
...Happy Reading...
Clara kini mengerjapkan matanya perlahan, mimpi yang begitu menyenangkan. Mengapa akhir-akhir ini masa lalunya itu seolah terkenang dalam mimpinya? Membuat ia kembali dengan jelas mengingat setiap detail masa lalunya.
Mata Clara kini membuka, dan seketika bau obat-obatan menyeruak masuk di hidungnya. Clara dapat mendengar bunyi monitor ICU tepat disebelahnya, seketika ia merasakan sekujur tubuhnya kini sakit, bahkan sulit bergerak. Sebenarnya ada apa dengannya? Mengapa ia ada disini? Ia tidak dapat mengingat apapun.
Clara tetap mengerjapkan matanya, seolah membiasakan diri dengan sinar lampu yang menderang memasuki retina. Tatapan Clara kini menangkap Jack yang tengah menatapnya datar. Pria itu kini duduk disebelahnya dengan tatapan wajah yang sulit ia mengerti.
“J.. Jack?” Clara tergegagap, masih belum mengerti arti ini semua.
“Apa kau hamil Clara?”
Pertanyaan spontan Jack seketika membuat Clara sadar secara total, ia terdiam mematung. Secara tiba-tiba ingatannya kembali, ia mengingat semuanya, saat dimana ia melakukan test pack dan juga Mary yang mendorongnya jatuh dari tangga. Tapi kini kekhawatiran mengenai kehamilannya jauh ia takutkan.
“Apa... Apa bayinya baik-baik saja?”
Jack kini nampak tersenyum sinis, Clara menelan salivanya. Rasa takutnya seketika memenuhi perasaannya, terlihat bagaimana Jack yang begitu marah karena pertanyaannya itu.
“Bayinya tidak akan baik-baik saja, kau harus menggugurkannya, Chal.” Clara tersentak, ia menatap Jack tidak percaya. Apa baru saja Jack menyuruhnya untuk membunuh anaknya sendiri? Tidak, tidak, Jack pasti sudah gila.
“Kau pasti sudah gila Jack, aku tidak akan-“
“Siapa ayah dari anak itu?”
Ucapan dingin Jack kini membuat Clara bungkam. Ia benar-benar tidak mengerti dengan arah pembicaraan Jack. Apa Jack berpura-pura bodoh? Selama hampir 24 jam ia bersama Jack dan kini ia menanyakan siapa ayahnya? Apa Jack benar-benar sesakit itu?
“Kau pasti selama ini berselingkuh dibelakangku kan, Chal?”
__ADS_1
Pertanyaan itu kembali terlontar dari mulut Jack, seketika Clara kini memijit kepalanya, kepalanya benar-benar sakit mendengar omong kosong ini semua. Rasa ketidak percayaan Jack padanya sudah melampaui batas, dan ia lelah selalu menjelaskannya secara berulang.
“Setelah apa yang kau lakukan padaku dan kini kau tidak mengakuinya?”
Clara kini menatap lemah kearah Jack. Ia sudah tidak memiliki tenaga untuk berdebat dengan Jack. Sekujur tubuhnya sakit, pikirannya kacau, dan ia lelah berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja.
“Tidak, tidak mungkin. Kau pasti bermain dibelakangku kan?!” Clara memejamkam matanya kala mendengar teriakan dari Jack. Bahkan disaat tubuhnya sedang seperti ini Jack masih bisa membentaknya?
“Jika iya, lalu apa yang akan kau lakukan? Kau akan membunuh ku?”
Jack mengepalkan tangannya kuat mendengar ucapan tajam Clara. Clara tahu, Jack tidak akan pernah melakukannya. Jack tidak akan bisa membunuhnya, obsesi Jack pada dirinya terlalu besar hingga berani menghilangkan nyawanya.
“Dean? Apa pria itu?”
Clara kini menatap Jack tidak percaya. Apa Jack benar-benar menuduhnya berselingkuh? Setelah sifat over posesif Jack selalu ia turuti, dan kini pria itu malah menuduhnya?
