Toxic Relationship

Toxic Relationship
Reckless


__ADS_3

...Happy Reading...


“Jack, lepaskan aku!”


Clara meringis kesakitan ketika lengannya dicengkeram Jack dengan kuat. Di lobby kantornya tadi, beberapa orang menatap mereka dengan penuh tanda tanya, terlebih bagaimana wajah Jack yang penuh dengan amarah, seolah akan meninju orang begitu saja.


Wajah Clara kini tampak begitu khawatir, bagaimana Jack yang tadi mengemudi secepat kilat, bahkan melanggar beberapa lampu merah yang dilewati. Terlebih Jack mengarah ke kantornya bekerja.


Lift kini naik menuju lantai tiga, bahkan Jack tahu mengenai setiap lantai di kantornya. Walaupun ini juga salah satu perusahaan milik Jack, tapi pria itu hampir tidak pernah menginjakkan kaki disini jika tidak ada acara penting. Jack terlalu sibuk jika harus mengurus salah satu perusahaan menengah seperti kantornya ini.


“Jack, apa yang kau lakukan?”


Clara meringis ketakutan, apa yang akan Jack lakukan sekarang? Pria itu tidak mungkin membunuh Dean kan? Setidaknya tidak di kantornya. Jack masih memiliki akal sehat kan? Pintu lift terbuka, dengan kasar Jack menarik Clara untuk mengikutinya. Jantung Clara semakin berdetak kencang kala mereka mulai berjalan menuju ruangan marketing , tempat dimana Dean dipindahkan beberapa minggu yang lalu.


Mereka sekarang berada didepan pintu masuk, Jack kini memperhatikan sekitar, seolah berusaha menemukan seseorang yang akan ia habisi detik itu juga. Clara menggigit bibirnya dengan khawatir, ia berharap Dean sedang tidak disini.


“Pria itu yang melakukannya?”


Dengan takut Clara memandang kearah jari telunjuk Jack, Jack kini juga memandangnya dengan sangat dingin dan menunjuk kearah Dean yang tengah duduk di tempatnya bekerja. Tempat ini cukup sepi karena memang sedang jam istirahat kantor. Dan itu malah semakin membuat Clara takut.


“Apa.. Apa yang akan kau lakukan?" Clara berbisik pelan, Jack masih menatapnya dengan penuh amarah.


“Dia.yang.melakukannya?”


Kini suara Jack kembali penuh penekanan, Clara hanya terdiam, ia menggigit bibirnya cukup kuat. Takut, ia sangat takut dengan apa yang akan Jack lakukan pada Dean.


“Ekspresimu sudah menjawabnya.”

__ADS_1


Ucap Jack datar dan mulai menghampiri Dean yang tengah fokus dengan layar monitor dihadapannya. Tanpa aba-aba Jack kini menarik kerah Dean dan menatap tepat di mata pria itu.


"Kau menyukai gadis yang salah, Boy!"


Buk! Buk! Buk!


Clara dan beberapa rekan kerja lainnya yang memang berada disana tampak terkejut ketika secara tiba-tiba Jack - atasan mereka - kini memukuli Dean secara bertubi-tubi. Dean yang memang dalam posisi yang tidak siap, kini hanya terjatuh di lantai dan menerima setiap pukulan keras dari Jack dengan pasrah, terlebih tubuh Jack jauh lebih besar darinya.


Beberapa orang pria kini berusaha melerai mereka, hanya sekitar tiga sampai empat orang disana karena memang jam istirahat kantor. Beberapa orang yang melerai seolah tidak cukup kuat dengan tubuh Jack yang memang memiliki postur tinggi dan atletis.


Tak puas sampai disitu Jack kini membanting tubuh Dean kearah beberapa meja kerja disana, membuat pria itu terbentur meja dengan cukup kuat dan terjatuh lemas. Beberapa orang yang tadinya melerai kini mulai memilih mundur dan berlari keluar, berusaha mencari bantuan lain atau Dean benar-benar akan kehilangan nyawanya.


