
⭕Kata yang bercetak miring adalah masa lalu
⭕Mengandung Adegan Dewasa! (17+)
...Happy Reading...
5 years ago...
Clara tersenyum lebar ketika angin kencang kini berhembus, membuat surai rambutnya bagai menari mengikuti arah angin. Hari ini tepat satu tahun hubungannya dengan Jack, dan kini Jack mengajaknya berlibur menggunakan kapal pesiar pribadi miliknya. Awalnya ia menolak, namun Jack seolah memaksanya. Tidak seperti Jack yang memiliki kebiasaan menengah keatas, ini adalah pertama kali baginya menaiki kapas pesiar.
Clara tersentak ketika sebuah tangan kini melingkar pada pinggangnya dari belakang. Clara tersenyum ketika merasakan hembusan napas Jack pada lehernya. Jack kini menyandarkan dagunya pada bahu Clara, dan seketika Jack mencium harum lavender untuk kesekian kalinya. Aroma Clara selalu membuatnya candu.
“Apa kau senang Chal?”
Clara kini tersenyum dan mengangguk. Selanjutnya gadis itu menarik lengan Jack, seolah mengeratkan pelukan Jack pada pinggangnya. Angin yang berhembus kencang, pemandangan laut dan pelukan Jack, semua terasa sempurna bagi Clara.
Satu tahun belakangan ini Jack selalu memperlakukannya seperti ratu, lebih tepatnya putri dari khayangan. Jack selalu memanjakannya dengan semua perhatiannya. Walaupun akhir-akhir ini mereka begitu jarang bertemu karena kesibukan Jack yang semakin padat. Namun liburan seperti ini membuat semua stress dikantornya menghilang sejenak.
Tangan Jack kini mulai meraih jari jemari Clara, Jack dapat melihat cincin sapir biru yang diberikan olehnya satu tahun lalu masih bertengger manis di jari Clara. Cincin ini seperti menandakan bahwa Clara adalah miliknya.
“Cincin ini sudah cukup lama, ingin ganti yang baru?”
Jack kini bertanya dengan mengelus lembut jari jemari Clara, sedangkan Clara menggeleng, cincin ini memiliki begitu banyak kenangan bersamanya.
“Tidak akan, kau membutuhkan empat bulan persiapan untuk memberikan cincin ini padaku. Kenangannya tidak akan pernah tergantikan.”
Clara dan Jack kini tertawa kecil. Jack masih mengingat dengan jelas tepat satu tahun yang lalu, dimana Clara menolaknya ketika ia menyatakan perasaan padanya. Namun beberapa menit setelah itu, ia memutuskan untuk datang kerumah Clara dan menemukan gadis itu menangis karena ayahnya yang tertembak oleh beberapa rentenir. Jika saja ia dan beberapa bawahannya tidak datang, ia tidak tahu apa yang akan menimpa Clara dengan ibunya pada saat itu.
“Apa kau ingin menikah denganku, Chal?” Jack dapat merasakan Clara begitu terkejut dengan pertanyaannya, terlihat jelas dengan tubuhnya yang menegang.
“Apa.. Apa kau serius?”
__ADS_1
Jack kini tersenyum lebar dan kembali memeluk pinggang Clara erat. Ia menjalin hubungan dengan Clara bukan sekedar main-main, ia sudah memikirkan jauh kesana. Ia sendiri tidak pernah jatuh hati sebelumnya, dan untuk pertama kalinya hatinya memilih Clara.
“Apa kau bersedia menungguku sebentar lagi Chal?”
Clara kini membalikkan tubuhnya setelah mendengar pertanyaan Jack. Clara dapat melihat Jack yang menatapnya dengan tatapan serius. Sedangkan Clara tersenyum tipis.
“Apa ada yang ingin kau lakukan?”
Clara mulai bertanya. Sejujurnya ia sendiri belum memikirkan kearah pernikahan, terlebih hubungannya dengan Jack baru satu tahun. Tetapi melihat Jack yang seolah begitu serius membicarakan pernikahan, membuatnya tertarik.
“Aku ingin membangun beberapa cabang GrantHill diluar negri, setelah itu aku akan menikahimu. Apa kau bersedia menungguku?” Clara tersenyum dan menatap intens kearah Jack. Selanjutnya gadis itu mengangguk. Ia begitu senang melihat betapa serius Jack padanya.
“Aku mencintaimu Jack.”
Clara dapat melihat kini Jack menatapnya dengan senyuman lebar. Clara kini memeluk Jack erat, ia adalah gadis beruntung karena bertemu dengan pria sebaik Jack. Satu tahun sudah ia lewati bersama Jack, sedangkan sang ibu masih dirawat di rumah sakit jiwa karena depresi berat, entah sampai kapan ibunya disana. Mungkin saja jika tidak ada Jack disisinya, ia sudah membunuh dirinya sendiri.
Setelah kematian ayahnya, dan depresi ibunya. Ia berhenti makan selama hampir satu minggu. Namun Jack dan Tiffany selalu datang kerumahnya untuk membujuknya melanjutkan kehidupan. Dan semakin lama ia bisa bangkit, bangkit dari semua keterpurukannya.