Clara kini tersentak ketika Jack mulai berjalan pelan kearahnya, Jack kini mendekatkan wajahnya pada wajah Clara. Kini wajah mereka hanya terpaut beberapa senti, bahkan Clara dapat merasakan hembusan napas Jack yang menggebu mengenai wajahnya.
“Kuulangi, apa karena pria itu?” Pertanyaan dingin Jack kini memasuki telinga Clara, Clara menelan salivanya. Jack tidak akan menyakitinya kan?
“Jawab aku!”
Plak!
Jack kini tersentak ketika satu tamparan keras diberikan Clara pada pipi kanannya. Dengan sekuat tenaga, Clara mendorong tubuh Jack untuk menjauh darinya. Dan dari sisa tenaganya, Clara bangun dan mencabut selang infus di tangan kirinya, mengabaikan beberapa luka lebam disekujur tubuhnya karena jatuh dari tangga. Untung saja tangan dan kakinya tidak patah, hanya beberapa luka biru dan luka goresan di kepalanya.
“Ini bayimu, aku mengandung anakmu!”
__ADS_1
Clara mulai berteriak, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Clara sudah muak, benar-benar sudah muak dengan ini semua. Setelah tiga tahun ia berdiam diri dengan semua sikap Jack, dan ia menuruti semua perkataan pria itu. Sungguh menyakitkan jika Jack masih menuduhnya berselingkuh, sedangkan jelas-jelas hanya dengannyalah ia melakukan hubungan.
Tatapan mata Jack yang tadinya penuh amarah, kini melembut. Lagi dan lagi ia menyebabkan mata Clara basah. Entah untuk keberapa kalinya ia mengulang ini semua.
“Jika memang itu bayiku, bisa aku memohon sesuatu padamu Chal?” Tangis Clara kini mulai mereda, ia menatap Jack yang juga tengah menatapnya dengan tampang memohon.
“Gugurkan bayi itu.” Ucap Jack pelan.
Clara tersenyum sinis. Entah apa yang menyebabkan Jack begitu ingin menghilangkan kehadiran bayinya. Apa dengan kehadiran buah hatinya Jack cukup terganggu? Toh, ia tidak akan meminta pernikahan pada Jack. Ia akan mengurus bayinya sendiri.
“Tidak, tidak akan. Aku akan tetap-“
“Kau tidak ingin aku melakukannya dengan kekerasan kan Chal?”
Clara kini bungkam, ia mengepalkan tangannya. Sejujurnya ia tidak dapat melakukan apapun. Jika itu perintah dari Jack, seberapa keras ia melawannya, Jack akan tetap melakukannya. Usahanya tidak berarti banyak. Melihat Clara yang terdiam, Jack menatap gadis itu dengan dingin.
“Aku akan memberikanmu waktu satu bulan untuk mempersiapkan diri.”
Clara memandang Jack, Jack pasti sudah tahu usia kandungannya. Mengapa kecelakaan di tangga harus terjadi? Jika itu semua tidak terjadi, ia mungkin bisa menyembunyikan kehamilannya ini dari pria itu.
“Setuju atau tidak setuju aku akan tetap melakukannya, Chal.”
Jack kembali melanjutkan. Clara mengepalkan tangannya kuat. Pandangan Jack kini beralih pada perut rata Clara, dan selanjutnya ia kembali memandang menatap mata almond milik Clara.
“Dan kuharap jangan melakukan hal yang cukup bodoh agar aku tidak mempercepat waktunya.”
Ucap Jack datar dan keluar ruangan, meninggalkan Clara yang terdiam membisu. Clara mengacak rambutnya frustasi. Menyiapkan mental untuk melakukan pengguguran bayinya? Mengapa Jack begitu menyiksanya? Clara kini mengelus perut ratanya dan mulai kembali menangis dengan diam.
__ADS_1
To be continue...