
...Happy Reading...
Clara kini menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan, ia memijit kepalanya. Kepalanya begitu pening, terjerat dengan semua jebakan orang berharta memang tidak ada habisnya.
Jika ia dengan Jack hanya orang biasa, akankah semuanya sesulit ini? Pikiran Clara kini melayang, terbang bersama khayalannya.
Jika Jack hanya orang biasa, pastinya pria itu tidak harus berurusan dengan bisnis sialan dan persaingan seperti ini. Kelicikan yang ia hadapi di bisnis benar-benar membuat kepalanya nyaris pecah. Ia adalah orang bodoh, ia tidak tahu menahu bagaimana cara bisnis bekerja.
Clara kembali menatap kartu nama yang diberikan Mary beberapa jam yang lalu. Nama disana benar-benar nampak tidak asing baginya, namun ia benar-benar lupa akan hal itu. PH Group? Ia seperti pernah membahasnya sebelumnya. Apa dengan Jack? Iya, mungkin ia pernah mengenalnya sebagai kawan Jack.
Mata Clara kini dapat melihat dengan jelas Tiffany yang tampak menelepon seseorang disamping rumahnya. Clara mengerutkan keningnya, terlihat jelas Tiffany yang tampak begitu kesal dengan seseorang diseberang telepon. Diam-diam Clara bersembunyi dibalik sebuah pohon dan menatap gadis itu dari kejauhan.
“Kau bahkan tidak memberitahuku semua itu?!”
Terlihat Tiffany yang seolah begitu murka, Clara masih mengintip dari balik pohoh dan berusaha mendengar percakapan yang terjadi dari jarak yang cukup jauh.
“Aku sudah menjadi budakmu selama satu tahun, dan kau menyembunyikan kematian Shawn setelah mendapatkan semua buktinya?!”
Clara tersentak, teriakan Tiffany begitu terdengar jelas dari tempatnya berdiri. Tiffany benar-benar tidak mengetahui mengenai kematian Shawn. Ia rasa Chris juga mengkhianati gadis itu. Karena Clara cukup yakin seseorang diseberang sana, yang bercakap dengan Tiffany adalah Chris.
“Aku bahkan hampir membuat Clara menghadapi kematian, kau benar-benar licik Chris.”
__ADS_1
Clara masih berada diposisinya, percakapan antar keduanya seolah begitu menarik untuk Clara. Menghadapi kematian? Sebenarnya apa yang dibicarakan Tiffany? Apa Tiffany berusaha untuk mencelakainya? Apa gadis itu diam-diam sudah menusuknya dari belakang? Clara tersenyum kecut, didunia ini benar-benar tidak ada orang yang dapat dipercaya.
“Baiklah, baiklah! Tapi kau harus berjanji satu hal padaku Chris.”
Tiffany kini mulai mengecilkan volume bicaranya, Clara kini benar-benar berusaha memekakan telinganya. Bahkan suara Tiffany hampir tidak terdengar olehnya. Kini tampak Tiffany memandang sekitar, seolah memastikan tidak ada yang mendengar ucapannya kali ini.
“Buat Jack untuk dihukum mati, aku tidak ingin melihat wajahnya untuk selamanya.”
“Tiff?”
Clara kini keluar dari persembunyian. Tiffany benar-benar terkejut dan langsung mematikan panggilan yang terhubung. Tiffany dapat melihat Clara yang kini memandangnya dengan pandangan tidak percaya.
“Privasi? Menusukku dari belakang merupakan salah satu privasimu?” Mendengar ucapan Clara, kini Tiffany semakin tersentak. Sejauh apa yang Clara dengar? Tiffany menelan salivanya, kali ini ia mulai begitu gugup.
“Dengar Chal! Aku melakukan semua ini demi kebaikanmu. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu.”
“Dengan mencoba untuk membunuhku?” Tiffany mulai berdecak kesal. ****! Ia benar-benar sudah tertangkap basah, bahkan ia tidak bisa menghindar lagi sekarang.
“Membunuhmu? Aku hanya membantumu untuk menyelinapkan obat tidur di rumah sakit. Kau yang bahkan meminumnya dengan semua kesadaranmu.”
Ucap Tiffany penuh pembelaan, Clara tersenyum sinis. Sahabatnya yang hampir tujuh tahun ini secara diam-diam ingin menyingkirkan kekasihnya, dan bahkan berani mengorbankan nyawanya. Siapa lagi yang harus ia percaya di dunia ini?
__ADS_1
“Mengapa kau sebenci itu dengan Jack, Tiff?"
Tanya Clara yang kini dengan airmata yang menggenang. Dadanya begitu sesak setelah pengkhianatan sahabatnya yang sudah sangat ia percayai ini. Bahkan semua ini jauh lebih menyesakkan ketimbang dirinya yang melihat secara langsung kemesraan antara Jack dan juga Mary. Pengkhianatan Tiffany jauh lebih menyakitkan baginya.
“Dia telah membunuh Shawn Chal! Monster itu sudah membunuh sepupuku!”
“Itu karena Shawn nyaris memperkosaku Tiff! Sepupumu itu telah melecehkanku!”
Clara kini berteriak kencang, luka lama yang berusaha ia tutupi dari Tiffany kini terbuka dengan sangat lebar. Clara mulai menangis sesegukan, bahkan setelah kejadian Shawn ia menangis setiap malam, bahkan ia hampir tidak ingin melepaskan semua pakaiannya barang semenit saja. Pelecehan yang ia rasakan dari orang terdekatnya begitu membekas, terlebih selama bertahun-tahun ia begitu mengagumi Shawn.
Mendengar ucapan Clara, Tiffany kini tampak begitu terkejut. Selanjutnya gadis itu tersenyum sinis. Tidak, tidak mungkin Shawn melakukan itu semua. Itu semua pasti hanya akal-akalan Clara agar dia tidak terlalu membenci Jack. Semua itu pasti tidak benar.
“Kau dan omong kosongmu Clara.”
Clara tersenyum kecut, seperti dugaannya, Tiffany tidak akan mempercayainya begitu saja. Terlebih ia tahu bagaimana tempramen Jack yang tidak bisa terkendali belakangan ini, yang tidak diketahui Tiffany adalah, Jack seperti itu karena kejadian Shawn melecehkannya. Jack bahkan tidak pernah menyakitinya sebelumnya jika semua itu tidak terjadi.
“Aku tidak peduli kau mempercayaiku atau tidak Tiff, tapi memang seperti itu faktanya. Aku.. Aku sangat kecewa padamu Tiff.”
Clara kini menghapus airmatanya dan mulai berlari ke dalam rumah. Tiffany hanya menatap sahabatnya itu dengan kosong. Pikirannya berusaha menyangkal semua ucapan Clara mengenai Shawn, namun hatinya berkata lain. Mungkinkah Clara benar? Bahkan Jack tidak akan berbuat nekat jika semua itu tidak berkaitan dengan Clara, kan?
To be continue...
__ADS_1