
Banyak hal yang telah terjadi, namun sumber kehidupan seolah-olah mati. Kalimat lah yang sekiranya dapat di menggambarkan kondisi Aleanska Nara. Sudah hampir 49 hari ia terbaring di atas hospital bed. Hingga detik ini belum ada tanda-tanda jika ia akan segera bangun dari tidur panjangnya. Yang ada, orang-orang di sekitarnya dibuat risau akan kondisinya yang tidak menunjukkan perkembangan apapun.
"Apa hari ini lo udah ketemu bokap lo di sana?" pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang kekasih yang selama 49 hari ini tidak pernah lelah menunggu.
Ia setia menemani dalam tiap ruas waktu yang gadis itu lalui tanpa kesadaran. Dalam setiap perjalanan dari waktu ke waktu, merubah pula tabiatnya menjadi kian tidak tersentuh. Untouchable.
Arganta Natadisastra tidak berharap banyak, ia hanya ingin sang kekasih bangun dari tidur panjangnya. Soal kenyataan pahit yang sudah siap menyambut, biarlah itu mereka hadapi bersama. Yang terpenting, sekarang gadis itu bangun terlebih dahulu. Banyak orang yang merindukan senyumnya yang hangat seperti sinar mentari pagi.
"Bangun, sayang. Sampai kapan lo mau buat gue menunggu?"
Lagi dan lagi, tidak ada respon yang berarti, kecuali suara mesin alat rekam jantung, elektrokardiogram atau EKG yang terdengar.
"Bunga yang tiga hari lalu ternyata udah layu. Nanti gue bawain yang baru," monolog Arga saat melihat vas bunga di atas meja dekat hospital bed yang tidak lagi diisi oleh rangakaian bunga mawar merah dan baby's breath, melainkan bunga matahari yang awalnya begitu cerah. Memancarkan energi positif dari warnanya yang indah.
Sedangkan hari ini bunga itu sudah tampak layu dan lusuh. Kelopak bunganya tampak terkulai lemas, seolah-olah memberi tahu jika kelopak nya akan segera berguguran.
"Nanti gue bawain bunga yang baru," monolog Arga lagi.
Banyak yang terjadi dalam kurun waktu 14 hari ke belakang. Berita besar dan paling mengejutkannya adalah Andrew Alfred yang ternyata ayah biologis dari bayi yang tengah dikandung oleh Alexa.
Andrew itu sepupu Orion. Mereka cukup dekat, bahkan Andrew sempat tinggal bersama keluarga Orion semasa mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah atas. Setahu Arga, Andrew menetap di luar negeri karena menempuh pendidikan S1 di Harvard University. Ia mengambil jurusan kedokteran dan satu jurusan lain. Setelah lulus S1, Andrew langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Banyak prestasi yang telah Andrew torehkan, sehingga ia dapat mengantongi gelar profesor di usia yang masih sangat muda.
Masalahnya adalah Orion yang dulu ditugaskan untuk mengawasi Alexa, ternyata diam-diam memendam rasa. Lelaki itu pandai sekali menutupi perasaannya selama ini, bahkan dari Arga sekalipun. Naas, Orion harus mendapatkan kenyataan pahit jika gadis yang ia sukai tengah mengandung bayi sepupunya sendiri. Ibarat kata, perasaannya mati sebelum berkembang.
__ADS_1
Arga sudah menyerahkan masalah kehamilan Alexa untuk diurus oleh mereka yang bersangkutan. Alexander juga ia larang ikut campur, karena takutnya malah memperkeruh keadaan. Mengingat lelaki itu sebelas dua belas dengannya, gampang terpancing emosi.
Satu lagi, masalah kasus orang tuanya. Baik Utama dan Sussanne sudah mendapatkan ganjarannya masing-masing. Hasil keputusan pengadilan telah dibacakan, setelah melewati serangkaian perjalanan yang begitu panjang. Utama sebagai pelaku dan dalang dari beberapa kasus kejahatan, dijerat pasal berlapis dan dijatuhi hukuman mati serta denda berupa uang ganti rugi. Sedangkan Sussanne dihukum penjara seumur hidup, kemudian didenda dengan nominal yang tidak sedikit.
