
Hidup merupakan rahasia. Kita tidak bisa memprediksinya barang sedikitpun. Semua yang akan terjadi kini, nanti bahkan esok tidak akan ada yang mengetahui. Sebagai seorang manusia, kita hanya bisa menjalani segalanya sesuai kodrat-Nya.
Dua kubu yang biasanya selalu beradu, kini bersatu. Mereka yang biasanya adu jotos, kini saling bahu-membahu. Tidak ada yang mengenakan jaket kebanggan ataupun aksesoris yang berbau geng seperti ciri khas mereka. Yang ada mereka menggenakan pakaian serba hitam dan saling bahu-membahu menggotong tandu.
Lailahaillallah
Lailahaillallah
Lailahaillallah
Lantunan kalimat tauhid mereka lontarkan di sepanjang jalan. Sampai pada lokasi yang ditujukan, salam digaungkan guna menyambut kedatangan rombongan berpakaian serba hitam tersebut.
Tandu besi yang ditutupi oleh kain berwarna hijau dan rangkaian bunga itu masih berjalan, sampai berhenti pada sebuah lokasi dimana tersedia galian lubang mencapai tinggi orang dewasa yang melambaikan tangan atau sekitar 3,5 sampai 4,5 dzira' (1 dzira' sekitar 46,2 cm). Di dalam lubang tanah berbentuk persegi panjang yang sudah diisi oleh beberapa orang lelaki yang siap menerima tubuh berbaju kain kapan yang terbujur kaku. Di sana lah jasad itu akan disemayamkan. Tempat yang akan menjadi peristirahatan terakhirnya.
Gerimis kecil mengiringi lantunan kumandang adzan yang berasal dari seorang lelaki muda beranting-anting. Suaranya terdengar menyayat hati, alih-alih merdu yang mendayu-dayu. Siapa pun yang mendengar pasti bisa merasakan betapa sedihnya keluarga ditinggalkan oleh sosok pemilik jasad tersebut.
Maut telah kembali merenggut, membawa seorang manusia untuk patuh dan ikut. Tidak ada yang bisa menolak sang pencabut maut, ketika sudah jatuh temponya menjemput.
Dua hari belakangan berbagai saluran televisi membicarakan soal korban tabrakan maut yang merenggut satu korban jiwa di lokasi kejadian. Kini genap menjadi dua orang korban jiwa dengan meninggalnya korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit.
Sebenarnya perihal paling diperbincangkan adalah sosok yang 11 tahun silam diketahui menghilang dalam kecelakaan maut yang kejadiannya persis seperti kasus kali ini.
Andra Atmajaya sebarnya merupakan salah seorang petinggi BUMD yang berlokasi di ibu kota. Pria itu juga memiliki jasa besar dan pernah bekerja untuk BIN atau Badan Inteligen Negara. Andra itu dinyatakan menghilang sebelas tahun silam. Pihak berwajib yang menangani kasus tersebut telah menyebut bahwa Andra dan putrinya yang menghilang telah meninggal dunia. Mengingat kondisi kecelakaan parah, dimana mobil yang mereka tumpangi masuk ke dalam jurang, semakin menguatkan opini tersebut.
Ketika ditemukan pria yang mirip dengan Andra Atmajaya, kisah sebelas tahun silam kembali diulik. Penyelidikan kembali dibuka demi menyelesaikan kasus tugas yang belum rampung. Sosok yang menjadi kunci utama dalam penyelidikan lanjutan tentu saja orang-orang yang dekat dengan Andra Atmajaya.
Karena terbukanya kasus 11 tahun silam, berbagai spekulasi muncul dengan liar. Hubungan Utama Natadisastra dan Sussanne yang selama ini dikenal sebagai pasangan harmonis dan dermawan juga mulai dipertanyakan. Berbagai media mulai menyoroti masa lalu mereka yang berkaitan dengan Andra Atmajaya.
__ADS_1
"Selamat jalan."
Lelaki muda yang mengenakan atasan hingga bawahan hitam itu menatap gundukan tanah merah di hadapannya tanpa emosi. Sebelah tangannya masih memegang pusara bertuliskan nama pria yang sangat ia sayangi. Andra Atmajaya.
"Maaf kalau selama ini Alex belum bisa menjadi anak yang berbakti."
Pemilik nama itu berjongkok di samping gundukan tanah merah yang masih basah. Lengkap dengan taburan kelopak bunga yang menebarkan aroma semerbak. Senyumnya tersungging tipis-tipis.
"Jangan khawatir, Ayah. Alex janji akan selalu menjaga dan berusaha membahagiakan Nara." Ia mendongrak, menengadah ke atas langit yang dihiasi oleh mega mendung. Berharap agar lelehan kristal bening dari kelopak matanya tidak berjatuhan dengan cara tersebut. Namun, yang ia dapat adalah tangisan dari langit.
"Selamat tinggal, Ayah."
Walaupun kenangan yang tertinggal selama pria itu hidup hanya sebatas saat mereka tinggal bersama. Kendati demikian, kenangan itu tidak lekang dimakan waktu. Ia masih ingat betul setiap kasih sayang yang dicurahkan oleh pria dengan kepribadian hangat itu. Andra Atmajaya bagi Alexander adalah sebenar-benarnya definisi dari arti seorang ayah.
