
⭕ MENGANDUNG ADEGAN DEWASA!
⭕ BIJAKLAH DALAM MEMBACA!
...Happy Reading...
Jack meringis ketika obat merah itu mengenai luka pada punggung jarinya, pukulan bertubi-tubi pada tubuh Leo seolah tidak membuatnya puas. Terlebih saat ia mendengar jika Leo ternyata masih hidup dan kini sedang dirawat di rumah sakit. Seharusnya ia membunuh pria itu.
Jack menatap Clara yang terlihat berhati-hati mengoleskan obat merah. Pandangan Jack kini tertuju pada pipi kiri Clara yang membengkak. Bahkan dua gigi gadisnya patah karena pukulan Leo padanya. Jack menatap Clara dengan sendu, jika ia berada disana, Clara tidak akan seperti ini.
“Kenapa kau membela Judy?” Jack bertanya pelan dengan masih memandang Clara dengan intens. Clara hanya melirik Jack sekilas dan kembali memfokuskan perhatiannya pada luka Jack.
“Ia bicara sangat buruk tentang Anne, apa pantas jika aku hanya diam saja?”
Suasana kembali hening, ia bahkan tidak pernah sekalipun memukul Clara separah ini, dan bisa-bisanya pria lain menyakiti Clara tepat dihadapannya. Clara seolah tahan banting dengan pukulan. Bahkan gadis itu baru menyadari giginya patah saat berada di rumah sakit. Ia tidak menyadari jika pukulan Leo akan separah itu padanya.
“Apa sangat sakit Chal?”
Suara Jack kini begitu lembut, ia benar-benar tidak tega melihat Clara seperti ini, bahkan tanpa ia sadari, ia juga sering menyakiti Clara. Dan ia bahkan tidak ada bedanya dengan Leo.
__ADS_1
“Seharusnya kau membiarkan aku membunuhnya.” Ucap Jack dingin. Clara kini benar-benar menghentikan kegiatannya dan menatap Jack dengan cukup kesal.
“Lalu kau akan di penjara dan kita tidak akan pernah bertemu?”
“Bukankah itu yang memang kau inginkan?”
Clara kini menatap Jack cukup terkejut, ucapan Jack diluar ekspetasinya. Ia memang sering berpikir dan berbicara mengenai perpisahan dengan Jack, dan jika itu benar-benar terjadi apa ia akan baik-baik saja nantinya?
Hampir enam tahun lamanya ia begitu bergantung dengan Jack, mengenai pekerjaannya dan bahkan biaya hidupnya. Rumah cukup besar yang ia tinggali saat ini, hingga perawatan Ibunya, ia selalu bergantung pada Jack. Dan jika itu semua hilang dan ia berpisah dengan Jack, apa ia akan baik-baik saja? Sebenarnya sadar atau tidak, Jack seolah memanjakannya dengan materi yang ia miliki, tapi ia seolah berusaha tutup mata akan hal itu.
“Hampir setiap pertengkaran kau selalu berkata ingin bebas dariku. Dan jika aku di penjara, seharusnya kau senang karena bebas dariku, kan Chal. Apa aku salah?” Jack menatap Clara dengan sendu. Clara hanya menarik napas dalam dan menatap kearah lain.
Clara kini mulai menjauh dari Jack dan berjalan menuju kamar mandi. Namun sebelum ia mencapai pintu kamar mandi, secara tiba-tiba Jack menariknya dan mendorongnya kearah kasur empuk Hotel dan mengambil posisi diatas tubuhnya.
“J..Jack apa yang kau lakukan?”
Clara kini tergagap, ia tidak habis pikir dengan perilaku Jack padanya. Sedangkan Jack menatapnya dalam, lebih tepatnya kearah pipinya yang bengkak karena pukulan Leo. Entah apa yang berada dipikiran Jack saat ini, tapi ia melihat kebencian disana.
“Apa ini sakit Chal? Jika ini sakit, aku akan langsung datang pada Leo dan membunuhnya sekarang juga.”
__ADS_1
Jack berucap dengan nada rendah, Clara hanya menelan salivanya, seolah pria itu tidak main-main dengan ucapannya. Clara masih dibawah tubuh Jack dengan tatapan gugup dan takut, ia begitu bingung harus menjawab apa.
“Ti..tidak Jack, ini tidak terlalu parah untukku.”
Clara berucap pelan, Jack begitu tahu jika Clara tengah berbohong padanya. Dua giginya patah dan pipinya bengkak, mungkin ini adalah pukulan terkeras yang didapatkan Clara seumur hidupnya. Ia benar-benar merasa sangat kasihan dengan gadisnya.
“Lain kali jangan membela Judy maupun Anne jika akan terluka.”
Clara dapat mendengar suara Jack yang begitu lembut, pria itu bicara dengan hatinya. Clara kini menatap Jack tepat di manik matanya, ia dapat melihat ketulusan pria itu yang begitu dalam. Bagaimanapun keadaannya, Clara tetap sangat cantik dimatanya. Dengan sangat lembut Jack mengelus pipi bengkaknya, dan mulai mendekatkan kepala mereka.
Kedua benda lembut itu kini bertemu, mulai menyesap satu sama lain dengan penuh kasih sayang. Sepertinya hampir satu bulan terakhir mereka tidak pernah lagi melakukan kontak fisik sebagai pasangan. Satu bulan ini seolah penuh tantangan dan kesulitan bagi hubungan mereka, penuh airmata dan kekerasan.
Jack kini membalikkan tubuh Clara, membuat gadis itu kini berada diatasnya. Jack menarik tengkuk Clara, seolah ingin memakan mulut mungil gadisnya itu. Clara kini mulai membalas, walaupun Jack menciumnya dengan begitu lembut, namun lidah Jack yang bermain dimulutnya membuat giginya yang patah terasa sedikit nyeri, namun ia menyukainya.
Kini ciuman mereka terlepas, mereka memandang satu sama lain sebelum Jack kini mengincar leher putihnya. Menggigit kecil dan menjilatnya dengan penuh nafsu.
“Jack.. Ahh... ”
Clara kini meringis kala Jack mulai menggigit lehernya cukup kuat, pria itu berusaha membuat tanda. Namun Clara kini menikmatinya, lidah Jack yang mengitari lehernya seolah membuat perutnya geli, Jack begitu tahu dimana titik sensitifnya. Ia begitu melayang dibuatnya.
__ADS_1
To be continue...