Toxic Relationship

Toxic Relationship
Hot News


__ADS_3

...Happy Reading ...


Clara kini meregangkan tubuhnya saat sinar matahari mulai menyinari tepat di retina matanya, membuat cahaya silau seolah menembus kealam mimpinya. Clara mengerjapkan matanya pelan dan dengan tergesa-gesa mulai bangkit dari kursinya dan menghampiri jendela kamarnya. Mobil yang terparkir dari kemarin pagi kini sudah menghilang, Jack sudah pergi, Clara tersenyum kecut. Entah mengapa rasa kecewa itu begitu menyesakkan dadanya.


Clara kini mulai meraih ponselnya dan mulai membuka berita hari ini. Namun wajah bare facenya mulai membuka lebar saat melihat sebuah hot news beberapa jam yang lalu kini memenuhi beranda ponselnya.


‘Seorang pria misterius memberikan bukti pembunuhan yang dilakukan Jack Hilton, Apa benar Jack bersalah?’


‘Apa benar Jack Hilton seorang pembunuh?’


‘Miyarder kini sudah diamankan polisi, apa benar CEO GrantHill adalah seorang pembunuh?’


‘Berikut bukti-bukti jelas pembunuhan yang dilakukan Jack Hilton.’


Clara kini membaca setiap berita itu dengan panik. Bagaimana mungkin? Bahkan Clara dapat melihat dengan jelas bukti-bukti foto yang ia simpan selama ini kini sudah tersebar di media. Chris telah mengkhianatinya, pasti pria itu dalang dibalik ini semua.


Dengan cepat Clara mulai mencari nomor Chris dan mulai menghubunginya. Sekali, dua kali, bahkan sampai lima kali Chris tetap tidak mengangkat panggilannya. Clara dapat merasakan jantungnya berdetak kencang, kini Clara memberanikan diri untuk menghubungi Jack. Seperti dugaannya, Jack tidak dapat dihubungi, bahkan nomor pria itu sama sekali tidak aktif. Clara meremas ponselnya kuat, apa yang harus ia lakukan? Dengan bodohnya ia tidak memberitahukan semua rencana Chris ini pada Jack. Setidaknya jika Jack mengetahui semua rencana Chris, pria itu memiliki persiapan atau setidaknya tameng pelindung.


Namun Clara tersentak ketika ponselnya secara tiba-tiba mulai berdering, kini panggilan dari Chris memenuhi layar. Dengan napas yang menggebu-gebu Clara mulai mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


“Chris, jangan katakan kau yang melakukan ini semua!”


Clara mulai berteriak kesal, terdengar dengan jelas suara tawa Chris dari seberang sana. Clara berdecak kesal dan mengacak rambutnya frustasi. Bodoh, Clara bodoh, bisa-bisanya kau dikhianati oleh bajingan seperti Chris.


“Kau pembohong Chris! Kau penipu!”


“Maaf Chal, tapi seperti inilah bisnis bekerja.”


Tut... Tut... Tut


Dengan kesal Clara kini melempar ponselnya, membuat ponselnya membentur lemari dengan kayu ek itu cukup kuat. Tiffany yang memang melihat sahabatnya dari depan pintu hanya menatapnya dengan prihatin dan mulai menghampirinya dengan perlahan.


“Chal.” Clara kini menatap Tiffany yang mulai berjalan menghampirinya. Tiffany pasti sudah mendengar beritanya, gadis itu pasti semakin membenci Jack.


“Maaf Tiff, atas nama Jack aku benar-benar minta maaf.”


Clara kini menatap Tiffany dengan penuh penyesalan, namun terlihat dengan jelas Tiffany hanya tersenyum tipis padanya. Seolah itu semua tidak terlalu mengejutkan untuknya.


“Kau tidak mungkin bersama dengan orang yang membunuh Shawn kan, Chal?”

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Tiffany, Clara hanya bisa tersentak dan memandang gadis itu. Clara mengigit bibir bawahnya dengan cukup kuat. Tidak, ia ingin tahu keadaan Jack, ia harus menemui Jack, Jack begitu berarti untuknya. Melihat tampang gugup Clara padanya, Tiffany hanya tersenyum sinis.


“Kau bahkan masih ingin bersama Jack setelah apa yang ia lakukan pada Shawn?”


Clara kini tidak bisa menjawab. Di satu sisi ia benar-benar mengkhawatirkan Jack, namun disisi lain ia tidak ingin mengecewakan Tiffany. Bagaimanapun ia sudah berbohong pada Tiffany selama ini.


“Kau tidak tahu bagaimana kronologi kejadiannya Tiff.”


“Jika kau tahu bagaimana itu terjadi, dan kau tidak menceritakannya padaku?”


Clara kini seolah yakin apa yang Jack bicarakan benar. Melihat bagaimana ketenangan Tiffany berbicara itu semua, seolah ia sudah mengetahuinya sejak awal bagaimana Shawn mati terbunuh. Ia hanya ingin sedikit bermain-main dengannya dan juga Jack. Tiffany gadis yang menyeramkan.


“Aku minta maaf Tiff, tapi aku harus menemui Jack.”


Dengan cepat Clara memasukkan beberapa dompet dan ponsel kedalam tas miliknya. Tiffany hanya menatap Clara dengan kesal. Seharusnya memang dari awal ia tidak pernah menyetujui hubungan Clara dengan Jack.


“Bahkan kau masih memilihnya setelah berpuluh-puluh kali ia menyakitimu, Chal?!” Tiffany kini mulai meninggikan suaranya, Clara hanya menatap gadis itu dengan penuh penyesalan


“Maaf Tiff, tapi aku mencintai Jack.”

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Tiffany, Clara kini mulai mengambil tasnya dan berjalan keluar kamar. Tiffany hanya mengepalkan tangannya kuat dan menatap kesal sahabatnya itu yang mulai meninggalkan rumah.


To be continue...


__ADS_2