Toxic Relationship

Toxic Relationship
Desire


__ADS_3

⭕MENGANDUNG ADEGAN DEWASA❗


...Happy Reading...


Seorang pria terlihat menggendong seorang wanita memasuki hotel. Beberapa tamu hotel yang memang berada di lobby seketika menoleh kearah mereka berdua dengan pandangan yang sulit dimengerti.


Dean kini masih mengangkat tubuh Clara ala bridal style dengan kedua tangannya. Apa Clara memang begitu ringan seperti ini? Apa karena stress yang dihadapi membuatnya banyak kehilangan berat badan? Tanpa menunggu lama, Dean berjalan menuju resepsionis hotel dan menatap seorang pria yang juga tengah menatapnya dengan sebuah senyuman penuh arti.


“Deluxe room dengan double bed?”


Tanya pria resepsionis itu kepada Dean. Pria itu menatap Dean dengan terkekeh kecil, Dean hanya menatapnya dengan bingung. Selanjutnya mata Dean menatap Clara, dan merasakan bau alkohol yang cukup kuat dari gadis itu.


“Tidak, tidak, ini hanya temanku.”


“Aku bahkan tidak bertanya Tuan."


Dean hanya meringis mendengar ucapan pria resepsionis itu. Memangnya kenapa jika orang lain melihat mereka sebagai sepasang kekasih? Toh, itu memang yang ia inginkan. Sang resepsionis kini memberikan kunci hotel yang bertuliskan 2026 Bahkan pria itu peka untuk tidak memberikannya kamar hotel dengan lantai yang tinggi.


Tanpa mengucap sepatah katapun Dean mengambil kunci itu dan memasuki lift hotel dengan Clara yang masih digendongannya. Dean menekan tombol lift menuju lantai dua, ia memandang wajah Clara yang tampak begitu nyenyak. Pasti Clara begitu kelelahan.


Ting!


Pintu lift terbuka, dengan susah payah Dean membuka pintu hotel miliknya. Ia tidak ingin Clara terganggu dari tidurnya. Dean menyalakan saklar lampu dan menatap sekeliling. Kamar yang cukup mewah dan bersih, dengan bergegas Dean meletakkan Clara diatas ranjang dengan sangat hati-hati.


Dean menatap Clara intens, peluh sudah membanjiri tubuh Clara, dengan segera Dean menyalakan Air Conditioner agar Clara tidak kepanasan. Bahkan tidak hanya Clara, ia baru menyadari jika ia juga cukup banyak mengeluarkan keringat. Dean melepaskan jas dan juga kemeja yang ia kenakan. Kini ia bertelanjang dada, Ia ingin beristirahat dulu sebentar. Walaupun baginya tubuh Clara tidak terlalu berat, namun ia sudah jarang sekali melatih ototnya di gym, dan ia cukup kesusahan membawa Clara dari cafe seberang hingga kesini.

__ADS_1


Sebenarnya ia juga sudah berusaha untuk tidak membawa Clara ke hotel ini, ia sudah puluhan kali menghubungi Tiffany dan beberapa rekan kerjanya. Namun hasilnya nihil, Tiffany yang tidak bisa dihubungi dan hampir semua rekan kerjanya tidak mengetahui dimana Clara tinggal. Apa Clara memang sebegitu tertutup dengan yang lainnya?


Dengan telaten Dean melepaskan high heels yang dipakai Clara, pasti Clara tidak nyaman dengan sepatunya yang masih terpasang. Selanjutnya Dean berjalan menuju sofa besar ditengah ruangan dan merebahkan tubuhnya. Mengingat bagaimana Clara yang menangis dalam keadaan mabuk membuat hatinya seolah ikut hancur. Tapi Clara benar, yang ia hadapi adalah Jack Hilton. Ia hanya pria cupu jika dibandingkan dengan Jack.


“Dean?” Dean tersentak ketika sebuah suara memasuki telinganya, dengan cepat ia bangun dari tidurnya dan menatap Clara dari kejauhan.


“Dean? Kaukah itu?”


Dengan perlahan Dean menghampiri Clara, dan ia dapat melihat Clara yang masih terlelap dan beberapa kali meracau memanggilnya. Dean tersenyum senang, apa didalam tidur Clara mengingatnya?


“Maaf, aku minta maaf.”


Clara kembali meracau, Dean menatap Clara dengan khawatir. Sebenarnya apa yang berada di mimpi Clara? Gadis itu mulai menangis dengan tersedu sedu dan kembali meminta maaf, gadis itu melakukannya berulang kali. Dean menatapnya dengan iba.


