Toxic Relationship

Toxic Relationship
Choice


__ADS_3

...Happy Reading ...


Jack kini kembali membuka-balikkan file dihadapannya, selanjutnya pria itu melemparnya diatas meja kerjanya. Pikirannya sedari tadi tidak bisa fokus, bayangan Clara yang tengah hamil terus mengganjal di kepalanya. Ia takut, ia begitu takut jika Clara akan mempertahankan bayi mereka.


Ia masih mengingat dengan jelas beberapa tahun lalu Judy yang hampir kehilangan nyawanya karena melahirkan Anne, itu membuatnya sangat tidak nyaman. Ia begitu mengingat dengan jelas beberapa kantung darah yang dibutuhkan Judy karena ia memiliki anemia. Dan ia juga sangat tahu jika Clara memiliki penyakit yang sama. Terlebih setelah itu hubungan Judy dan Leo juga begitu merenggang karena kelahiran Anne, ia begitu takut untuk kehilangan itu semua. Ia sangat takut kehilangan Clara, dan ia memilih keselamatan Clara dari pada apapun itu.


Dan Clara tidak bisa mengerti posisinya. Rasa takutnya mengalahkan segalanya. Biarkan Clara menganggapnya pria jahat, yang terpenting keselamatan Clara jauh lebih utama dari segalanya.


“Permisi Tuan, ada yang ingin menemui anda.” Jack tersentak ketika asistennya memasuki ruangannya.


Jack menatap sang asisten dengan pandangan bingung.


“Aku tidak memiliki janji dengan siapapun saat ini."


“Tapi, Tuan-“


Brak!


Jack dan juga sang asisten tersentak ketika ruang kerjanya kini didobrak seseorang.


“Halo Tuan Hilton.”


Jack kini menarik napas dalam saat seorang wanita dengan rambut sebahunya kini telah berada didepan pintu. Ya, siapa lagi yang bisa menerobos masuk kantornya jika bukan wanita ini. Seharusnya ia tidak begitu heran.


“Baiklah, kau boleh keluar.” Ucap Jack, sang asisten kini membungkuk dan keluar ruangan. Meninggalkan atasannya dengan seorang wanita yang ia sendiripun tidak mengenal wanita ini.

__ADS_1


“Ada apa Mary? Waktuku terbatas.”


Mary kini tampak terkikik geli. Pandangannya kini beralih mengitari setiap detail ruangan Jack. Semuanya nampak berubah banyak, setelah beberapa tahun terakhir ia tidak pernah datang hanya untuk sekedar menyapa Jack.


Sebenarnya ia dan Jack pernah memiliki suatu hubungan spesial, namun karena satu kesalahan konyolnya pada saat itu, mereka memutuskan untuk berteman. Ia pernah ketahuan berselingkuh dibelakang Jack. Dan ia berselingkuh dengan salah satu sahabat Jack. Dulu Jack memiliki sifat yang cenderung datar dan hambar baginya. Namun setelah ia melihat bagaimana hubungan Jack dengan Clara, ia begitu iri.


Dan juga ia menjalin hubungan dengan Jack karena kedua orang tua mereka yang menjodohkannya. Dan hubungan itu awalnya hanya ia anggap main-main, namun ternyata setelah ia kehilangan Jack, ia salah. Jack begitu berarti baginya, tidak ada pria pengertian dan perhatian seperti Jack. Dan ia begitu menyesali semuanya, bahkan hingga hari ini.


“Begitukah sifatmu menyambut kedatangan teman lamamu ini, Tuan Hilton?” Jack kini menghentikan aktifitasnya dan menatap Mary dengan tajam.


“Mungkin aku akan menyambut kedatanganmu dengan lebih baik jika saja kau tidak menyakiti kekasihku.”


Mary kini tampak terkejut dengan ucapan tajam Jack. Ternyata Jack sudah mengetahui kejadian itu, ia kira Jack hanya berpura-pura bodoh didepan Clara.


“Baiklah, baiklah, aku minta maaf karena kejadian itu. Aku disini untuk membahas hal lain.”


“Aku sedang sibuk, kau tidak melihat itu?”


Jack kini berucap datar dengan masih melihat file menumpuk dihadapannya. Pikirannya benar-benar sedang kacau, setelah kejadian Clara dan kini Mary malah semakin membuatnya hilang fokus.


“Kau mengenal Shawn Walker, Jack?”


Melihat Jack yang seketika menghentikan aktifitasnya membuat Mary tersenyum lebar. Ia sudah tahu jawabannya hanya dari tatapan Jack. Dengan masih tersenyum Mary mulai berjalan menuju sofa milik pria itu.


“Kudengar namamu ada kaitannya dengan kematian pria itu.” Mary kembali melanjutkan dan tersenyum misterius. Jack tersenyum sinis.

__ADS_1


“Kau menyelidikinya untuk menjatuhkanku?” Mendengar pertanyaan Jack kini Mary tertawa keras, seolah Jack sedang membuat leluconnya dengan sangat baik.


“Kau begitu meremehkanku, Jack. Aku bahkan sangat tahu bagaimana kejadian itu terjadi. Jika aku memang ingin menjatuhkanmu, aku sudah melakukannya sedari dulu." Ucap Mary dengan masih tertawa, Jack kini benar-benar menutup file yang digengamnya dan menatap Mary dengan intens.


“Baiklah, sekarang apa yang kau inginkan?”


Jack kini mengerti dengan tujuan Mary datang ke kantornya. Bahkan membutuhkan waktu sekitar tiga jam dari tempat Mary berada, dan gadis itu rela datang sejauh itu karena ingin ia membungkam mulutnya.


“Apa yang aku inginkan? Tunggu, kau pasti mengira aku akan mengkhianatimu kan Jack?” Kali ini Jack benar-benar menatap Mary dengan bingung. Jika bukan Mary ingin memanfaatkan keadaan ini, lalu apa yang ia inginkan?


“Pesaing bisnismu sedang menyelidiki kematian Shawn Walker secara diam-diam.” Jack kini menatap Mary bingung. Pesaing bisnisnya?


“Chris?” Jack kini menatap Mary dengan ragu. Sedangkan Mary tersenyum sinis.


“Apa ada nama selain Chris yang cukup mengancammu?”


Jack kini menggeleng, tidak ada nama lain yang lebih mengancamnya jika bukan Chris. Chris Willams. Pria yang hampir dua tahun ini bersaing dengannya mendapatkan investor besar. Dan sejauh ini, ia masih unggul dengan pencapaiannya.


“Aku sudah mencoba mencari dalang yang menyelidiki kematian Shawn secara diam-diam, tapi aku tetap tidak menemukannya.” Mary berucap pelan. Pandangan Jack kini menatap Mary dengan intens. Apa Mary berada dipihaknya?


“Lalu, apa yang harus aku lakukan?” Mary tersenyum lebar, ini adalah kesempatannya. Selama enam tahun ia menunggu kesempatan ini, dan sebentar lagi ia akan mendapatkannya.


“Kau sangat tahu jika ingin menjatuhkan Chris kau harus membutuhkan bantuanku kan Jack?” Mary kini berjalan mendekat kearah kursi utama milik Jack dan mendekatkan bibirnya pada telinga Jack dan berbisik pelan.


“Pilih antara tinggalkan Clara, atau membusuk di jeruji besi?”

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2