Toxic Relationship

Toxic Relationship
Accomplice


__ADS_3

...Happy Reading...


“Pelelangan saham akan diadakan seminggu lagi, kita harus menang disana.” Ucap seorang gadis dan menatap Jack dengan intens.


Jack kini menarik napas dalam dan membuangnya perlahan, hampir tiga minggu ini ia mempelajari semua perusahaan yang mengikuti pelelangan disana. Terlebih ia juga harus mengurusi beberapa masalah internal perusahaan. Ia benar-benar begitu lelah. Dan ia sangat ingin semuanya cepat berakhir.


“Apa kita harus meminta bantuan pada PH Group kali ini Jack?”


*PH Group \= Pemilik perusahaannya adalah sahabat Jack, dan juga pernah berselingkuh dibelakang Jack dengan Mary*


Jack kini menatap Mary sekilas dan kembali berkutat dengan filenya, seolah sangat tidak tertarik dengan usul Mary kali ini. Ia tidak ingin merepotkan siapapun dengan masalah yang menimpanya belakangan ini.


“Tidak, aku tidak ingin memberitahunya dengan keadaan perusahaanku sekarang.”


Mary menghela napas dalam mendengar jawaban Jack. Jack selalu bersikap seperti ini. Didalam sifat keras pria itu, ia begitu tidak ingin merepotkan orang lain, sedangkan ia benar-benar butuh bantuan kali ini.


“Kau sudah membantu perusahaan itu bangkit beberapa tahun lalu.”


“Dan itu bukan artinya aku ingin ia membalasnya, aku melakukannya karena ia adalah sahabatku.”


Mendengar jawaban Jack, Mary tersenyum tipis. Inilah mengapa ia masih mengharapkan Jack kembali padanya. Jack bahkan tidak pernah mengungkit masa lalu kelamnya, bahkan ia masih menganggap pria itu sahabatnya setelah apa yang telah dilakukannya.


“Bagaimana keadaan Clara?”

__ADS_1


Mary kini merotasikan matanya, setiap hari selalu pertanyaan itu yang dilontarkan Jack padanya. Bahkan setelah beberapa hari lagi pelelangan akan dimulai. Sekarang ia menyesal berada di posisinya kali ini, ini sudah hampir tiga minggu Jack tidak menemui Clara. Namun pertanyaan itu seolah tidak ada habisnya, dan ia sudah begitu bosan untuk menjawabnya.


“Dokter dan lainnya menjaga Clara jauh lebih ketat, kejadian sebelumnya tidak akan terulang lagi.”


Jack kini mengangguk dan kembali berkutat dengan beberapa file digengamannya. Namun matanya kembali menatap Mary, terlihat jelas Mary yang menatapnya penuh keraguan. Jack menatap gadis itu bingung.


“Ada apa? Ada yang ingin kau katakan?" Tanya Jack bingung. Mary kini mengigit bibir bawahnya khawatir dan menatap kearah lain, terlihat ia begitu gugup ingin menyampaikan sesuatu.


“Seminggu yang lalu ada seorang pria mengunjungi Clara.”


“Pria?” Jack kini menutup filenya dan menatap Mary dengan intens.


“Wajahnya tidak tertangkap di kamera CCTV rumah sakit, sedangkan CCTV ruangan Clara secara kebetulan sedang dalam perbaikan. Apa kau mencurigai seseorang?”


“Apa ini sesuai dengan apa yang kupikirkan?” Tanya Mary dan menatap Jack dengan ragu.


“Chris?” Tanya Jack hati-hati, selanjutnya Mary tampak mengangguk pelan.


Jack kini berdecak kesal dan menggebrak meja dengan cukup kuat, dadanya mulai naik turun menahan emosi. Bisa-bisanya pria itu tidak terpancing dengan hubungannya dengan Mary. Inilah mengapa ia belum mau memikirkan pernikahan dengan Clara. Ia tidak ingin Clara menjadi incaran para pesaing bisnisnya. Bisnis begitu kejam, dan ia tidak ingin Clara terlibat. Tapi Chris bukan pria bodoh, pria itu sudah bertindak lebih dulu untuk mendekati kelemahannya, yaitu Clara.


Melihat Jack yang begitu emosi, Mary hanya menatapnya dengan sedih. Jack sudah begitu banyak kehilangan, setelah kehilangan sang Ibu, dan ia juga kehilangan kasih sayang ayahnya sedari dulu. Terlebih bagaimana ia yang berusaha untuk melindungi sang kakak dan keponakan dari mantan kakak iparnya. Dan dengan bodohnya bagaimana ia dulu berselingkuh dari Jack dengan sahabat karib pria itu, pendiri PH Group. Dan bagi Jack, hanya Clara yang dapat membalikkan semua keterpurukan itu.


Dan sekarang sang kekasih sudah terancam karena bisnisnya sendiri, bisnis yang ia bangun dari jerih payah dirinya dengan sang Ibu. Clara adalah gadis beruntung baginya. Dulu sewaktu Jack bersamanya, pria itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tidak ada waktu untuknya. Namun bersama Clara seolah pribadi Jack berubah. Pria itu berusaha sekuat tenaga untuk melindunginya dan selalu ada untuknya apapun yang terjadi.

__ADS_1


“Bagaimana menurutmu Chris bisa mengetahui hubunganmu dengan Clara?”


Jack yang begitu emosi seolah terdiam mendengar pertanyaan dari Mary, Chris bahkan jauh lebih mengurusi hidupnya. Terlebih bagaimana pelelangan saham yang hanya tinggal beberapa hari lagi, pria itu pasti memiliki rencana besar.


“Hanya AR Group dan segelintir orang yang mengetahui hubungan kalian, bahkan kalian tidak pernah publish itu di media sosial.”


*AR Group \= Perusahaan tempat Clara bekerja*


Mary dan Jack kini saling menatap. Mary benar, bahkan jika ia dengan Clara berkencan diluar, ia akan memakai private room. Dan ia juga pernah membahas hubungannya dengan Clara pada Tuan Arthur untuk tetap dirahasiakan dan hanya beberapa orang di dalam perusahaan yang boleh mengetahui itu semua.


“Mungkinkah ada yang membocorkannya?” Tanya Mary dengan penasaran.


“Tidak, tidak. Karyawan biasa tidak punya waktu untuk mengetahui hubunganku dengan Clara lebih dalam. Aku bahkan sangat jarang berkunjung ke AR Group.” Jawab Jack pelan, pria itu kini masih berpikir keras. Selanjutnya Mary dan Jack saling menatap dan mengangguk mengerti.


“Chris, pria itu memang penuh dengan kejutan.” Ucap Mary dengan senyum lebar.


“Menurutmu, siapa kaki tangannya kali ini?”


To be continue...


Note :


Mohon maaf mungkin untuk upload next Chapter dan seterusnya akan author berikan target like yaa. Jadi semakin banyak like, author akan post semakin sering. Karena ini sudah menuju ending. Terimakasih banyak yang udah like dan komen yaa, dukungan kalian begitu berharga❤️

__ADS_1


__ADS_2