
Ada banyak macam keluarga menurut kamus besar bahasa Indonesia atau KBBI, mulai dari keluarga batin, keluarga berantakan, keluarga berencana, keluarga besar, keluarga bilateral, keluarga elementer, keluarga inti, keluarga kerajaan, keluarga parsial, keluarga paternal, keluarga retak, keluarga sedarah, dan masih banyak lagi.
Keluarga sendiri mengandung arti satuan kekerabatan yang mendasar dalam masyarakat, biasanya terdiri dari ayah, ibu, serta anak-anak.
Khusus bagi Alexander Natadisastra, ia hanya mengenal tiga jenis keluarga sejak kecil. Pertama keluar kecil dari rentang usia satu sampai tujuh tahun. Sedangkan dari rentang usia tujuh sampai tujuh belas, jalan delapan belas tahun, ia mengenakan yang namanya keluarga berantakan dan keluarga retak.
Tidak ada lagi rumah yang diisi oleh keluarga kecil yang akan menyambut kepulangannya dengan hangat, semenjak sang ibu memiliki untuk mengambil jalan pintas. Merusak pernikahan wanita lain demi keegoisannya pribadi. Sekarang Alexander baru menemukan salah satu anggota keluarga yang dulu ia miliki. Namun, belum sempat semuanya terungkap, sudah banyak musibah yang menimpa.
Di ruang tunggu Unit Gawat Darurat, para lelaki berjaket bomber berlogo burung PEONIX berkumpul. Si Burung Api juga ada diantara mereka, tak peduli jika darah yang tadinya berceceran dari bekas jarum infus di tangannya kini sudah mengering. Satu lelaki berseragam SMA Angkasa yang dilapisi hoodie hitam juga ada di sana, menjadi satu-satunya yang bukan anggota si burung api.
Tidak lama kemudian, dua orang datang dengan tergesa-gesa. Keduanya masih mengenakan seragam sekolah yang dilapisi jaket.
"Di mana dia?" tanya sang leader dengan napas memburu.
"Dia masih ditangani sama dokter, Ta," jawab Orion memberitahu. "Dia kehilangan banyak darah dan harus segera dioperasi."
Sang leader mengepalkan kedua tangannya erat. Informasi sang kekasih yang baru saja tertimpa masalah tentu mengguncang relung hatinya. Gadis itu pergi meninggalkannya dan saat mereka bertemu lagi, kondisinya malah seperti ini.
"Blake, Adik gue sama siapa di dalam mobil itu?" tanya si Burung Api, sambil menatap sang kepercayaan lekat.
__ADS_1
Arga menoleh, mencari sumber suara tersebut. Ia baru sadar jika Alexander juga ada di antara anggota Geng PIONIX yang sedang menunggu.
"Dia sama Ayahnya."
Bola mata Alexander membulat seketika. "Sekarang gimana kondisi Ayahnya?"
"Kondisinya kritis," jawab Blake.
Seperti diremas oleh tangan tak kasat mata, Alexander merasa jantungnya langsung kekurangan pasokan oksigen, sehingga sesak merongrong rongga dada. Ia begitu merindukan lelaki itu, selama ini ia hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Di saat mereka bisa berada dalam jangkauan yang begitu dekat, kondisi pria yang ia cari-cari malah kritis.
Selamat ini Alexander belum mendapatkan bukti yang cukup. Setelah semua bukti terkumpul dan keyakinannya benar, peristiwa buruk bertubi-tubi menghampiri.
"Supir taxi yang mereka naikin meninggal di tempat kejadian perkara," tutur Blake. "Saksi mata bilang ada mobil lain yang melintas di belakang mobil yang mereka tumpangi sebelum kecelakaan terjadi. Polisi masih mendalami kasus ini."
"Hn, ada apa?"
"Hubungin Bokap lo, kumpulin juga semua koneksi yang kalian punya. Cari si pelaku sampai dapat!"
Blake mengangguk patuh. "Oke, akan segera gue laksanakan perintah lo." Lelaki itu kemudian berlalu pergi setelah menerima titah.
__ADS_1
Si burung api mendongkrak, menatap leader of SPHINIX langsung pada matanya. Langkahnya yang masih terseok-seok, karena kondisinya yang belum stabil, membawa mendekat pada laki-laki yang berbagi darah dengannya itu.
"Dengar, Arganta Natadisastra." Alexander menyentuh sebelah pundak leader of SPHINIX erat. Maniknya tampak kian menggelap. Sorot matanya tajam.
"Kalau sampai Bokap lo ada sangkut pautnya sama kecelakaan ini, gue nggak akan pernah ampuni dia."
Onyx leader of SPHINIX berkilat, kentara sekali ia sedang menahan emosi. "Kalau lo lupa, biar gue ingatkan. Pria itu juga bokap lo!"
Alexander menggelengkan kepala seraya tersenyum skeptis. "Dia bukan Bokap gue semenjak gue panggil orang lain dengan panggilan Ayah." Tatapannya masih terkunci pada Arga. “Hubungan darah nggak ada artinya, jika dia tidak pernah hadir dalam setiap momen terbaik di hidup gue.”
"...."
"Bokap gue bukan Utama Natadisastra, tapi Andra Atmaja yang sedang berjuang hidup dan mati di dalam sana," pungkas Alexander penuh penekanan.
...**...
...TBC...
...Semoga suka 🖤...
__ADS_1
...Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, share, tabur bunga sekebon dan tonton iklan sampai selesai 😘...
...Tanggerang 23-12-22...