“Chal, Chal, kau baik-baik saja?”


“Kau... Kau baik-baik saja, Chal?”


Saat Dean mengulangi ucapannya, secara tiba-tiba Clara menarik tengkuknya dan menempelkan bibir mereka. Dean tersentak, dengan cepat ia menjauhkan tubuhnya, ia menatap Clara tidak percaya. Dean dapat melihat Clara yang tersenyum lebar kearahnya.


“Kau sedang mabuk Chal, kau sedang-“


Lagi dan lagi Clara kembali menariknya, gadis itu kini mulai bermain didalam mulutnya. Dean menelan salivanya, jantungnya berdetak kencang. Ini merupakan ciuman pertamanya. Selanjutnya Dean tersenyum ditengah ciuman mereka dan mulai membalas ciuman gadis itu.


Ciuman mereka semakin memanas ketika Dean menggigit kecil bibir bawah Clara, lenguhan demi lenguhan seolah membuat mereka dimabuk kepayang. Tangan kiri Dean memeluk pinggang ramping Clara, sedangkan tangan satunya semakin menekan tengkuk Clara.

__ADS_1


Ciuman mereka terlepas saat pasokan oksigen mulai menipis, Clara tersenyum simpul dengan matanya yang sayu. Clara kini mengalungkan tangannya pada leher Dean dan kembali mencium bibir pria itu. Decakan demi decakan terdengar dihampir setiap sudut ruangan. Dean dapat merasakan bibir Clara yang begitu manis, terlebih aroma lavender yang semakin menghanyutkan dirinya.


Dean mulai membuka gaun gadis itu dengan perlahan tanpa melepaskan ciuman mereka, Dean dapat melihat dengan jelas balconette bra yang dipakai Clara. Dean menelan salivanya dan kini mengangkat tubuh Clara dengan begitu mudah, membuat gadis itu sekarang berada di atas tubuhnya.


Dean memandang tubuh Clara dengan penuh kekaguman, pria itu kini memeluk Clara dengan cukup kuat. Merasakan dada lembut Clara diatas dadanya yang sudah half naked. Semakin mendekatkan tubuh mereka, seolah menghabiskan jarak yang begitu menghalangi.


“Aku mencintaimu Chal.”


Ucap Dean lembut, Clara tampak tersenyum lebar, Dean kini kembali memeluk Clara dan mulai aktif menyerang leher gadis itu. Menciptakan beberapa tanda kemerahan, Clara melenguh nikmat kala Dean mulai menggigit tepat dibeberapa titik sensitifnya.


“Kau menyukainya?”


Clara merasakan telinganya menggelitik kala suara Dean berbisik pelan, dada gadis itu mulai naik turun. Suhu ruangan yang tadinya dingin kini kembali memanas oleh aktifitas mereka berdua. Dean menatap intens wajah Clara dan mulai kembali berpagutan dengan bibir lembut Clara dengan sesekali meremas kecil dada gadis itu.


“Mhh..Ahh”


Lenguhan Clara kembali terdengar saat tangan Dean mulai bermain di area dadanya. Pria itu begitu tahu dimana letak sensitifnya. Peluh kini membanjiri tubuh keduanya, mereka saling bertukar saliva sekaligus kenikmatan.


“Aku benar-benar mencintaimu.” Ucap Clara seduktif.


Aktifitas Dean kini terhenti dan menatap Clara yang juga menatapnya dengan pandangan sayu. Apa ia tidak salah dengar? Apa Clara mengatakan cinta padanya? Gadis itu kini kembali tersenyum lebar dan memeluknya dengan erat. Jari-jari lentiknya mulai mengelus dada Dean lembut.


“Aku mencintaimu Jack, aku mencintaimu.”


Senyuman Dean seketika luntur, apa sedari tadi Clara menganggapnya sebagai Jack? Dadanya kini bagaikan terhunus pedang tajam, semakin dalam dan semakin sakit ketika Clara mulai terlelap dipelukannya. Dean tersenyum kecut, apa yang kau harapkan Dean?

__ADS_1


Dengan lembut Dean melepaskan pelukan Clara, dan sekali lagi ia memandang Clara yang kali ini hanya menggunakan pakaian dalam. Dean menarik napas dalam dan mulai menyelimuti gadis itu. Dengan penuh kekecewaan mulai memakai kemejanya yang berada diatas sofa dan meninggalkan kamar hotel.


To be continue...


__ADS_2