Toxic Relationship

Toxic Relationship
Begin (Flashback)


__ADS_3

⭕Kata yang bercetak miring adalah masa lalu


...Happy Reading...


6 years ago.


“Sejak mengenal Jack seolah kehidupanmu hanya ada Jack, Clara.”


Tiffany menatap Clara dengan tatapan tajam, sedangkan yang dibicarakan seolah tidak mendengar karena begitu fokus menatap layar ponselnya. Tiffany menarik napas dalam, kesabarannya selalu diuji. Enam bulan sahabatnya itu telah mengenal pria bernama Jack Hilton, dan enam bulan itu juga Clara jadi lebih sering mengabaikannya.


“Clara, kau mendengarku?!”


“Ohh, ah.. Tiff. Kau mengatakan sesuatu?”


Tiffany kembali menarik napas dalam, sedangkan Clara yang melihat wajah kesal Tiffany hanya tersenyum dengan memperlihatkan deretan gigi rapinya. Bagaimanapun juga ia tidak bisa marah kepada Clara, gadis itu begitu polos untuk dimarahi.


“Lupakan.”


Ujar Tiffany datar, Clara hanya mengangguk dan kembali fokus pada layar ponselnya. Entah apa yang dibicarakan Jack dengan Clara membuat gadis itu seolah melupakan dunia nyatanya.


Ting!


Pintu lift terbuka, Clara dan Tiffany kini berjalan beriringan menuju pintu keluar kantor. Jadwal kantor telah usai dan seharusnya setelah ini mereka memutuskan untuk pergi berbelanja jika saja tidak secara tiba-tiba Jack meminta Clara untuk pulang bersama.


“Maafkan aku Tiff. Aku janji besok akan menemanimu berbelanja. Ayolah Tiff, aku hanya bertemu dengan Jack seminggu tiga kali.”


Tiffany menghela napas. Clara dengan Jack memang hanya bertemu tiga minggu sekali, tapi pikiran Clara mengenai Jack hampir 24 jam sehari. Tiffany mengingat bagaimana setiap makan siang, Clara yang selalu menatap ponselnya bahkan jika waktu kerjapun ia masih sempat melirik kearah ponselnya. Itulah dimana anak muda sedang mabuk cinta. Dan Tiffany sudah tidak heran dengan itu.

__ADS_1


“Baiklah Clara. Hati-hati oke? Aku pulang dulu.”


Clara menatap Tiffany yang tersenyum tipis padanya. Clara sangat tahu jika Tiffany cukup kecewa padanya, ia berjanji pada gadis itu mengantarkannya memilih baju untuk pesta pernikahan temannya beberapa hari lagi. Tapi satu jam sebelum mereka keluar kantor Jack secara tiba-tiba mengabarinya untuk makan malam bersama. Dan bodohnya ia tidak bisa menolak Jack.


Clara menatap Tiffany yang sudah menaiki taksi. Selanjutnya Clara menatap sekitar, dan ia menemukan sebuah mobil sedan mewah terparkir di pojok lahan parkiran kantornya. Dengan senyuman mengembang Clara berjalan mendekati mobil itu. Namun sebuah tangan secara tiba-tiba memegang pundaknya membuat gadis itu terkejut.


“Hai, Clara!”


Clara menatap saksama seorang wanita dengan rambut sebahu miliknya kini memegang pundaknya dan tersenyum lebar. Apa ia mengenal wanita ini? Wajahnya terlihat tidak asing baginya.


“Kau...”


“Aku Mary, kau melupakanku?”


Clara memandang tidak percaya gadis dihadapannya ini. Mary Thompson, temannya saat mereka di bangku sekolah Menengah Atas. Seorang wanita primadona sekolah yang selalu membelanya jika ia mendapat perilaku tidak menyenangkan dari beberapa temannya yang lain.


Clara kini memeluk Mary erat. Clara sekarang ingat, beberapa hari setelah mereka lulus, Mary langsung keluar negeri untuk ikut ayahnya mengerjakan beberapa proyek disana. Selain sang primadona, Mary juga begitu kaya raya. Dan dulu ia begitu bahagia menjadi teman Mary.


“Emm.. Mungkin dua tahun atau tiga tahun?”


“Tidak peduli berapa tahun, aku sangat senang akhirnya bertemu denganmu.”


Clara berucap dengan senyuman mengembang. Ia begitu merindukan salah satu sosok sahabatnya itu. Salah satu dari sekian orang yang begitu berarti di hidup Clara.


“Mau makan malam denganku Chal?”


Senyuman Clara seketika meredup. Ia tampak bimbang dan melirik kearah salah satu mobil sedan mewah. Ia sudah berjanji untuk makan malam dengan Jack, terlebih ia juga sudah membatalkan janji dengan Tiffany.

__ADS_1


“Ada apa? Kau dijemput kekasihmu ya?” Mary kini berucap dengan nada menggoda, Clara yang mendengarnya tersenyum malu dan melambaikan tangannya.


“Tidak, tidak. Aku dijemput temanku.”


Clara masih dengan senyuman malu. Tapi memang itu kenyataannya, Jack belum menyatakan perasaan padanya. Toh, ia juga belum tahu maksud Jack mendekatinya karena memang cinta atau bosan belaka. Jack adalah pria kaya raya, jadi semua itu mungkin saja untuk pria itu. Dan lagi ia hanya seorang karyawan biasa. Kalau dipikir-pikir, Jack tidak akan cukup beruntung jika memilihnya sebagai kekasih.


“Apa dia Jack Hilton, Clara?” Clara kini tampak terkejut kala mendengar pertanyaan Mary, sedangkan Mary menatap Clara dengan senyuman tipis.


“Kau mengenalnya?”


“Dia mantan kekasihku, aku sudah menjalin hubungan dengannya satu tahun belakangan ini.”


Seketika Clara hanya terdiam mendengar ucapan Mary. Mary adalah mantan kekasih Jack? Clara tersenyum kecut. Mantan Jack sekelas Mary, lalu untuk apa Jack mendekatinya? Bukankah pria itu malah menurunkan standarnya? Clara kini merasakan dadanya sesak.


“Apa Jack sedang berusaha mendekatimu?” Pertanyaan spontan Mary membuat Clara kembali terkejut. Apa yang harus ia jawab?


“Tidak, Jack ingin berinvestasi dengan perusahaan tempatku bekerja. Kami akan makan malam sambil membicarakan bisnis.”


Entah itu jawaban konyol macam apa yang ia keluarkan. Cuma hanya itulah kapasitas yang bisa ia keluarkan dalam pertanyaan mendesak seperti ini. Clara menatap Mary yang terlihat mengangguk. Apa gadis itu percaya? Percaya dengan omongan anehnya?


“Baiklah, kalau begitu. Kupikir aku tidak harus bertengkar denganmu masalah ini.”


Clara hanya terdiam. Apa Mary ingin bertemu dengannya karena ini? Karena gadis itu ingin memperingatinya mengenai Jack? Sedangkan dirinya begitu senang dengan kehadiran Mary, tapi seolah bukan itu maksud kedatangan Mary padanya.


“Aku pergi dulu Clara, kuharap kau tidak membuatku kecewa!”


Ucap Mary dingin dan meninggalkan Clara yang hanya bisa mematung memandangnya. Jauh didalam lubuk hatinya, Clara merasakan kekecewaan yang besar. Pertama, karena mengetahui Jack adalah mantan Mary. Dan kekecewaan yang terbesar adalah setelah sekian tahun ia tidak pernah bertemu sahabatnya itu, dan kata-kata yang diucapkan Mary padanya adalah sebuah ancaman.

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2