Toxic Relationship

Toxic Relationship
Guard


__ADS_3

...Happy Reading...


Mata Tiffany kini terus mengikuti kearah kemana Jack pergi, hampir satu jam setelah kepergian Clara dan juga Dean, dan ia sedang menemukan waktu yang cocok untuk berbicara dengan Jack, terlebih bagaimana Mary yang selalu mengekor kemana Jack pergi.


Sebenarnya Tiffany cukup lega Clara sudah meninggalkan acara ini lebih dulu, terlebih sekarang ia melihat bagaimana Jack dan juga Mary yang sedang berdansa begitu mesra seolah tanpa beban. Ia tidak habis pikir bagaimana santainya Jack yang membawa wanita lain di kantor mantan kekasihnya. Tidak, tidak ia sendiri belum tahu bagaimana hubungan Clara dengan Jack, dan ia tidak bisa menyimpulkan sendiri, apakah hubungan mereka sudah berakhir atau...


Tiffany kini berdiri, setelah bagaimana ia melihat Mary yang meninggalkan Jack sendirian. Dengan cepat Tiffany menghampiri Jack yang sedang berbicara dengan beberapa investor lainnya.


“Tuan Hilton, bisa kita bicara sebentar?”


Tiffany bertanya dengan senyuman tipisnya. Jack kini menatap Tiffany bingung, selanjutnya pria itu tampak mengangguk dan mengikuti Tiffany menuju balkon lantai tiga yang cukup sepi.


Plak!


Jack tersentak ketika secara tiba-tiba Tiffany kini menampar pipi kananya. Jack dapat melihat Tiffany yang kini menatapnya dengan penuh amarah. Sebenarnya ada apa dengan gadis ini?

__ADS_1


“Apa kau hanya mempermainkan sahabatku Tuan Hilton?”


Pertanyaan dingin itu dilontarkan Tiffany, ia tidak peduli lagi, ia tidak peduli jika ia akan dikenakan SP oleh perusahaannya, karena melawan atasannya. Tapi ini untuk Clara, untuk sahabatnya yang sudah menemaninya hampir tujuh tahun belakangan ini. Dan ia sangat tidak terima Jack seolah dengan seenaknya menyakiti gadis itu. Karena ia sangat tahu, Clara tidak memiliki cukup keberanian untuk melawan Jack, dan ia ada untuk membela gadis itu.


“Cukup tutup mulutmu dan diam! Kau tidak tahu apa-apa.”


Jack kini menatap tajam kearah Tiffany, ia tidak tahu jika Tiffany dapat seberani ini padanya untuk membela Clara. Clara benar-benar dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya.


“Apa menurutmu aku akan diam saja jika kau berani menyakiti sahabatku, Jack? “ Ucap Tiffany dingin, Jack hanya tersenyum sinis. Ia tidak ingin berdebat dengan seorang wanita saat ini.


“Setelah kau menyakiti Clara secara fisik dan kau tetap ingin menyakiti hatinya?”


Sedangkan Tiffany masih menatap Jack dengan kesal, terlebih melihat pria itu tersenyum. Apa Jack tidak punya hati? Sebenarnya ia cukup mengerti mengenai luka lebam di tubuh Clara beberapa minggu yang lalu, mengenai bagaimana Clara yang menuduh ibunya yang melakukan semua itu. Tapi ia tidak terlalu bodoh, ia cukup paham jika tidak ada orang lain yang dapat menyakiti Clara selain Jack. Jack begitu protektif pada Clara.


“Kau tidak tahu apa-apa mengenai diriku dan juga Clara, kau cukup bodoh untuk dibilang sahabatnya selama tujuh tahun.” Ucap Jack dingin.

__ADS_1


Tiffany menatap Jack tidak percaya, bisa-bisanya Jack berbicara seperti ini padanya. Tapi memang ia akui, ia cukup bodoh dan sangat tidak peka mengenai keadaan Clara, tapi bukan berarti Jack dapat seenaknya menyakiti Clara begitu saja.


“Aku akan melaporkanmu kepada pihak berwajib.”


Ucap Tiffany tajam, mendengarnya Jack tampak mulai tertawa kecil, seolah Tiffany sedang membuat jokes yang begitu lucu. Melihat Jack yang tetawa, Tiffany mengepalkan tangannya kuat. Apa Jack menganggapnya hanya main-main?


Sejujurnya perasaannya sudah benar. Entah mengapa sedari dulu ia memang tidak menyukai hubungan antara Clara dengan Jack, tapi melihat Clara yang seolah begitu senang dengan kehadiran Jack dan ia berusaha menepis ketidaksukannya. Terlebih bagaimana dulu sepupunya, Shawn Walker yang juga menyukai Clara. Ia dulu begitu berharap jika Clara dapat bersama Shawn.


Namun naas, sebuah kecelakaan mobil membuat Shawn tewas, terlebih bagaimana mayatnya yang terbakar dan jatuh ke jurang. Itu membuatnya begitu hancur. Shawn sudah ia anggap kakak kandungnya.


“Lakukan apapun yang kau mau Tiff, aku tidak peduli.”


Jack kini meninggalkan Tiffany yang hanya bisa terdiam mematung. Tiffany tidak tahu apa-apa mengenai dirinya dan juga Clara. Bahkan gadis itu tidak tahu bagaimana sepupunya yang berusaha memperkosa Clara, dia hanya gadis bodoh yang seolah peduli dengan Clara.


Bahkan jika ia bisa mengatur Clara lebih dalam lagi, ia tidak ingin Clara dekat dengan Tiffany. Entahlah, baginya Tiffany tampak munafik, gadis itu seolah tidak bisa bertindak jauh untuk Clara, bahkan gadis itu diam saja saat jelas-jelas ia tahu bahwa dirinyalah yang sering menyakiti Clara.

__ADS_1


Melihat Jack yang meninggalkannya, Tiffany kini mengeluarkan ponselnya dan tampak menghubungi seseorang, Jack sangat mencurigakan baginya. Terlebih bagaimana Jack yang tidak takut dengan pihak berwajib, pria itu pasti kedudukannya jauh lebih tinggi dari yang terlihat, dan ia harus mewaspadainya.


To be continue...


__ADS_2