Toxic Relationship

Toxic Relationship
Anger


__ADS_3

...Happy Reading...


Clara kini menatap arloji cokelat miliknya dan sesekali menatap layar ponselnya. Berita terbaru mengenai Jack kini belum muncul kembali pada berandanya.


Pikiran Clara masih melayang kepada Tiffany, satu-satunya sahabat yang dimilikinya. Ia telah begitu mengecewakannya, dan memilih untuk menuju GrantHill Company, berharap bertemu dengan Jack walaupun hanya beberapa menit. Ia ingin meyakinkan Jack bahwa ia selalu bersamanya, dan ia bersedia menjadi saksi atas kasus yang menimpa Jack. Walaupun mungkin ia juga akan menjadi tersangka karena telah menutup mulut selama bertahun-tahun.


Setelah memberikan beberapa lembar uang kepada sopir taxi kini Clara berlari menuju gedung besar itu. GrantHill Company yang memiliki tiga puluh lantai. Terakhir kali ia kesini dan ditahan oleh kedua penjaga perusahaan, dan ia harap sekarang tidak akan terulang lagi.


Clara dapat melihat berpuluh-puluh wartawan kini sudah membanjiri gedung GrantHill, Clara berdecak sebal. Mereka begitu menghalangi jalan, dan entah beberapa wartawan mungkin akan mengenalnya sebagai pasangan Chris.


Mata Clara membulat lebar kala ia melihat Judy dan beberapa bodyguard keluar dari gedung GrantHill, dengan penuh tenaga Clara mulai menyelipkan tubuh mungilnya diantara puluhan wartawan disana. Dan berhasil! Dengan berlari ia mulai menghampiri Judy yang terlihat terburu-buru menghindari beberapa wartawan.


“Kak! Kak!”


Clara mulai berteriak kencang, berharap Judy mendengarnya dari semua kebisingan disana. Dan berhasil, mata Judy kini menatap Clara yang tengah berlari menghampirinya. Clara tersenyum lebar, sudah sangat lama ia tidak berjumpa dengan Judy.


“Kak, dimana Jack? Apa Jack baik-baik saja?” Tanya Clara dengan penuh kekhawatiran.


Plak!


Beberapa wartawan yang tadi sibuk memotret dengan kebisingan seketika terdiam, sedangkan Clara tidak percaya dengan apa yang dirasakannya. Didepan semua wartawan kini Judy menamparnya dengan begitu keras, Clara menatap kearah kakak satu-satunya yang Jack miliki itu. Terlihat Judy yang menatapnya dengan penuh amarah.


“Kak?”


“Untuk apa lagi kau kesini? Bukankah kau senang membuat Jack menderita?!”


Suara Judy meninggi, Clara hanya menatapnya dengan bingung. Apa? Apa maksudnya ini semua? Clara hanya terdiam mematung. Seperti biasa, beberapa wartawan saling berbisik dan kembali memotret, mereka tidak ingin kehilangan momen. Bahkan beberapa kata seperti ‘kekasih Chris’ mulai terdengar di telinga Clara.


“Kak, aku... aku tidak bermaksud-“

__ADS_1


“Setelah Jack berusaha melindungimu dan kini kau malah bermain api dibelakangnya?!”


Kini Judy semakin berteriak histeris, Clara tidak melawan, karena semua yang Judy ucapkan hanya kesalahpahaman. Ia melakukan ini semua untuk melindungi Jack, tapi sekarang tidak ada orang yang dapat mengerti. Walaupun semua usahanya adalah sia-sia karena pengkhianatan Chris padanya. Tapi ia berusaha untuk melakukan yang terbaik dengan caranya.


“Aku minta maaf Kak, aku minta maaf.”


“Mengapa adikku bisa bersama gadis ****** sepertimu?! Jika kau tidak punya kekuasaan, setidaknya jangan bertindak bodoh!”


Clara merasakan dadanya bergetar dengan semua ucapan Judy. Hinaannya didepan banyak orang begitu menyakitkan hatinya. Clara mengepalkan tangannya kuat, berusaha untuk menahan air mata yang berusaha meluncur deras.


Plak!


Tamparan kedua dari Judy kini diterima Clara, darah segar kini mulai mengalir dari sudut bibir Clara. Clara hanya terdiam, terlihat jelas napas Judy yang menggebu-gebu, ia menatap Clara penuh amarah.


Untuk pertama kali dalam hidup Clara ia melihat Judy semarah ini, bahkan saat Leo menginjak-injaknya di Italia, Judy hanya terdiam mematung dengan mata berkaca-kaca. Namun kali ini berbeda, amarah Judy begitu meluap-luap.


“Wanita ****** gila! Kau harus bertanggung jawab jika adikku benar-benar sampai kena kasus pidana!”


