
...Happy Reading...
Clara kini meremas tasnya gugup. Sekarang tepat pukul tujuh malam, dan hampir satu minggu ia dan Jack merencanakan makan malam ini dan akhirnya terlaksana. Clara dapat melihat kearah luar jendela, kini mobil Tiffany dan Philip telah terparkir. Musim dingin tak kunjung henti membuat siapapun lebih berjuang untuk menghangatkan diri.
Clara melihat Tiffany keluar dari mobil dengan perutnya yang mengembang, seharusnya ia menentang Jack untuk mempertemukannya dengan Tiffany disaat seperti ini. Bagaimanapun Tiffany tengah mengandung, ia takut jika Tiffany akan memiliki stress yang berlebih.
Hari ini tepat dimana ia dan Jack menjadwalkan untuk bertemu Tiffany. Jack bersihkukuh untuk menemui Tiffany dan meminta maaf padanya. Bagi Jack, Tiffany adalah bagian dari Clara. Dan ia ingin menyelesaikan semuanya secara baik-baik.
“Tiff!”
Clara berteriak dan melambaikan tangannya. Melihat sahabatnya itu yang sudah datang, Tiffany menghampirinya dan terlihat Philip ikut mengekori gadis itu. Jika Tiffany tahu Jack akan menemuinya, apa Philip juga akan marah padanya? Terlihat bagaimana Philip yang begitu melindungi Tiffany sejak mereka menikah. Maka besar kemungkinan Philip akan sangat marah jika Tiffany terganggu. Dan yang ia takutkan hanya akan ada perselisihan antara Jack dan juga Philip.
“Bagaimana kondisi kandunganmu, Tiff?”
Clara mulai menyeruput hot cappucino miliknya, berusaha menutupi semua kegugupannya. Ia memang tidak terlalu pandai berbohong. Tiffany yang tidak melihat kegugupan Clara hanya tersenyum dan meletakkan tas miliknya di sofa cafe.
“Baik, Chal. Bayiku berkembang sehat.”
Ujar Tiffany dengan eye smilenya. Clara kini menatap Philip, Philip terlihat memandang Tiffany dengan senyuman mengembang. Bahkan hanya dengan melihat tatapan Philip saja, Clara bisa menebak betapa Philip begitu mencintai sahabatnya itu.
“Tiff, sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu.”
Senyuman Tiffany seketika menghilang ketika mendengar ucapan Clara. Tiffany menatapnya dengan bingung, Clara hanya menelan saliva. Entah ia harus memulai ini dari mana. Philip kini ikut menatapnya, pria pendiam itu juga terlihat cukup penasaran.
"Sebelumnya aku minta maaf Tiff, aku tidak ingin kau marah padaku." Melihat tatapan khawatir Clara padanya, Tiffany kini tersenyum.
"Kau seharusnya tahu, aku bahkan tidak bisa marah padamu, Chal."
Tiffany kini mulai tertawa, tapi Clara masih menatapnya dengan gugup. Tiffany kini menghentikan tawanya dan menatap Clara dengan serius. Melihat bagaimana reaksi Clara terhadap candaannya, Tiffany tahu bahwa gadis itu tidak sedang main-main.
__ADS_1
“Aku akan menikah dengan Jack, ia menemuiku beberapa hari lalu.”
Clara dapat melihat dengan jelas ekspresi terkejut diwajah sahabatnya itu, sebelum Tiffany bereaksi lebih lanjut. Seorang pria kini tampak duduk di sofa samping Clara. Wajah terkejut Tiffany kini berubah menjadi amarah.
Sekarang dihadapannya telah duduk Jack Hilton, pria yang sudah membunuh sepupunya sendiri. Pria yang bahkan bisa lepas dari hukuman selama tiga tahun lamanya dan bahkan dengan bodohnya hakim hanya memutuskan satu tahun masa tahanannya setelah ia membunuh seseorang.
“Apa kau menemuiku untuk ini, Chal?!”
Tiffany kini tampak menatap Clara dengan tajam. Ia sebenarnya sudah sangat muak dengan pertanyaan Clara padanya mengenai kondisi Jack, tapi ia menutupi semua itu. Tapi kini sahabatnya itu malah mempertemukannya dengan seseorang yang paling ia benci.
“Tiff, aku minta maaf. Mengenai kejadian Shawn, aku minta maaf padamu. Aku tidak tahu bagaimana cara meminta maaf padamu jika tidak melalui Clara.”
