Toxic Relationship

Toxic Relationship
Denial (Flashback)


__ADS_3

⭕Kata yang bercetak miring adalah masalalu


...Happy Reading...


“Aku pergi dulu Clara, kuharap kau tidak membuatku kecewa!” Ucap Mary dingin dan meninggalkan Clara yang hanya bisa mematung memandangnya.


Masih dengan perasaan kacau balau Clara kini mulai berjalan kearah mobil mewah milik Jack. Dan kini ia dapat melihat Jack yang juga tengah menatapnya dengan senyuman hangat dari kejauhan. Clara hanya tersenyum tipis membalasnya. Sedangkan ucapan Mary terus terngiang-ngiang dikepalanya. Apa ia harus menjauhi Jack?


“Jack, aku minta maaf. Aku kira kita tidak bisa makan malam bersama hari ini.”


“Ada apa? Apa kau tidak enak badan Chal?”


‘Chal’ panggilan Jack untuknya hampir enam bulan belakangan ini. Bahkan Tiffany dan beberapa temannya mengikuti Jack dengan panggilan itu. Saat ia sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Jack, mengapa Mary harus datang dihidupnya lagi? Terlebih Mary datang dengan sebuah peringatan.


Bukan, bukan ia takut dengan peringatan Mary. Tapi ia begitu takut jika hubungannya dengan Mary berantakan. Sedangkan sampai sekarang ia masih mengingat dengan jelas kebaikan Mary padanya.


“Ya, kurasa begitu.” Jack benar. Ia sangat sangat tidak enak badan sekarang, kepalanya begitu pening.


“Aku bisa mengantarmu pulang dan-“


“Tidak, tidak Jack. Aku akan pulang sendiri, dan kuharap jangan menjemputku lagi setelah ini.” Clara kini menatapnya dengan pandangan marah. Jack hanya menatap gadis itu bingung. Apa ia melakukan sebuah kesalahan?


“Apa aku melakukan kesalahan Chal? Bilang padaku. Aku minta maaf dan kuharap aku bisa memperbaikinya.”


Clara menatap Jack dengan pandangan sedih. Seharusnya Jack tidak terlibat dengan ini semua, pria itu tidak tahu apapun masalahnya. Ingin rasanya ia berbicara mengenai Mary pada Jack. Tapi ia tidak bisa, ia tidak ingin Mary dibenci oleh siapapun.

__ADS_1


“Aku hanya...


... hanya berpikir jika kau terus menjemputku beberapa temanku akan salah paham dengan ini semua.”


Ayolah, jawaban konyol apa lagi yang harus ia lontarkan? Tatapan bingung Jack kini digantikan dengan senyuman simpul, seolah ia mengerti dengan arah perbincangan kali ini. Sedangkan Clara sendiri tidak tahu, gadis itu hanya mengeluarkan apa yang terlintas di kepalanya.


Clara kini terkejut ketika secara tiba-tiba Jack berlutut dihadapannya dengan mengeluarkan sebuah kotak cincin. Apa, Apa Jack akan melamarnya? Tidak, tidak, bukan ini maksud dari ucapannya.


“Aku sebenarnya sudah membeli ini dari empat bulan yang lalu. Karena aku tahu latar belakangmu yang belum pernah memiliki hubungan dengan siapapun, aku takut kau menolakku. Maka aku menahan ini semua. Dan aku tidak tahu kau juga mengharapkan ini Chal."


Clara kini memandang Jack tidak percaya. Sedangkan Jack tersenyum hangat. Ia mengerti mengapa Clara marah dan berkata 'beberapa temannya akan salah paham'. Itu artinya Clara meminta kepastian darinya kan? Nalurinya sebagai pria mengatakan demikian. Jack menatap Clara dalam.


"Apa kau mau menjadi kekasihku Chal?”


