
One year later...
Jack kini memandang sekitar, tepat beberapa meter dihadapannya ia menatap Judy yang tengah melambaikan tangan dengan senyuman miliknya. Jack mengambil napas dalam dan membuangnya perlahan, kini ia meregangkan tubuhnya, menikmati bagaimana udara luar. Hukuman yang ia jalani sebagai seorang pembunuh selama satu tahun ini begitu melelahkan. Bagaimana banyak perkelahian yang ia dapatkan dalam selnya.
Sebenarnya kehidupan penjara tidak terlalu buruk baginya, jika kau punya kekuasaan itu memang akan jauh lebih mudah. Namun nyatanya ia tidak mendapatkan privilege apapun didalam sana. Entah Judy atau ayahnya pasti ingin memberikan sedikit pelajaran hidup padanya. Karena ia sendiri begitu yakin, jika ayahnya telah turun tangan mengenai hal ini, ia pasti tidak perlu repot-repot untuk terjerumus dalam penjara. Dan ia sendiri begitu enggan untuk memohon pada pria paruh baya itu untuk membantunya. Toh nyatanya memang ia pembunuhnya dan ia harus menghadapi semua konsekuensinya.
“Bagaimana kehidupan didalam sana?”
Judy kini berlari menuju adiknya, Jack hanya mengangkat bahu, seolah begitu enggan untuk membahasnya. Judy hanya tertawa kecil, selama Jack didalam sana ia yang mengurus GrantHill yang hampir runtuh itu. Walaupun beberapa saham diluar negri harus ia jual untuk menutupi kerugian, tapi itu setidaknya tidak membuat GrantHill harus gulung tikar.
“Kurasa GrantHill membutuhkanmu secepat mungkin Jack." Ucap Judy dan memandang sang adik. Jack hanya mengangkat bahu, seolah tidak tertarik.
“Entahlah kak, aku ingin menikmati hidupku dulu sebentar.”
Judy tersenyum mendengar ucapan sang adik. Seharusnya memang seperti ini, Jack harus beristirahat sebentar dalam dunia bisnis. Mungkin didalam penjara benar-benar banyak memberikannya pelajaran hidup.
“Dimana Anne? Pasti ia sudah semakin besar sekarang."
Ujar Jack ketika mereka mulai berjalan menuju mobil sedan yang tidak jauh dari sana. Jack hanya menatap mobil sedan itu dengan sendu, mobil itu begitu mengingatkannya dengan seseorang. Mobil yang hampir setiap hari dipakainya untuk menjemput gadis itu, bahkan mobil yang sama saat ia menunggu gadis itu selama berjam-jam di halaman rumahnya.
“Anne begitu meningkat belakangan ini, tapi ia merasa kehilanganku. Mungkin karena aku yang terlalu sibuk.”
Judy nampak tertawa kecil, Jack menatap kakak perempuannya itu. Walaupun Judy nampak bersikap biasa, tapi Jack begitu tahu ada kesedihan dalam nada ucapan wanita itu.
__ADS_1
“Apa kau meresa kerepotan mengurus GrantHill kak?”
“Tidak, tidak Jack. Aku senang membantu."
Judy kini tersenyum kecil menatap adiknya. Jack kini memasuki mobil miliknya, disana terdapat Mr Tan dan juga Gary, asisten pribadinya yang duduk di kursi depan. Sedangkan Jack dan Judy duduk dikursi belakang. Melihat Mr Tan yang masih bekerja untuknya, Jack tersenyum. Untung saja Judy tidak menggantikan Mr Tan dengan orang lain, Mr Tan salah satu supir kepercayaannya. Dari sekian banyak supir pribadi yang ia miliki, hanya Mr Tan yang pernah ia percayai untuk mengantar Clara menuju kantornya.
"Senang melihatmu kembali Tuan."
Ucap Gary dan Mr Tan secara bersamaan, Jack hanya tersenyum tipis. Gary dan Mr Tan kembali menatap depan, lega rasanya melihat atasan mereka kembali. Walaupun Jack memiliki pribadi yang kadang tempramen, tapi tidak menutupi fakta bahwa ia adalah atasan yang begitu baik. Itulah mengapa mereka berdua begitu nyaman bekerja dengan GrantHill selama bertahun-tahun.
“Apa kau memiliki informasi mengenai Chris, kak?”
Tanya Jack dan memandang Judy dengan intens. Judy yang mendengarnya hanya melirik adiknya sekilas. Mobil kini mulai melaju, meninggalkan penjara yang cukup besar itu.
“Bukankah kau bilang ingin menikmati hidupmu dulu, dan kini kau menanyakan informasi mengenai Chris?”
Sebenarnya Judy tahu kemana arah pembicaraan sang adik, namun dengan cepat ia berusaha untuk menepis pertanyaan itu. Satu tahun telah berlalu, dan seharusnya Jack sudah melupakan gadis itu. Gadis itu sudah berkali-kali menyakitinya, dan ia tahu Jack tidak cukup bodoh masih mengharapkannya.
“Setelah kupikir, aku sudah cukup bersantai selama satu tahun ini. Dan saatnya aku membangun kembali GrantHill seperti dulu.” Ucap Jack, berusaha meyakinkan Judy.
“Beberapa bisnis Will Group sukses besar di luar negri, Will Group sudah begitu jauh meninggalkan kita Jack. Sedangkan aku masih berusaha membangun rangkanya.”
‘Bukan informasi seperti itu yang ingin aku dengar.’
__ADS_1
Jack kini memandang keluar jendela. Harus ada beberapa urusan yang harus ia lakukan sebelum benar-benar kembali membangun GrantHill. Dan ia rasa Judy orang yang tepat untuk mengurus GrantHill selama ia mengurus urusannya yang lain.
“Tuan, PH Group menghubungi anda.”
Gary, sang asisten kini menyerahkan ponsel yang digengamannya pada Jack. Jack hanya menatap pria itu bingung, bahkan ini adalah hari pertama ia keluar dari tahanan, dan ia tidak tahu jika Steve akan menghubunginya secepat ini.
Tepat dilayar ponselnya tertera jelas nama ‘Steve’ disana. Judy yang penasaran hanya menatap sang adik. PH Group? Kenapa ia menghubungi Jack? Bukankah semua urusan bisnis seharusnya melalui dirinya?
“Halo?”
“Aku menunggumu di Cafe pinggir pantai seperti biasa, ada yang harus aku bicarakan.” Suara Steve terdengar diseberang telepon. Jack mengerutkan keningnya, terdengar jelas ada yang tidak biasa dari ucapan Steve kali ini.
“Aku segera kesana.” Ucap Jack dan menutup panggilan.
“Kak, ada seseorang yang harus aku temui. Aku akan menurunkanmu di gedung GrantHill.”
Mendengar ucapan Jack, Judy menatap adiknya itu dengan heran. Ini adalah hari pertamanya ia keluar dari tahanan, dan bisa-bisanya ia memilih untuk bertemu dengan kenalannya dari pada berkumpul dengan keluarganya setelah sekian lama.
“Tapi Jack, Ayah ingin segera menemuimu.”
Ucapan spontan Judy membuat Jack menatapnya. Jack tersenyum kecut, pria paruh baya itu bahkan tidak bersedia membantunya satu tahun belakangan ini dan pasti ia ingin memerintah lagi seenak jidatnya setelah ia keluar.
“Tidak, ini jauh lebih penting.”
__ADS_1
To be continue...