WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
bab tambahan


__ADS_3

Hari pertama setelah pernikahan Daffa dan Asyifa. Mereka sudah melewati malam pertama mereka bersama.


Daffa terbangun dari tidurnya, ditatapnya lekat wajah Asyifa yang masih tertidur pulas di sampingnya.


Ini seperti mimpi tapi nyata, batin Daffa


Daffa memegang wajah Asyifa dengan lembut, Daffa juga memegang rambut Asyifa yang terurai tidak teratur, diciumnya pelan kening Asyifa yang masih tidur.


Asyifa mengeliat lalu perlahan membuka mata, Asyifa kaget dengan mata terbelalak saat melihat Daffa menatapnya sambil tersenyum.


"Daffa ngapain di sini," ucap Asyifa yang langsung bangkit masih dalam keadaan kaget.


Daffa menaikkan alisnya, "Apa kamu lupa ingatan?" tanya Daffa


Asyifa baru sadar dan langsung mengingat kejadian semalam.


Asyifa langsung terlihat malu.


"Cepat mandi, lalu kita sholat subuh," ucap Daffa


Asyifa masih terdiam karna mengingat kejadian semalam saat Daffa pertama kali menyentuhnya di tempat tidur.


Daffa memegang pundak Asyifa membuat Asyifa kaget.


Asyifa langsung tersenyum dan memeluk Daffa dengan erat hingga Daffa terbaring lagi ke tempat tidur, Asyifa bangkit dan jadi salah tingkah.


"Apa ini mimpi?" tanya Asyifa


Daffa bangkit juga lalu mencubit pipi kiri Asyifa.

__ADS_1


"Ah... sakit," ucap Asyifa


"Kalau sakit berarti bukan mimpi, cepat bangkit mandi, apa mau dimandikan juga?" tanya Daffa


"Gak, gak, mandi sendiri saja," ucap Asyifa lalu langsung berdiri cari handuk


Daffa tersenyum ke arah Asyifa.


Asyifa masih terlihat malu lalu masuk ke kamar mandi.


Asyifa menutup pintu lalu menyandar di pintu kamar mandi.


Asyifa memegang dadanya, jantungnya berdetak cepat.


Ya Allah akhirnya Syifa bisa jadi istrinya Daffa, rasanya ini seperti mimpi batin Asyifa


Asyifa langsung mandi membersihkan diri.


Setelah keduanya selesai mandi, Daffa dan Asyifa sholat subuh bersama.


Daffa menjadi imam sedangkan Asyifa jadi makmumnya.


Setelah sholat Asyifa mencium tangan Daffa, sedangkan Daffa langsung mencium kening Asyifa.


Mereka bangkit setelah melipat perlengkapan sholat.


Asyifa memakai jilbabnya, lalu Daffa memegang tangan Asyifa mengajaknya keluar dari kamar.


Mereka berjalan keluar kamar sambil berpegangan tangan.

__ADS_1


"Sekarang kita cuma tinggal berdua, jauh dari Ummi dan Abi." ucap Daffa sambil menunjuk dapur


Asyifa tersenyum bingung karna selama ini Ia hidup mewah bersama Mama Denada, dan saat bersama Ummi Annisa, Ia juga gak pernah memasak, paling bantu sedikit.


"Kenapa?" tanya Daffa


"Apa selama aku pergi, kamu gak belajar memasak?" tanya Daffa


Asyifa mengangguk, "Maaf," ucap Asyifa


Daffa tersenyum lalu mengusap kepala Asyifa yang tertutup jilbab.


Daffa langsung menarik Asyifa mendekati meja dapur, Daffa membuka kulkas, terlihat kulkas penuh dengan perlengkapan dapur.


"Rasanya malu banget karna Oma menyiapkan segalanya untuk kita, rumah di dekat tempat mengajar, terus kendaraan disediakan, hingga perlengkapan dapur juga diurus," ucap Daffa


"Ini hadiah dari Oma, kalau gak diterima maka dia akan kecewa," kata Asyifa


"Tapi hal seperti ini seharusnya aku yang melakukannya," kata Daffa


"Sudahlah jangan merasa gak enak seperti itu," kata Asyifa


Daffa tersenyum lalu langsung mengeluarkan beberapa bahan untuk dimasak.


Asyifa melihat Daffa mulai memotong sayur dengan lihai.


Daffa juga memasukkan beras ke dalam penanak nasi.


Asyifa hanya duduk menunggu sambil melihat Daffa memasak dengan serius.

__ADS_1


__ADS_2