Un Familiar Brother

Un Familiar Brother
⁷⁶UFB


__ADS_3

Tiga orang remaja yang siang itu datang ke poli kandungan salah satu rumah sakit terdekat, menjadi perhatian semenjak mereka datang. Padahal mereka tidak menggunakan pakaian sekolah, tetap saja sepanjang perjalanan, mereka bisa mendengar pembicaraan manusia di sekeliling yang sebagian besar adalah ibu-ibu.


Para ibu-ibu itu pasti tahu siapa mereka dan tengah bertanya-tanya, untuk apa mereka mengunjungi poli kandungan? Keberadaan Alexa di antara mereka tentu saja membuat para ibu-ibu itu kian gencar beranggapan .


Karena sudah melakukan pendaftaran sejak awal, nama Alexa tidak perlu menunggu lama untuk dipanggil. Ketika melakukan pemeriksaan pun, tidak memakan banyak waktu.


"Kayak titik banget" komentar Alexander saat menatap selembar foto bernuansa monokrom hasil USG kembarannya yang ia angkat tinggi-tinggi. "Ini calon manusia, 'kan?" gumamnya, bertanya-tanya.


Masih tidak percaya jika titik kecil pada gambar tersebut adalah bakal calon anak manusia. Lebih tepat, calon keponakannya.


"Lo nggak dengar penjelasan dokter?" sahut lelaki yang berdiri cool di sampingnya.


"Denger. Ini foto bayi Lexa, calon keponakan kita," sahut pemilik julukan burung api tersebut. Ia masih takjub, bukan tidak percaya tanpa alasan.


Alexa memang benar sedang hamil. Usia kehamilannya sudah masuk Minggu ke-lima. Jika dihitung dari kapan Alexa menghabiskan malam bersama lelaki asing itu, mata usia kehamilannya terlalu jauh. Namun, usia kehamilan bukan dihitung berdasarkan kapan melakukan hubungan badan, melainkan dihitung berdasarkan HPHT atau hari pertama haid terakhir.


Menurut dokter. Devika Yuldharia, kehamilan terjadi saat sel telur berhasil dibuahi sel sp*rma. Sel telur akan dilepaskan wanita saat ovulasi di masa subur. Sedangkan sel sp*rma setelah masuk ke dalam tubuh wanita akan bertahan sampai 7 hari. Jadi kesimpulannya, peristiwa tersebut dapat dikatakan normal terjadi.


Kehamilan dapat terjadi sekalipun hanya satu kali berhubungan badan, dengan catatan dilakukan saat mas subur, sehingga sel sp*rma bisa langsung bertemu dengan sel telur dan terjadilah pembuahan. Kemungkinan besarnya, saat Alexa tidur dengan lelaki asing, Alexa sedang berada dalam masa subur. Alhasil peluang terjadinya kehamilan semakin besar.


Lantas bagaimana reaksi Alexa ketika mendengar pemaparan dokter tentang kehamilannya? ambigu. Di satu sisi ia merasa senang karena akan segera menjadi seorang ibu, anugerah yang dimimpikan oleh setiap perempuan. Di sisi lain, Alexa merasa marah, sedih, kecewa, juga takut. Ia hamil di usia muda. Ditambah lagi kondisi ekonominya saat ini sedang mengalami krisis. Hidupnya terlalu banyak problem untuk disambangi si kecil yang tidak tahu apa-apa.


"Kenapa? ada yang sakit?" tanya Alexander. Sejak tadi Alexa hanya diam saja. Bahkan ketika berada di dalam poli kandungan, Alexa juga hanya bicara secukupnya. "Lo ....masih nggak bisa nerima dia?" tebak Alexander. "Atas dasar apa lagi lo nggak bisa terima dia?"

__ADS_1


"Kamu nggak mengerti," respon Alexa.


"Apa yang enggak gue ngerti? selama ini gue coba ngertiin lo, sekalipun lo nggak menyambut niat baik gue."


"Aku...."


