahun memang hanya akan menjadi sebuah kenangan Chal?”
Pertanyaan pelan Jack kini mampu membuat Clara terdiam seketika. Gadis itu, kini menelan salivanya dan mengigit bibir bawahnya. Tidak, sejujurnya ia tidak ingin hubungannya dengan Jack berakhir. Namun ada perjanjian dengan Chris yang harus ia tepati.
Selanjutnya Clara tersenyum kecil. Apa memang hubungannya dengan Jack terlalu memaksa? Bahkan saat ia hanya ingin menjadi istri resmi dari seorang Jack Hilton dan hidup bahagia seperti dulu lagi, tapi seolah angan itu malah semakin jauh.
“Jika kau memilih untuk masuk kedalam sana, maka kuanggap kau menyudahi hubungan kita Chal.” Ucap Jack pelan, ia berusaha untuk membuat Clara lebih lama bersamanya.
“Maaf Jack, aku minta maaf.” Tanpa mengucapkan kalimat apapun, Clara kini mulai berjalan pelan memasuki rumah. Jack tersenyum kecut.
"Apa ini yang memang kau inginkan Chal?"
To be continue...
__ADS_1