Melihat atasan mereka, Judy Hilton yang tampak semakin liar dihadapan media. Dengan gerak cepat beberapa bodyguard dari GrantHill mulai memisahkan Judy dan menariknya untuk memasuki mobil. Keluarga Hilton pasti semakin memiliki reputasi buruk. Beberapa wartawan kini mulai mengejar Judy yang berusaha dibawa ke dalam mobil. Meninggalkan Clara yang masih mematung, seolah masih terkejut dengan apa yang terjadi padanya.


Namun secara tiba-tiba sebuah tangan kini mengenggam lengan kanannya dan menariknya menjauh menuju belakang gedung GrantHill. Clara nampak terkejut, namun keterkejutan itu digantikan dengan rasa takut setelah melihat seseorang dihadapannya. Ia rasa, ia akan mendapatkan ronde kedua dalam perkelahian.


“Ma... Mary?”


Clara begitu tahu Mary begitu membencinya. Melihat Judy yang sangat brutal padanya, tidak menutup kemungkinan jika Mary juga melakukan hal diluar batas. Ia tidak bisa menutup fakta bawah Mary pernah mendorongnya dari tangga.


“Jangan takut Chal, aku disini tidak untuk menyakitimu.” Ucap Mary lembut dan tersenyum pada Clara. Clara masih menatap gadis itu dengan waspada, kejadian Judy benar-benar membuatnya cukup trauma.


“Maaf karena aku tidak bisa membantu Jack sejauh ini.” Clara dapat melihat tatapan penuh penyesalan kini terpancar dari mata Mary, kini Clara sedikit lebih tenang.

__ADS_1


“Apa Jack baik-baik saja?” Tanya Clara khawatir, ia datang kesini untuk mengetahui keadaan Jack dan ingin menemui pria itu. Selepasnya itu urusan nanti.


“Ia sudah dibawa ke kantor polisi sejak tadi pagi, bahkan kami belum diperbolehkan untuk menemuinya. Mereka masih menginterogasinya.”


Mendengar ucapan Mary, Clara menelan salivanya. Apa Jack baik-baik saja? Apa yang akan pria itu hadapi kedepannya? Ia benar-benar sangat ketakutan.


“Dan juga, aku sebenarnya tidak memiliki hubungan apapun dengan Jack, Chal. Kami pura-pura menjalin hubungan untuk memancing Chris menyerangku. Karena aku lebih memiliki kekuasaan..."


Mary kini memberi jeda pada ucapannya dan menatapnya dengan sedih, terlihat jelas ia cukup kecewa dengan semua yang mereka lakukan. Clara hanya terdiam, berusaha untuk memahami semua ucapan Mary padanya.


...Tapi kenyataannya Chris tidak sebodoh yang dikira. Pria itu tetap mengetahui kelemahan Jack, yaitu kau Clara. Kelemahan Jack adalah dirimu.”


Clara merasakan jantungnya berdetak kencang, rasa bersalah kini benar-benar memuncak. Ingin rasanya ia menangisi setiap kebodohannya, rasa cemburunya benar-benar membutakannya. Tapi mengapa Jack tidak berterus terang saja padanya?


“Mary, sekarang apa yang harus kulakukan untuk membantu Jack?”


Clara kini menggenggam tangan Mary dan menatap gadis itu dengan pandangan memohon. Tidak pernah terpikir olehnya sedikitpun jika suatu saat ia akan meminta tolong kepada Mary untuk menyelamatkan Jack. Tapi sekarang ia tidak memiliki pilihan lain, ia tidak memiliki kuasa atas ini semua, dan sekarang hanya Mary yang dapat membantunya setelah melihat perlakuan Judy padanya.


“Maaf Chal, aku sudah tidak memiliki kuasa disini, sekarang reputasiku juga menurun karena seluruh media telah mengetahui hubunganku dengan Jack. Bahkan ayahku benar-benar murka dengan ini semua.” Clara kini menunduk lemah, ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia tidak ingin kembali bertindak gegabah.


“Tapi aku memiliki satu nama yang mungkin bisa membantumu Chal.”


Mary kini tampak mencari sesuatu pada dompetnya, dan ia memberikan sebuah benda berbentuk persegi panjang dengan warna abu-abu gelap. Clara menerima itu dengan penasaran, sebuah kartu nama.


“Kau bisa menghubunginya, dan aku yakin ia pasti akan membantumu. Aku pergi Chal, kuharap kita bisa bertemu setelah semuanya membaik.”


Tanpa menunggu lagi, Mary kini berjalan menjauh dan terlihat sebuah limosin menunggu dibelakang gedung. Sepertinya Mary berusaha menghindari wartawan. Clara kini menatap kartu nama yang tampak mewah itu, terlihat sebuah nama yang tampak tidak asing baginya.


“Stevenson?”

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2