
...Happy Reading ...
Clara menarik napas dalam, jantungnya berdetak kencang. Bahkan ditengah cuaca dingin bulir-bulir keringat membasahi keningnya. Ia sangat gugup. Sebentar lagi ia akan bertemu dengan keluarga Hilton setelah satu tahun ia pergi. Dan akhirnya ia kembali menginjakkan kaki disini bersama Jack. Bahkan ia tidak pernah berpikir suatu saat nanti ia akan kembali bersama Jack. Setelah begitu banyak tantangan yang mereka hadapi bersama.
“Kau siap?” Jack memandang kearah kekasihnya itu.
Clara dapat melihat senyuman Jack padanya, Clara menarik napas dalam dan menghembuskannya. Ia kini sudah berada di depan rumah besar Judy. Ia mengira Judy akan membuat pesta yang cukup besar untuk Anne, namun nyatanya tidak. Terlebih yang ia tahu Anne juga sangat terusik dengan keramaian.
Clara kini dapat melihat tepat disebelahnya sebuah mobil sedan mewah yang juga terparkir disana. Dengan hanya melihatnya saja ia sudah tahu jika itu adalah mobil Tuan Hilton. Mobil yang sama terparkir didepan rumahnya setahun lalu. Saat dimana Tuan Hilton menyuruhnya meninggalkan negara ini.
Sebenarnya ia sudah terbang dari Paris sekitar satu minggu yang lalu, selain menemani Jack untuk mengurus beberapa dokumen kantornya dan kepindahannya. Ia juga begitu merindukan negara sekaligus kota kelahirannya ini. Kota dimana ia bisa menjadi sekuat sekarang setelah begitu banyak cobaan hidup yang ia alami sejauh ini.
“Kau tahu Chal, jika kau tidak siap. Kita bisa pergi.”
Melihat bagaimana kekhawatiran Clara membuat Jack merasa tidak tega. Terlihat bagaimana keringat Clara yang membasahi keningnya, bahkan wajah pucat yang terlihat begitu gugup.
“Aku ikut denganmu dan meninggalkan putriku untuk hari ini Jack. Aku tidak akan berpikir bodoh seperti itu.”
Ujar Clara berusaha tenang, tapi ia tidak bisa. Sebenarnya jauh dilubuk hatinya ada perasaan takut jika sewaktu-waktu Tuan Hilton atau bahkan Judy menamparnya lagi. Tapi ia tidak akan pernah tahu jika belum mencobanya kan?
“Aku siap, maaf membuatmu khawatir Sayang.”
Mendengar ucapan Clara yang memanggilnya Sayang Jack terkekeh geli. Ternyata seperti ini jika Clara sedang gugup. Ia menyukainya. Clara kembali menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan dan mulai membuka pintu mobil.
Kini mereka mulai melangkah bergandengan menuju pintu besar bak istana itu. Seluruh rumah keluarga Hilton memang selalu besar. Inilah mengapa Jack selalu menjadikan list rumah istana di Perancis untuk tempat mereka tinggal.
__ADS_1
Dari kejauhan Clara dapat melihat dua orang yang terlihat menjaga pintu besar itu. Mungkin karena ini adalah perayaan ulang tahun Anne, Judy tidak ingin ada keributan di ulang tahun putrinya. Biasanya penjagaan keluarga Hilton tidak seketat ini.
Kedua orang yang menjaga pintu besar itu tampak saling berpandangan saat melihat Clara dan juga Jack yang tengah berjalan kearah mereka. Mungkin ia terkejut Jack datang, terlebih karena membawa dirinya.
“Tu..Tuan Muda, Tuan Besar sedang berada di dalam dengan Nyonya.” Salah satu penjaga itu nampak berucap gugup, Jack hanya menatapnya bingung.
“Lalu?”
Pertanyaan santai dari Jack itu malah semakin membuat keduanya khawatir. Clara mengerti, mungkin saja mereka khawatir jika Jack disini akan membuat kekacauan karena ada ibu tirinya. Melihat kedua penjaga itu yang hanya berpandangan dengan gugup, Jack kini mulai kesal.
“Apa aku tidak boleh masuk disini?” Tanya Jack dengan dingin, melihat atasannya yang tampak kesal. Keduanya tampak ketakutan.
“Si..silahkan masuk Tuan.”