Jack kini membuka kotak cincin itu, dan terdapat sebuah cincin sapir biru yang begitu cantik. Clara hanya menatap Jack tidak percaya. Mata Clara kini menatap sekeliling, ia begitu berharap jika Mary tidak melihat ini semua. Namun dugaan Clara salah, seorang gadis dengan rambut sebahunya itu tengah menatap mereka dengan tatapan tajam.


Jack kini tampak terkejut dengan reaksi Clara. Apa gadis itu tidak menginginkan ini semua? Tapi Jack melihat ekspresi Clara yang seolah panik dan gelisah. Sebenarnya ada apa dengan gadis itu? Apa ia mengatakannya disaat yang tidak tepat?


“Aku minta maaf, aku harus pergi.”


Clara kini meninggalkan Jack yang masih berlutut. Entah betapa kecewa Jack padanya, tapi ia tidak bisa berpikir jernih sekarang. Seolah semua berjalan begitu cepat. Mary yang tiba-tiba memperingatinya dan juga Jack yang malah menyatakan perasaan padanya. Semua begitu cepat untuknya.


Clara kini masih berlari menuju halte terdekat, sedangkan beberapa orang masih memandangnya dari kejauhan. Ia tidak peduli lagi, ia ingin cepat-cepat sampai rumah dan beristirahat.


Tin!

__ADS_1


Clara tersentak ketika suara klakson mobil terdengar, ia kini mendapati sebuah mobil SUV silver kini disebelahnya. Saat Clara menatap kearah pengemudi, sebuah senyuman hangat dari seseorang yang ia kenali kini terlihat.


“Ingin aku antar Nona?”


Shawn Walker, pria itu kini menatap Clara. Clara terdiam sejenak sebelum akhirnya menyetujui tumpangan pria itu. Mobil itu kini mulai melaju, Clara hanya dapat menatap keluar jendela. Dulu ia begitu mengharapkan momen seperti ini.


Shawn, pria yang hampir lima tahun ini ia sukai mengajaknya untuk pulang kantor bersama. Tapi entah mengapa sekarang, seolah tumpangan pria itu menjadi hal biasa. Dan sekarang ia lebih memikirkan perasaan Jack setelah apa yang ia bicarakan pada pria itu. Apa Jack akan baik-baik saja? Apa Jack tidak akan membencinya?


“Apa gadis itu mengancammu, Clara?”


Clara tersentak dengan pertanyaan Shawn tiba-tiba. Apa Shawn melihatnya dengan Mary? Clara hanya melirik pria itu sekilas dan kembali menatap keluar jendela. Sedangkan tangan Clara meremas kuat tas yang dibawanya.


“Gadis? Mengancamku? Tidak mungkin Shawn.” Clara tertawa renyah, berusaha untuk mencairkan suasana. Walaupun ia tahu, semuanya akan gagal.


“Mary, gadis itu mengancammu kan? Aku mendengar perbincanganmu dengannya."


Clara kini hanya bisa bungkam. Ia lupa jika Shawn juga mengenal Mary, mereka berada di sekolah yang sama. Terlebih Mary adalah primadona sekolah, siapa yang tidak mengenal gadis itu?


“Apa karena itu kau menolak Jack?”


Clara tetap terdiam. Ia terlalu bingung untuk menjawabnya, karena semua pertanyaan Shawn benar. Mary mengancamnya dan karena itulah ia menolak Jack. Toh, dengan cara itu semua akan baik-baik saja. Clara hanya ingin hidupnya tenang dan damai, tanpa ingin terlibat masalah dengan siapapun.


“Aku pikir, aku juga tidak terlalu mencintai Jack.”


Clara berucap pelan. Ia dapat melihat Shawn kini melirik kearahnya dan kembali pada kemudinya. Shawn terlihat mengambil napas dalam dan membuangnya perlahan.

__ADS_1


“Jangan takut dengan ancaman gadis itu Chal! Aku akan melindungimu bagaimanapun caranya.”


To be continue...


__ADS_2