“Berani-beraninya menyentuh gadisku!”


Pukulan demi pukulan kembali dilayangkan Jack pada Dean. Darah kini sudah membanjiri wajah Dean. Bahkan jauh lebih parah dari pada pukulan yang Jack berikan pada Leo. Pukulannya jauh berkali lipat lebih keras.


Tiffany yang memang berada tidak jauh dari sana mulai menghampiri sumber keributan. Dan ia cukup terkejut menatap Dean yang sudah dipenuhi darah. Teriakan dan isakan air mata Clara seolah tidak menyurutkan Jack. Clara menghapus airmatanya. Lagi dan lagi Jack menyakiti seseorang, dan itu karena dirinya. Dan bodohnya ia tidak bisa melakukan apapun dalam keadaan seperti ini.


“Jack, Kumohon Jack. Hentikan.”


Clara hanya bisa menangis. Ia tahu, ia juga melakukan kesalahan disini, ia mengkhianati Jack secara tidak langsung. Namun tidak bisakah pria itu mendengar dulu penjelasannya? Kemarin malam hanya sebuah kecelakaan.


Melihat Jack yang tidak kunjung berhenti, Clara kini menatap sekitar. Diruangan ini hanya ada dirinya dan Tiffany, setelah beberapa orang meminta bantuan. Tidak ada yang dapat menghentikan Jack selain dirinya. Ia harus berbuat nekat untuk menyelamatkan nyawa Dean. Clara kini mengambil sebuah fountain pen (sebuah pena dengan ujung seperti anak panah) yang tergeletak diatas meja, ia menelan salivanya.



“Berhenti atau aku akan menyakiti diriku sendiri!”

__ADS_1


Teriak Clara kuat, Jack yang mendengarnya seketika menghentikan pukulannya. Jack dapat melihat dengan jelas Clara kini mencodongkan sebuah pena pada lehernya. Jack hanya tersenyum sinis. Apa Clara menganggap dirinya bodoh? Ia sangat tahu jika gadis itu tidak akan berani melakukannya.


Seolah tidak tertarik dengan sikap Clara, Jack kembali melayangkan pukulan demi pukulan pada wajah Dean. Ia tidak puas, setelah mengingat kembali bekas tanda pada leher Clara. Ia sudah menghabisi Shawn karena menodai gadisnya, dan ia akan melakukannya lagi dan lagi. Walaupun seribu kali kedepan, ia akan tetap melakukannya.


"Jack, aku tidak main-main!" Teriakan Clara kedua kalinya kini membuat Jack mendengus kesal. Ia menatap Clara dengan tajam dan tersenyum miring.


“Lakukanlah, karena aku akan tetap membunuh pria ini.”


Ucap Jack dengan senyuman menyeringai, Clara menelan salivanya. Tangannya kini bergetar ketakutan. Melihat reaksi Clara, Jack tertawa kecil. Mata Clara kini menatap kearah Dean, pria itu bahkan sudah kehilangan kesadaran.


“Kenapa? Kau takut?” Tanya Jack dingin.


“Clara, jangan lakukan.” Ucap Tiffany pelan. Bola mata Clara kembali menatap Jack yang seolah mengejeknya.


Sett!! Tashh!!


“Clara!”


Tiffany berteriak nyaring kala Clara mulai menancapkan pena itu pada lehernya dan kembali mencabutnya, membuat darah segar mulai mengalir dari leher gadis itu. Jack yang melihatnya hanya bisa terkejut dan berlari menghampiri Clara yang sudah terjatuh.


“Bodoh! Kau bodoh!”


Jack berteriak keras, dengan susah payah ia menekan leher Clara. Jack kini berobek bajunya dan kembali menekan leher Clara dengan kuat. Mengapa Clara bisa seberani ini hanya untuk menyelamatkan Dean?


“Panggil ambulans! Kubilang panggil ambulans!”


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2