“Aku juga Chal, aku sangat mencintaimu.”
Jack kini mulai mengecup bibir Clara dengan lembut, sedangkan Clara mulai tersenyum ditengah ciuman mereka. Tangan kanan Jack kini melingkar pada pinggang ramping Clara, sedangkan tangan kirinya mulai menekan tengkuk Clara. Semakin memperdalam ciuman mereka.
Berawal dari kecupan singkat itu kini mulai menjadi ciuman yang lebih menggairahkan. Suara ombak dan angin kencang seolah mendukung mereka secara diam-diam.
Jack kini mulai menyesap bibir Clara kuat, seolah ingin menelan bibir mungil itu bulat-bulat. Merasakan Jack yang semakin bernafsu, Clara memukul dada pria itu, membuat ciuman mereka seketika terlepas.
Jack kini terkikik geli ketika melihat bibir Clara yang membengkak merah. Ia benar-benar gemas dengan bibir mungil gadis itu. Sedangkan Clara yang melihat tawa Jack hanya menatap pria itu sinis.
“Kau keterlaluan Jack.”
“Aku akan memberikanmu yang lebih hebat dari itu.”
__ADS_1
Clara menatap Jack dengan bingung, selanjutnya gadis itu berteriak nyaring ketika Jack kini mengangkatnya ala bridal style menuju salah satu kamar kabin dalam kapal itu.
Dengan lembut Jack meletakkan Clara diatas kasur utama di dalam kapal itu, selanjutnya pria itu melepas kemejanya dengan tidak sabaran. Clara kini hanya bisa terpaku dan menatap tidak percaya hal didepannya. Terlebih dengan jelas ia melihat bagaimana perut six pack milik Jack. Dengan cepat Clara menunduk malu, untuk pertama kali dalam hidupnya ia melihat langsung perut atletis seorang pria.
Clara kini semakin tersentak ketika Jack mulai menindih tubuhnya. Jack kini tersenyum sumringah menatap wajah Clara yang tampak begitu gugup. Jack tahu, ini semua pasti yang pertama untuk Clara, terlebih ini juga yang pertama kali untuknya.
Jack mulai kembali mengecup bibir Clara dengan lembut. Tidak seperti sebelumnya, kini Clara tampak tidak merespon. Jack melepaskan ciumannya dan menatap Clara yang tampak masih cukup terkejut. Apa, apa ia bermain terlalu cepat?
“Chal, maaf, maaf. Aku tidak-“
Jack kini berusaha untuk bangun dari atas tubuh Clara. Sungguh, ia begitu takut Clara kecewa padanya karena ia seperti ini. Nalurinya sebagai seorang pria seolah begitu menggebu-gebu dalam dirinya, dan bodohnya ia tidak bisa menahan itu semua. Namun saat Jack ingin menjauh, dengan cepat Clara menahan tangan Jack dan menatap dalam mata pria itu.
“Apa ini adalah yang pertama untukmu Jack?”
Jack tampak terkejut dengan pertanyaan Clara. Melihat Jack yang seolah begitu gugup seharusnya Clara sudah tahu jawabannya. Pria yang pernah melakukannya tidak akan segugup ini. Mereka lebih mementingkan nafsunya dari pada pasangannya.
“I... Iya, maaf aku minta maaf jika membuatmu merasa-"
“Lakukanlah."
Jack menatap Clara tidak percaya. Entah mengapa suasana diantara mereka seolah menjadi awkward. Jack menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Melihat Jack yang tampak malu-malu, Clara tersenyum simpul, selanjutnya gadis itu mulai menarik tengkuk Jack dan mencium bibir pria itu. Ini juga hal pertama untuknya, dan ia begitu senang mendengar jawaban Jack yang begitu polos.
Melihat Clara yang berinisiatif, Jack tersenyum dan mulai membalas ciuman gadis itu. Jack dapat merasakan Clara kini menggigit bibir bawahnya, sedangkan ia mulai menghisap lidah Clara. Mereka benar-benar seperti remaja yang tengah kasmaran.
Tangan kanan Jack kini mulai aktif melepaskan kancing blouse Clara, sedangkan tangan kirinya menekan tengkuk Clara kuat, semakin memperdalam ciuman mereka. Jack kini melepaskan ciuman mereka dan beralih pada leher gadis itu. Jack mulai menyesap leher Clara kuat, ia akan memberikan tanda pada leher putih gadis itu. Memberikan tanda agar seluruh dunia melihat bahwa Clara adalah miliknya. Hanya miliknya.
“Mhhh... Jack.”
Clara kini tidak dapat menahan racauannya, ini benar-benar hal baru baginya. Jack begitu tahu titik sensitifnya, sekarang seolah perutnya mulai menggelitik ketika Jack mulai menjilat lehernya penuh nafsu. Jack kini melepaskan ciumannya pada leher Clara dan mulai berbisik pelan.
__ADS_1
“Aku akan memuaskanmu, Honey.”
To be continue...