"Lex."
"Kita harus pergi. Kembaran lo--" ia mengangguk sebelum sang kepercayaan menyelesaikan ucapan.
"Alex pergi dulu, Ayah. Semoga Ayah ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya." Setelah berkata demikian, lelaki itu angkat kaki dari tempat tersebut. Meninggalkan tempat peristirahatan terakhir pria yang ia panggil ayah semasa kecil.
Alexander lantas mengambil alih tubuh sang kembaran yang tidak sadarkan diri dalam gendongan Gray. Gadis itu shock berat dan berakhir tidak sadarkan diri kala mengetahui pria yang terbujur kaku itu adalah pria yang dia panggil Ayah di masa kecil. Alexa tentu terpukul dengan kenyataan yang ada.
Walaupun hidup bergelimangan harta dan serba berkecukupan di mansion Natadisastra, jauh di lubuk hatinya ia sangat merindukan sosok yang waktu kecil selalu mengisi hari-harinya. Ayahnya. Karena semenjak ia memiliki ingatan masa kecil, hanya Andra seorang yang ia panggil dengan sebutan ayah.
Semua kesedihan dan duka yang tidak dapat dibendung itu tentu tak luput dari sepasang onyx jelaga milik leader of SPHINIX. Ia ikut mengantar ke tempat peristirahatan terakhir Andra, bahkan ikut membawa tandu jenazah Ayah kekasihnya itu.
Kuasa tuhan memang tidak ada yang tahu pasti. ia, Alexander, Alexandria, maupun Nara tidak pernah tahu akan dihadapkan dengan kisah pelik seperti ini. Awalnya karena ikatan darah yang berasal dari hubungannya gelap, lantas melahirkan hubungan toxic dan pertumpahan darah.
__ADS_1
"Ta, lebih baik lo jangan main HP ataupun lihat TV dulu," ujar lelaki dengan koko hitam yang baru saja mendudukkan dirinya di samping Arga. Mewanti-wanti.
"Gue udah tau."
Semalam, kuasa hukum almarhum ibunya datang. Beliau datang untuk memberikan surat wasiat yang ibunya tulis sebelum meninggal. Anjani berpesan agar surat tersebut diberikan saat putranya sudah duduk di kelas XII. Semua itu telah Anjani pikirkan matang-matang, karena Anjani pikir Arga pasti sudah bisa mengambil keputusan besar untuk masa depannya kelak.
Selain surat wasiat kuasa hukum Anjani juga memberikan dokumen-dokumen aset peninggalan Anjani serta dokumen asset pribadi Arga dari sang Ayah, Utama Natadisastra. Ada pula dokumen mengenai harta warisan dari kakeknya yang berdomisili di Singapura.
Arga juga tahu jika ibu tirinya telah melayangkan gugatan cerai kepada Ayahnya. Wanita itu juga telah mengalihkan hampir setengah dari kekayaan milik Utama Natadisastra. Namun, semua itu tidak ada gunanya lagi sekarang. Berita tentang penangkapan Utama Natadisastra terkait laporan penggelapan dana negara, pembunuhan berencana, suap, pemalsuan identitas, skandal perselingkuhan dan beberapa kasus lainnya tengah gencar diperbincangkan. Hampir seluruh aset milik Utama tersebut disita oleh pihak berwajib.
Kedatangan kuasa hukum almarhumah Anjani sendiri bertujuan untuk memberitahukan jika semua aset yang menjadi hak Arga telah aman di tangan Andro Watson, kakek Arga dari pihak ibu yang tinggal di Singapura. Selain itu, kuasa hukum ibunya juga mengatakan jika beberapa hari lagi Andro akan tiba di Jakarta untuk menemui Arga. Tujuan pria tua itu hanya satu, yaitu memboyong cucu satu-satunya yang selama ini ditawan oleh menantunya ke Singapura.
"Dia udah ditangkap?"
"Iya. Penyidik sudah menggelandang nya ke kantor polisi."
"Bagus." Arga beranjak setelahnya. Meninggalkan lelaki dengan koko hitam tersebut. Ia tidak mau membahas apapun soal masalah Ayahnya. Sekarang yang harus ia perhatikan hanya satu, yaitu kesehatan sang kekasih hati.
Arga hanya ingin gadis itu cepat pulih dan cepat bangun dari tidur panjangnya. Ia tak akan sanggup berlama-lama menunggu kekasihnya yang tampak seperti mayat berbaring di hospital bed. Ia ingin gadisnya kembali ceria, cerewet, dan memancarkan energi positif serta kehangatan seperti sinar mentari di pagi hari. Jika gadisnya tidak kembali bangun dan bersinar seperti dulu, maka hidup Arga juga akan redup bersamanya.
...🫐🫐...
...TBC...
...Semoga suka 🖤...
...Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, share, tabur bunga sekebon dan tonton iklan sampai selesai 😘...
__ADS_1
...Tanggerang 23-12-22...