
Dampak signifikan dirasakan oleh pemangku marga Natadisastra di belakang namanya. Semenjak satu per satu kasus Utama Natadisastra muncul ke permukaan, semua pihak mulai dicurigai. Baik Utama maupun Sussanne menjadi trending topik yang viral di berbagai situs online.
Dulu keduanya didapuk sebagai pasangan romantis, harmonis, dan dianggap sebagai wujud nyata dari cinta sejati. Namun, sekarang semua pihak berbalik arah. Menyudutkan mereka berdua yang ternyata punya banyak catatan kriminal sampai bisa hidup berumah tangga.
Masalah yang mengatasnamakan Utama dan Sussanne tak pelak membawa serta anak-anak mereka pada giringan opini negatif publik. Mungkin jika Arga dan Alexander tidak terlalu terkenal dampak atau imbas, mengingat mereka sudah keluar sejak lama dari kediaman Natadisastra. Namun, Alexa? gadis itu merasa dampak yang begitu besar.
Saking carut-marutnya hidup Alexa setelah orang tuanya digelandang ke kantor polisi, ia sampai lupa pada peristiwa tragis yang terjadi sehari sebelum kembarannya dihajar habis-habisan oleh Hydra. Alexa sudah kehilangan kegadisannya.
Malam ketika ia menghabiskan waktu untuk party di club night, ia sempat lost control setelah menenggak alkohol dengan kadar rendah. Namun, ia tidak tahu kenapa bisa sampai lost control dan berakhir bersama lelaki asing di sebuah unit apartemen. Lelaki itu juga tidak menjelaskan apa-apa, selain mereka mabuk dan telah menghabiskan satu malam bersama.
Setelah Alexa berhasil keluar dari apartemen lelaki itu, lebih tepatnya kabur, ia tidak memikirkan apapun selain menemui teman-temannya yang pasti khawatir. Ternyata setelah bertemu mereka, ia mah mendapatkan informasi soal peristiwa tragis yang menimpa kembarannya.
"Laki-laki itu pasti use protection," lirih Alexa seraya membelai perutnya tanpa sadar.
Lelaki itu sudah dewasa dan pasti cukup tahu gunanya protection. Alexa tidak perlu khawatir berlebihan, karena pasti tidak akan terjadi apa-apa setelah ia melupakan peristiwa tersebut. Sekarang yang harus ia pikirkan adalah bagaimana cara memperbaiki kehidupannya setelah orang tuanya dipenjara. Ia tidak mungkin terus-menerus membebani Alexander, sang kembaran.
Apalagi sekarang ia harus bisa beradaptasi dengan kesendirian. Seperti saat ini, dari sekian banyak siswa dan siswi yang makan di kantin, tidak ada satu pun yang mau satu meja dengannya. Padahal dulu mereka berebut ingin duduk dengan nya.
"Huft," lirihnya sebelum menikmati menu makan siangnya tanpa banyak kata.
Dari radius beberapa meter, tepatnya di ujung kantin, ada gerombolan anak-anak SPHINIX. Arga, Orion, Iki, Libra, serta anak-anak lainnya. Namun, dari mereka semua cuma Arga dan Orion yang sempat notice keberadaan Alexa yang terasing.
"Sekarang gue boleh dekati dia secara terbuka?" pernyataan itu dilontarkan Orion tanpa nama yang menjadi tujuan. Namun, ada satu orang yang langsung memberikan respon.
"Tugas lo udah berakhir. Lo bebas mau dekat dengan siapa pun." Arga berkata seraya membuka tutup soda kaleng pesannya.
Setelah mendengar jawaban sang leader, Orion beranjak dari kursi dan meninggalkan koloni. Ia tetap pergi walaupun panggilan dilontarkan Libra dan Iki berulangkali.
__ADS_1
Semua mata sempat terpaku pada sosok Orion yang tiba-tiba berjalan ke arah meja yang ditempati Alexa. Plot twist nya, laki-laki itu benar-benar mengambil posisi duduk di seberang tempat duduk Alexa.
"What are you doing here?" pertanyaan itu bak sambutan bagi Orion yang sudah duduk seraya melipat tangan di depan dada.
"Lo nggak lihat gue lagi duduk?"
"I see. Tapi, kenapa harus disini?" tanya Alexa kebingungan. Ia hampir saja tersedak spaghetti *a*glio Olio yang sedang ia nikmati.
"Gue maunya di sini."
Kening Alexa bertaut mendengar ucapan lawan bicaranya. "Kamu kenapa sih? perasaan aku saja atau memang benar, kalau belakangan ini kamu care sama aku?"
"...."
Orion masih menatap lawan bicaranya lamat-lamat. Stalker? memang mengawasi gerak-gerik dari keseharian seseorang atas dasar perintah dari seseorang bisa dinamakan sebagai stalker?
Orion hanya menjalankan tugasnya dengan baik selama ini. Mengawasi setiap gerak-gerik Alexandria Natadisastra yang berharga. Orion hanya kelewat menikmati tugasnya, sehingga ia tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Orion sudah mengamati Alexa semenjak beberapa tahun lalu, sesuai perintah Arga dengan tujuan jaga-jaga.
"Mendingan kamu pergi, join lagi sama Arga dan yang lain. Aku lebih baik sendiri," usir Alexa
"Gue udah terlanjur duduk di sini," jawab Orion seadanya. "Nemenin lo."
"Kamu...." belum sempat Alexa menyelesaikan kalimatnya, getaran tiba-tiba terdengar dari handphone miliknya. Ada nama Alexander tertera di layar monitor.
"Halo," sapa Alexa untuk pertama kalinya.
"Share lock," sahut suara di seberang sana. Alih-alih menjawab sapaan yang Alexa lontarkan.
__ADS_1
"Memangnya ada apa? Sekarang aku lagi makan di canteen."
"Makan sama siapa?"
"Sendirian," kilah Alexa. Tidak sepenuhnya salah sih. Namun, diam-diam ia melirik Orion yang masih menatapnya. "Memangnya kenapa? tumben kamu banyak tanya?"
"Gue dapet kabar kalau sekarang lo dijauhi sama kawanan lo?"
Alexa tersenyum mendengarnya. "Iya. Itu benar. Tapi, bukan masalah."
"Satu lagi."
"Apa?"
"Bilang sama cowok di depan lo, kalau mau deketin Adik orang izin dulu sama Kakaknya."
Alexa langsung terdiam mendengarnya ucapan sang kembaran di seberang sana. Isi kepalanya langsung loading. Namun, ternyata ada kembarannya itu belum habis membuat isi kepalanya bubar jalan.
"Kalau udah izin sama Kakaknya, jangan lupa sama kembarannya."
🫐🫐
TBC
Semoga 🖤
Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, share, tabur bunga sekebon dan tonton iklan sampai selesai 😘
Tanggerang 26-12-22
__ADS_1