"Lo boleh nggak terima dia, tapi jangan pernah berpikir buat gugurin kandungan lo. Jaga dia baik-baik sampai lahir ke dunia. Setelah itu, biar gue yang rawat dan besarin."


Alexa bergeming mendengarnya. Ia bukan tidak menerima kehamilannya. Ia hanya masih butuh beradaptasi. Bagaimana pun juga kehamilan ini membuat kesehatan mentalnya semakin terguncang. Pada kondisi seperti ini, rawan sekali terjadi baby blues, serta kondisi lain yang berkaitan dengan kejiwaan.


"Gimana sama .... sekolah aku?" lirih Alexa tiba-tiba.


Alexander bergeming. Semakin hari, perut kembarannya akan semakin buncit. Itu tidak dapat dipungkiri. "Kita udah kelas dua belas, semester akhir. Dua bulan lagi ujian Nasional. Seharusnya, kehamilan lo masih bisa ditutupi."


"Terus gimana sama universitas incaran aku di luar negeri?" tanya Alexa lagi. Ketika teringat akan kondisi keluarga serta keuangannya, ia langsung meralat. "Ah, sepertinya aku nggak akan bisa masuk universitas karena kehamilan ini."


Alexa tersenyum sedih mendengar masukan dari sang kembaran. Lenyap sudah gambaran masuk universitas-universitas favorit di dunia. Ia tidak akan punya kesempatan untuk kedua kalinya, jika kali ini disia-siakan.


"Kuliah bisa kapan aja," ujar Arga yang sejak tadi diam saja. "Lo bisa mulai semuanya dari awal, kalau bayi itu udah lahir."


Alexa masih terdiam. Kedua matanya mulai memerah. Ada banyak rasa yang meletup di rongga dada, membutnya kepayahan sendiri. Senang, sedih, kesal, marah, kecewa, semua itu bercampur aduk menjadi satu.


"Gue tahu ini nggak adil buat, lo. Tapi, untuk saat ini cuma itu yang bisa lo pertimbangkan."

__ADS_1


"Aku cuma ....masih belum bisa menerima semua ini."


"Gue tahu. Gue paham." Alexander memegang kedua bahu kembarannya. "Tapi, tolong. Kali ini aja lo harus bisa berpikir secara rasional. Lo diberi kepercayaan sama Tuhan untuk menjadi seorang ibu. Udah seharusnya lo menjaga kepercayaan itu."


"Tapi, aku takut," lirih Alexa. Ada banyak hal yang ia takutkan dengan kondisinya yang sudah berbadan dua.


"Apa lagi yang lo takuti? ada gue. Ada Kak Arga. Kita akan jaga lo sama dia, bersama-sama."


Alexa mengangguk seraya terisak kecil. Ia takut, ketakutan itu murni datang dari hati kecilnya. Pada momen dimana ia akan menjadi seorang ibu, kejiwaannya masih belum sembuh pasca dihantam berbagai kenyataan pahit. Ia hanya takut berbuat gegabah dan berakibat fatal bagi bayinya.


"Lo tenang aja. Gue juga bakal pastiin kalau cowok brengs*k itu akan segera berlutut dan minta maaf di hadapan lo."


"..."


"Itu janji gue. Cowok itu nggak akan bisa lari kemana-mana, setelah merusak masa depan kembaran gue," pungkas Alexander.


Alexa kian tergugu mendengar keseriusan kembarannya. Sedangkan Arga, masih menatap interaksi sepasang anak kembar itu dengan pandangan gamang. Ia juga tahu jika Alexa tidak baik-baik saja. Ditambah lagi fakta jika ia sedang mengandung, pasti menambah beban pikirannya. Oleh karena itu, hati kecilnya sendiri juga ikut berjanji, ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencari lelaki brengs*k yang telah menodai adik tirinya hingga hamil.


🫐🫐


TBC


Semoga suka 🖤

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, share, tabur bunga sekebon dan tonton iklan sampai selesai 😘


Tanggerang 29-12-22


__ADS_2