Utama sempat meminta kuasa hukumnya untuk mengajukan banding, namun permintaan itu ditolak oleh pihak kejaksaan. Alhasil pria tamak itu harus mendekam di penjara kelas berat, yaitu di lapas Nusakambangan sebelum dieksekusi mati.
Arga sempat menjenguk ayahnya itu sebelum dikirim ke Nusakambangan. Atas dasar keinginannya sendiri, ia datang dan menanyakan satu pernyataan yang sejak dulu ia pendam.
"Apa Anda pernah benar-benar menyayangi Mamah saya?"
Pertanyaannya itu Arga lontarkan tanpa ekspresi. Ia hanya penasaran akan jawaban pria brengs*k yang telah menipu ibunya habis-habisan. Namun, ibunya tak pernah punya kebencian untuk pria tersebut. Dan jawaban Utama harus membuat harapan Arga pupus, karena pria itu dengan gamblang mengatakan jika semuanya hanya sandiwara yang telah dipersiapkan sejak lama. Kehadiran Arga di tengah-tengah sandiwara tersebut Utama ibaratkan sebagai reward. Selain mendapatkan apa yang ia inginkan, Utama juga mendapatkan penerus dari wanita baik-baik seperti Anjani.
"Apa lo tau, sebenarnya kita itu sama. Gue, lo, Alex, maupun Alexa." Arga berkata seraya membelai pelipis sang kekasih. Menyelipkan beberapa anak rambut ke belakang telinga kekasihnya. "Kita lahir dari orang-orang yang tidak pernah dewasa. Mereka berpikiran dangkal, bersifat egois, dan tamak."
"Tapi, sekarang semuanya udah kembali normal. Seenggaknya, sekarang nggak ada lagi yang menyetir kehidupan gue, Alex, ataupun Alexa." Tatapan Arga tampak menerawang. "Kita sekarang bebas memutuskan jalan hidup masing-masing."
"...."
"Gue harap, saat gue memutuskan untuk memulai hidup baru, lo siap jadi partner di kehidupan baru yang gue mimpikan," lirih Arga seraya membawa tautan tangannya dan sang kekasih ke depan bibir. Dikecupnya punggung tangan pucat serta dingin itu dua kali. "Gue yakin bisa bawa lo untuk memulai hidup baru setelah lo buka mata, suatu hari nanti."
Keinginan Arga tak muluk-muluk. Ia sudah mulai bisa menerima keberadaan Alex dan Alexa. Kini harapannya tinggal tertanam pada sang kekasih yang masih asik bergelung di pulau kapuk. Jika suatu saat nanti gadisnya bangun, ia tak akan segan-segan untuk membawa gadisnya pada kehidupan baru yang telah ia rancang baik-baik.
Arga tahu untuk mewujudkan semua itu tidaklah mudah. Namun, setidaknya ia telah berusaha.
__ADS_1
"Sayang. Besok gue ada jadwal briefing sama anak-anak. Kemungkinan gue dateng agak...." kalimat Arga terpotong seketika saat melihat keajaiban terjadi pada jemari tangan sang kekasih. " Tangan lo .... gerak-gerik?"
Arga masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Namun, saat pergerakan kedua kembali terekam jelas oleh kedua bola matanya, Arga langsung tersenyum tak percaya, kemudian beranjak dari posisinya. Ia sangat yakin dengan apa yang dilihat olehnya barusan
"Terima kasih karena lo tetap berjuang sampai akhir, gue sayang lo," katanya, diakhiri dengan kecupan singkat di kening sang kekasih, sebelum Arga menekan tombol emergency supaya dokter dan perawat segera datang.
...🫐🫐...
...HAPPY NEW YEAR DARI Nengkarisma & Kaka Shan 🎉🎉...
...Semoga tahun ini banyak lagi cerita yang dapat Author bagi untuk readers. Jangan bosan-bosan baca cerita Author ☺️...
...COMING SOON 👇...
...Semoga suka 🖤...
...Jangan lupa rate bintang 5 🌟 like, vote, komentar, follow Author, share, tabur bunga sekebon dan tonton iklan sampai selesai 😘...
...BESOK LAST PART BDJ SAMA UFB 👋...
...Tanggerang 01-01-23...
__ADS_1