
...Happy Reading...
Clara kini mengerjapkan matanya perlahan, ia merenggangkan tubuhnya. Dapat ia rasakan tidurnya begitu nyenyak, namun rasa pusing tiba-tiba menyerangnya. Clara berdecak dan mulai memegangi kepalanya, ini yang tidak ia sukai jika tertidur dengan dibantu obat tidur. Rasa pusingnya bahkan bisa menjalar sampai seluruh kepalanya.
Setelah ia rasa pusingnya mulai mereda, gadis itu menatap sekitar. Dan ia cukup terkejut mendapati Tiffany yang kini tengah duduk tepat disebelahnya dan menatapnya dengan penuh kekhawatiran. Melihat Tiffany, Clara hanya memandang sekitar dan sesekali melirik Tiffany dengan bingung.
“Are you okay Tiff?”
“What?!”
Clara dapat melihat Tiffany kini menatapnya dengan ketidak percayaan. Apa ia melakukan kesalahan lagi? Ia hanya terbangun dari tidurnya dan mendapati Tiffany yang tampak khawatir dan gelisah. Dan kini mulai menatapnya dengan kesal.
“Apa kau tahu sekarang hari apa Chal?”
Clara menatap Tiffany dengan ragu, mengapa Tiffany bertanya seperti itu? Clara tahu, pasti ia melakukan kesalahan lagi. Tapi ia benar-benar tidak tahu apa yang dilakukannya kali ini. Clara kini tampak berpikir sebelum menjawabnya. Ia tahu mood Tiffany sedang tidak baik-baik saja. Dan entah itu karena apa.
“Se..Senin?”
Jawab Clara dengan ragu. Tiffany tersenyum kecut mendengar jawaban Clara. Clara masih menatap Tiffany dengan bingung. Apa ia salah? Mungkin ini karena efek obat tidur yang kemarin ia minum secara berlebihan. Terkadang memang sering membuatnya hilang arah.
“Ini hari kamis Chal, kau koma selama tiga hari!”
Clara tampak terkejut mendengar ucapan Tiffany. Ia tidak salah dengar, kan? Ia meminum obat tidur hanya untuk beristirahat sejenak, ya walaupun memang sedikit berlebihan. Tapi itu karena sudah hampir dua hari ia tidak bisa tidur dan juga karena beberapa tekanan yang dihadapinya belakangan ini, tapi kini tidurnya malah berlebihan. Pantas saja tubuhnya terasa lelah dan ada selang oksigen pada hidungnya.
Melihat Clara yang terkejut, Tiffany hanya menatap gadis itu dengan menggelengkan kepala. Clara selalu keras kepala, awalnya ia kira Clara menenggak obat tidur secara berlebihan karena memang niatnya berbuat nekat seperti sebelumnya karena tahu hubungannya dengan Jack sudah berakhir. Namun setelah melihat Clara yang merenggangkan tubuhnya sehabis bangun dari koma, ia baru sadar dengan apa yang sudah terjadi.
__ADS_1
“Aku hanya.. Aku hanya ingin beristirahat Tiff, hanya itu.”
“Tapi Dokter sudah melarangmu untuk mengkonsumsinya Chal! Mengapa kau begitu keras kepala?”
Melihat Tiffany yang terlihat begitu marah padanya, Clara hanya menggigit bibir bawahnya. Pasti Tiffany seperti ini karena begitu mengkhawatirkannya, terlebih disini Tiffany lah yang sudah susah payah menemaninya. Pasti gadis itu juga merasa tanggung jawab dengan ini semua.
“Maaf Tiff, aku minta maaf.”
Ucap Clara pelan, Tiffany hanya menatap sahabatnya itu dengan prihatin. Seharusnya ia tidak memarahi Clara, tapi seharusnya Clara mengerti mengapa ia seperti ini. Ia bahkan hampir tidak bisa tidur karena begitu mengkhawatirkan Clara, dan Dokter pun hanya bisa menunggu Clara hingga sadar tanpa bisa melakukan apapun. Dan itulah mengapa Tiffany sangat khawatir dengan keadaannya.
“Maaf Chal sudah membentakmu, aku hanya-“
Tok! Tok! Tok!
“Tunggu sebentar, aku akan membukanya.”
Clara mengangguk mendengar ucapan Tiffany. Selanjutnya gadis itu mulai mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Tiffany benar, ini adalah hari kamis. Ia kira Tiffany hanya bercanda padanya, tapi melihat bagaimana ekspresi Tiffany, tidak mungkin jika gadis itu hanya bercanda.
Clara dapat melihat 3 panggilan tak terjawab dari Jack, Clara tersenyum kecut. Apa Jack tidak menjenguknya selama tiga hari ini? Apa pria itu tidak mengkhawatirkannya? Bahkan pria itu hanya menghubunginya tiga kali dan di hari yang berbeda. Untuk kedua kalinya pria itu berubah, pria yang dulu begitu protektif padanya kini tampak tidak peduli.
“Ada seseorang yang ingin menemuimu Chal.”
Tiffany kini berada dihadapannya, Clara hanya menatapnya dengan bingung. Ia tidak memiliki kenalan siapapun yang cukup dekat dengannya sampai repot-repot menemuinya seperti ini. Setelah ucapan Tiffany, kini seorang pria yang tidak dikenalinya tampak berdiri disebelah Tiffany.
“Apa aku mengenalmu?”
__ADS_1
Tanya Clara dengan bingung dan menatap dengan intens pria itu dari atas hingga bawah. Pria dengan setelan jas rapi dan memiliki tinggi menjulang, pria ini juga cukup tampan. Bagaimana style dan vibesnya begitu mengingatkannya dengan Jack.
“Halo Nona Villegas. Saya Chris Willams, teman dekat Jack Hilton.” Pria itu tampak tersenyum hangat padanya, Clara masih menatapnya dengan bingung. Untuk apa ‘teman dekat’ Jack menemuinya?
“Apa Jack terlibat masalah?”
Tanya Clara khawatir. Sebelum menjawab, pria bernama Chris itu kini tampak memandang Tiffany, dan Tiffany seolah mengangguk mengerti dengan pandangan pria itu.
“Tuan Arthur memintaku untuk kembali ke kantor Chal, aku akan menemuimu lagi nanti.”
Tuan Arthur? Apa Tiffany berbohong? Tanpa menunggu jawaban Clara, Tiffany kini mengambil tas miliknya dan keluar ruangan. Meninggalkannya dengan pria yang mengaku bernama Chris Willams itu. Jantung Clara mulai berdetak kencang. Rasa khawatir tiba-tiba kembali menyerangnya.
“Apa Jack baik-baik saja?” Tanya Clara dengan khawatir. Pria itu hanya tersenyum dan menduduki kursi tepat disebelah kasur milik Clara.
“Ia baik-baik saja, seharusnya akan baik-baik saja.”
Mendengar jawaban pria itu, Clara menatapnya dengan bingung. Selanjutnya pria itu menyerahkan sebuah map cokelat yang sedari tadi dibawanya. Clara hanya menatap map itu dengan bingung.
“Kau bisa membukanya.” Ucap pria itu pelan.
Dan tanpa bertanya lagi, Clara mengeluarkan beberapa kertas yang berada di dalam map itu. Wajah Clara yang sedari tadi penuh kebingungan kini tampak terkejut. Kertas demi kertas kini mulai ia baca dengan teliti, dan ada beberapa foto didalam sana. Clara kini memandang kertas itu dengan gelisah, dan ia kini menatap pria itu yang tengah tersenyum kepadanya.
“Bisa aku meminta sesuatu padamu Clara?”
To be continue...
__ADS_1