Tanpa berani membantah lagi, pintu besar itu kini terbuka, Clara menarik napas dalam, ia kini semakin gugup. Kemungkinan – kemungkinan buruk terbayang dipikirannya. Jack dan Clara mulai melangkah masuk kedalam.
“Uncle Jack!”
Anne kini berteriak kegirangan dan berlari kepelukan Jack. Jack kini memeluk keponakannya itu erat dan menggendongnya. Clara kini membungkukkan tubuhnya dan tersenyum tipis.
“Maaf, Jack terlambat.”
Ujar Clara. Ia tahu diri, sebenarnya ia disini tidak diundang sama sekali. Melihat kehadiran Clara, dengan cepat Judy berlari kearahnya dan dengan mata yang berkaca-kaca, ia memeluk Clara erat.
Clara tersentak saat tiba-tiba Judy memeluknya, bahkan ia tidak berekspetasi akan disambut Judy seperti ini. Pelukan yang ia sering berikan pada wanita yang sudah ia anggap kakak kandungnya ini. Bahkan saking terkejutnya, ia tidak membalas pelukan itu.
__ADS_1
“Maaf Clara, aku minta maaf karena perlakuanku padamu setahun lalu."
Mendengar ucapan sendu Judy, Clara hanya terdiam. Ia tidak percaya bagaimana Judy kini memeluknya dan meminta maaf. Ini jauh dari ekspetasinya, ia kira Judy bahkan akan mengusirnya.
Melihat bagaimana sang Kakak yang memeluk Clara dengan begitu erat, Jack tersenyum. Ia sebenarnya juga cukup terkejut dengan reaksi Judy. Namun ia rasa Judy sudah sadar akan semuanya.
Clara kini menepuk bahu Judy pelan dan membalas pelukan wanita itu. Clara tersenyum dan memejamkan mata. Sudah sangat lama ia tidak bertemu dengan Judy, terlebih bagaimana Judy yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri.
“Tidak Kak, kau tidak perlu minta maaf. Aku sudah melupakan itu semua.”
Judy kini melepaskan pelukan mereka, Clara tersentak bagaimana Judy yang tampak mengeluarkan airmata. Mata Judy kini beralih pada pipi kanan Clara. Pipi dimana Leo memukulnya dengan keras karena Clara membela harga dirinya dan dengan bodohnya disana juga letak dimana ia menampar Clara didepan semua media. Sungguh, ia adalah wanita yang tidak tahu terimakasih.
Sebenarnya sejak Jack membentaknya beberapa minggu yang lalu mengenai bagaimana Clara yang membelanya membuat ia sadar. Jika ia merasa tidak memiliki siapapun disisinya, bagaimana dengan Clara pada saat itu? Saat sang Ibu yang bahkan masih rawan depresi, dan kekasihnya yang sudah bertahun-tahun menjalin hubungan dengannya berada dibalik jeruji besi. Bukannya menyemangati Clara untuk menghadapi itu semua, ia hanya memperburuk keadaan.
“Maaf Clara, aku minta maaf.” Ulang Judy penuh penyesalan.
“Aku yang seharusnya minta maaf karena telah membuatmu salah paham saat itu.” Ujar Clara mengingat bagaimana setahun lalu media memberitakannya sebagai kekasih Chris. Pasti Judy mengira ia telah mengkhianati sang Adik.
“Ayo! Ayo! Kita harus makan bersama.”
Judy kini menarik Clara menuju meja makan yang cukup besar itu dan diikuti Jack yang masih menggendong Anne. Clara kini menarik napas dalam dan menatap Tuan Hilton dan Nyonya Hilton. Ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan ibu tiri Jack. Ini semua tidak seperti apa yang ia pikirkan.
Ia kira Nyonya Hilton adalah seorang wanita muda yang tergila-gila harta, karena yang ia tahu Tuan Hilton menikahi sekretarisnya sendiri, namun nyatanya ia salah. Usia Tuan Hilton dengan Nyonya Hilton tampak tidak beda jauh, mungkin hanya terpaut 5-7 tahun. Terlebih bagaimana mata Nyonya Hilton yang tampak memandangnya dengan lembut.
“Selamat malam Tuan Hilton, Nyonya Hilton. Maaf mengganggu makan malam anda.”
__ADS_1
Ujar Clara, Clara dapat melihat perbedaan pada ekspresi keduanya. Tuan Hilton yang tampak enggan dan Nyonya Hilton yang tampak terkejut dan selanjutnya tersenyum tipis.
...To be continue......