
Kata yang bercetak miring adalah masa lalu
...Happy Reading...
Mata Clara kini beralih menatap Jack dari jendela kamarnya, ia menatap jam dinding besar yang bertengger diatas pintu. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, dan hampir tujuh jam Jack tidak meninggalkan rumahnya dengan mobil yang masih terparkir rapi seperti tadi pagi.
Apa pria itu tidak makan? Apa pria itu tidak memiliki kerjaan? Apa pria itu tidak lelah? Pertanyaan demi pertanyaan kini bersarang di kepala Clara. Ia begitu khawatir dengan keadaan Jack namun ia enggan untuk sekedar menemuinya. Bahkan sejak pertemuannya dengan Jack tadi pagi, pria itu sama sekali tidak memberitahunya mengenai hubungannya dengan Mary. Pria itu hanya sekedar meminta maaf.
Kaki Clara kini mulai melangkah menuju sebuah map cokelat yang berada diatas kasur small size miliknya, dengan perlahan ia membuka map itu. Terlihat sebuah kertas dan beberapa foto yang diberikan oleh Chris beberapa hari lalu, sewaktu ia masih dirawat di rumah sakit yang super membosankan itu.
Flashback BAB 42 : REVEAL
“Kau bisa membukanya.” Ucap pria itu pelan.
Dan tanpa bertanya lagi, Clara mengeluarkan beberapa kertas yang berada di dalam map itu. Wajah Clara kini tampak terkejut. Kertas demi kertas kini mulai ia baca dengan teliti, dan ada beberapa foto didalam sana. Clara kini memandang kertas itu dengan gelisah, dan ia kini menatap pria itu yang tengah tersenyum kepadanya.
“Bisa aku meminta sesuatu padamu Clara?”
“Dari mana.. Dari mana kau mendapatkan ini semua?”
Tanya Clara dengan suara pelan, ia masih menatap foto demi foto dengan tatapan tidak percaya. Dihadapannya kini ada hasil autopsi Shawn Walker, disana tertera jelas ada luka memar pada kepala belakang pria itu dan sebuah luka tusukan tepat di jantungnya yang menyebabkan pria itu tewas ditempat.
Bahkan disana juga terdapat beberapa foto bukti pecahan kaca. Clara ingat, pasti Jack menusuknya menggunakan botol alkohol yang sempat ia pukulkan pada kepala Shawn. Tapi bukankah Jack sudah membuang mayat Shawn seolah menjadi sebuah kecelakaan? Bahkan Clara masih ingat dengan jelas bagaimana beberapa suruhan Jack yang membuang dan membakar mobil Shawn dijurang. Tapi mengapa? Mengapa pria dihadapannya ini masih memiliki bukti ini semua?
“Aku Chris Willams, tidak ada yang tidak bisa kulakukan.”
Clara dapat melihat dengan jelas pria itu kini tersenyum simpul padanya, Clara hanya menatapnya dengan was-was. Sebenarnya siapa pria ini? Apa pria ini tengah mengancamnya?
“Apa yang kau inginkan dariku?” Mendengar pertanyaan Clara, Chris tersenyum simpul.
__ADS_1
“Jadi pasanganku selama satu bulan ini, maka aku tidak akan menyerahkan bukti ini ke polisi.” Clara menatap pria didepannya dengan tajam. Ia tidak tahu apa motif dibalik pria ini.
“Apa keuntungannya untukmu?” Tanya Clara pelan, Chris semakin memperlebar senyumnya.
“Aku hanya ingin Jack tidak mengikuti pelelangan saham beberapa minggu lagi, aku ingin meraup semua saham disana. Aku memang sedikit serakah.” Chris mulai tertawa kecil dan menatap Clara intens. Sedangkan Clara masih memandang pria ini dengan waspada.
“Perusahaan Jack tidak ada hubungannya denganku.” Ucap Clara tegas.
“Jangan merendahkan diri Clara, kau bahkan jauh lebih berarti dari GrantHill bagi Jack. Bukankah kau juga tidak ingin Jack dipenjara? Kita sama-sama diuntungkan disini."
Clara kini menatap kearah lain, ia mengigit bibir bawahnya kuat. Apa yang harus ia lakukan? Terlebih Jack tidak pernah menjenguknya beberapa hari terakhir. Kini ia menatap Chris intens, bagaimanapun ia harus menyelamatkan Jack kan?