Melihat tatapan penyesalan dari Jack, Tiffany hanya berdecak. Pria ini baru meminta maaf setelah semuanya terungkap, dan jika selamanya semua ini tidak terungkap. Pria brengsek ini akan tetap tutup mulut.
“Aku kecewa padamu Chal, aku kecewa.”
“Tiff, maafkan aku. Aku hanya-“
“Ini semua tidak ada urusannya dengan Clara, Tiff. Aku yang memaksanya untuk merencanakan makan malam ini.” Ujar Jack dan menatap Tiffany intens. Tiffany tersenyum sinis, bahkan sepasang kekasih ini mulai saling membela.
“Bahkan setelah apa yang pria ini lakukan padamu dan kau tetap ingin menikahinya? Kau sudah kehilangan kewarasan, Chal!”
Ujar Tiffany dan memandang Clara tidak percaya. Tiffany masih ingat dengan jelas beberapa luka lebam dihampir sekujur tubuh Clara saat itu. Bahkan dengan melihatnya saja membuatnya menyesal karena tidak bisa melindungi Clara dengan baik.
“Dia ayah dari anakku Tiff, dan.. dan aku begitu mencintainya.”
Ujar Clara dan menatap Tiffany sendu. Tiffany hanya terdiam mendengar semua ucapan Clara. Clara benar, ia tidak berhak memisahkan anak dari ayahnya. Tapi dibalik semua kebenciannya pada Jack karena Shawn. Ia juga begitu takut jika Clara akan disakiti lagi oleh Jack. Jauh dilubuk hatinya, ia hanya ingin melindungi sahabatnya itu. Baginya, Jack adalah seorang monster. Dan ia tidak ingin Clara bersamanya.
“Aku tahu, aku tahu masa tahananku mungkin terlihat tidak adil bagimu. Tapi bukankah aku juga merasakan hukuman atas semua perbuatanku, Tiff? Aku hanya ingin menjalani hidupku lebih baik lagi.” Ujar Jack dan menatap Tiffany penuh penyesalan.
__ADS_1
“Kau hanya merasakan masa tahanan satu tahun, Jack. Tapi Shawn bahkan tidak bisa kembali untuk selamanya! Dan kau masih bisa bilang itu sebuah hukuman?!”
Tiffany kini mulai meninggikan nada bicaranya, ia menatap Jack dengan tajam. Semua emosi yang selama ini ia tahan seolah keluar begitu saja. Ketidakadilan yang Shawn rasakan seolah menyesakkan dadanya. Ia bersikap semua baik-baik saja karena masih memandang Clara, tapi tidak untuk hari ini. Bahkan ia begitu kecewa pada sahabatnya itu.
“Tiff, maaf. Aku minta maaf.”
Ujar Jack dengan memohon. Ia benar-benar tidak tahu harus bagaimana untuk membuat Tiffany memaafkannya. Ia hanya ingin menjalani hidupnya dengan tenang. Tanpa semua masa lalu yang menyakitkan. Ia hanya ingin hidup bahagia dengan Clara dan putrinya.
“Kenapa kau tidak membusuk saja di penjara, Jack?"
“Tiffany!”
Tiffany maupun Clara kini tersentak mendengar sebuah teriakan itu. Kedua wanita itu kini menatap seorang pria yang sedari tadi hanya terdiam menyimak. Philip kini memandang Tiffany dengan penuh amarah. Tiffany menelan salivanya, sebenarnya apa yang terjadi dengan ini semua?
“Jaga ucapanmu.”
Ucap Philip memperingati, Tiffany hanya memandang sang suami dengan tatapan tidak percaya. Bukankah seharusnya Philip membelanya di situasi seperti ini? Tiffany kini menatap Philip penuh kekecewaan.
“Kau?! Apa jangan-jangan kau ikut bekerja sama dengan mereka?!”
Tiffany kini mulai menunjuk Philip. Philip hanya terdiam, seolah tidak tahu apa yang harus ia ucapkan. Tiffany berdecak kesal. Ia tidak tahu jika Clara bahkan sampai menghubungi Philip mengenai ini semua. Ia sekarang terdesak, ia sendirian sekarang.
“Aku kecewa padamu Phil! Aku kecewa.”
Tiffany kini memilih untuk keluar meninggalkan cafe. Clara hanya menatap sahabatnya itu dengan khawatir, sedangkan Philip terlihat berdecak. Terkadang istrinya itu memang begitu keras kepala.
“Steve, kurasa kau harus mengejarnya.” Ujar Jack dan menatap sahabatnya itu, Philip Stevenson.
To be continue...
__ADS_1