“Baiklah, hanya satu bulan. Dan kuharap kau menepati janjimu.”
“Tentu Miss Villegas.”
Clara kini tersentak saat sebuah suara memanggil namanya, ia dapat melihat Tiffany kini berada didepan pintu kamarnya dengan pandangan bingung. Dengan cepat Clara langsung memasukkan beberapa kertas dan foto kedalam map cokelat. Tiffany tidak tahu mengenai kematian Shawn, dan ia harap sampai kapanpun Tiffany tidak akan mengetahuinya.
“Ohh Tiff, ada apa?”
Memang, semenjak ia kembali dari rumah sakit, Tiffany lebih sering berkunjung dan menginap untuk sekedar menemaninya. Namun ia tidak menyangka Tiffany akan masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
“Aku melihat mobil Jack terparkir didepan, apa kau menemuinya?”
“Tidak, tidak, ah maksudku ya! ya! Aku sempat menemuinya tadi pagi.”
Melihat gelagat aneh dari Clara, Tiffany mulai berjalan mendekati sahabatnya itu. Dengan cepat Clara langsung menyembunyikan map cokelat itu dibawah bantal miliknya. Clara merasakan jantungnya berdetak kencang.
“Ada apa Chal? Kau tampak begitu gelisah. Apa Jack kembali menyakitimu?”
__ADS_1
“Tidak, Tidak Tiff. Aku hanya, hanya kelelahan beberapa hari ini."
Tiffany kini duduk diatas kasur small size milik Clara dan menatap sahabatnya itu, jelas sekali memang wajah Clara tampak lebih pucat dari biasanya. Tiffany menatapnya dengan iba, ia tidak bisa membantu apapun untuk Clara.
“Kuharap jangan pernah bertemu dengan Jack lagi Chal, aku takut kau disakiti lagi olehnya.”
Mendengar ucapan Tiffany, Clara hanya terdiam. Kini matanya menatap Tiffany dengan intens, seolah ucapan Jack beberapa jam lalu terngiang-ngiang dikepalanya.
“Tiffany adalah kaki tangan Chris, kau bahkan tidak mengetahuinya?”
Namun dengan cepat Clara menggeleng, berusaha untuk menepis itu semua. Tidak, tidak mungkin Tiffany kaki tangan Chris. Tiffany bahkan tidak mengetahui mengenai kematian Shawn, jika ia memang mengetahuinya Tiffany pasti sudah sangat membencinya karena secara tidak langsung telah membunuh sepupunya itu.
“Tiff, boleh aku menanyakan sesuatu padamu?” Tanya Clara pelan, Tiffany kini menatap sahabatnya itu dengan sebuah senyuman hangat.
“Mengapa, mengapa kau begitu membenci Jack, Tiff?”
Pertanyaan Clara seolah membuat Tiffany tersentak. Clara masih menatap sahabatnya itu dengan intens, seolah meneliti dengan jelas setiap ekspresi Tiffany mengenai pertanyaannya.
“Jack terlalu sering menyakitimu Chal. Lihat! Bahkan luka lebammu benar-benar menghilang sejak tidak pernah bertemu dengan Jack belakangan ini.”
Clara kini tersenyum tipis mendengar jawaban Tiffany. Memang, tidak seharusnya ia meragukan Tiffany. Tiffany hanya ingin kebahagiannya, semuanya pasti tidak ada hubungannya dengan Jack yang telah membunuh Shawn, terlebih seperti yang Jack ucapkan, bahwa Tiffany adalah kaki tangan Shawn. Pria itu salah besar.
“Dan juga Jack sudah berselingkuh dengan Mary dibelakangmu Chal, kau bahkan tidak ingat saat kau ke kantor Jack, dan menemukan Mary yang tengah bermesraan dengan Jack? Seharusnya kau bisa menebak mengapa aku begitu membenci Jack."
“Ya, Tiff. Kau benar.” Senyuman Clara seketika memudar setelah mendengar ucapan Tiffany. Kini keraguannya yang sempat menghilang seolah malah kembali.
‘Jack bermesraan dengan Mary? Bahkan aku tidak pernah menceritakan itu semua padamu Tiff. Tapi kau, mengetahuinya?'
To be continue...
__ADS_1