
Daffa dan Asyifa makan bersama.
"Ini rasanya hampir sama kayak masakan Ummi," ucap Asyifa yang lagi makan.
"Kalau lagi mengunyah jangan bicara dulu," ucap Daffa
"Dari kecil aku tinggal sama Ummi jadi sering melihat Ummi masak," kata Daffa
"Ya sudah nanti aku yang akan masak, minta ajari sama Ummi lewat telpon," kata Asyifa penuh senyuman sambil kembali mengunyah makanan.
Daffa juga ikut tersenyum.
Begini nih resikonya punya istri yang manja, tapi lucu juga sih batin Daffa
Daffa masih tersenyum menatap Asyifa yang lagi makan.
"Daffa kok liatin terus sih," ucap Asyifa
"Sudah halal, sah-sah aja kan liatin lama-lama," kata Daffa
Daffa mencubit pipi Asyifa.
"Dulu pengen lihat tapi gak boleh jadi sekarang sudah boleh mau muasin lihat wajah cantiknya istriku," kata Daffa
"Pasti di sekolah suka liatin murid-murid cantik ya?" tanya Asyifa mulai cemberut.
"Gak kok, dari pertama mengajar saja gak pernah menatap murid perempuan, apalagi sekarang mau ngapain liatin perempuan lain toh di rumah jauh lebih cantik," kata Daffa
Asyifa menatap Daffa sangat lama.
"Hai!" ucap Asyifa sambil mengulurkan tangan.
Daffa menerima uluran tangan Asyifa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Gue Asyifa," kata Syifa
"Saya tau kok, perempuan tercantik di kelas ini kan?" ucap Daffa
Asyifa tersenyum begitu juga Daffa.
"Itu yang mau aku katakan dulu, tapi gak boleh," kata Daffa yang langsung menarik tangannya lagi.
Tiada hentinya mereka saling menatap.
"Cepat habiskan makannya, hari ini Abi dan Ummi akan pulang, kita harus mengantar mereka ke bandara," kata Daffa
"Ah iya," Asyifa langsung memakan makanannya.
*
Asyifa dan Daffa masuk ke mobil, Daffa memakaikan sabuk pengaman untuk Asyifa.
"Kita langsung ke bandara karna mereka juga sudah menuju ke sana," ucap Daffa
Asyifa mengangguk.
Mulai sekarang orang di sampingku ini yang jadi imam bukan lagi Abi, batin Asyifa
Beberapa waktu kemudian mereka sampai di bandara.
Daffa dan Asyifa turun dari mobil, Daffa menggenggam tangan Asyifa saat masuk ke bandara.
Saat mereka berjalan masuk, Ummi dan Abinya melihat ke arah mereka.
Ummi mulai menitikkan air mata melihat Asyifa sudah memakai cadar.
Mereka berjalan semakin dekat, Ummi Annisa langsung memeluk keduanya.
__ADS_1
"Kami harus segera naik pesawat, jaga Syifa," ucap Annisa pada Daffa
"Iya pasti," kata Daffa
Ummi Annisa melepaskan pelukannya, giliran Reyhan yang memeluk keduanya.
"Kalau ada apa-apa langsung hubungi Abi," kata Reyhan
Asyifa dan Daffa mengangguk.
Mereka langsung memeluk Mahardika dan Arkananta,
Asyifa memeluk Ummi nya lagi.
"Harus ingat ya, istri yang gak bisa masak gak akan membuat suaminya masuk neraka tapi istri yang membuka aurat yang akan menarik suaminya ke neraka," ucap Annisa
"Syifa ingat kok apa yang Ummi katakan, Syifa akan berusaha jadi istri yang baik untuk Daffa," kata Asyifa
"Panggil Mas Daffa," ucap Annisa masih dengan suara pelan
Asyifa mengangguk.
"Ummi harus selalu mengaktifkan ponsel biar Syifa bisa belajar masak," ucap Asyifa
"Iya, ya sudah Ummi pulang dulu, jaga diri baik-baik," kata Annisa
Mereka melepaskan pelukan mereka.
Asyifa dan Daffa melambaikan tangan pada keluarganya.
Annisa mengusap pelan air matanya.
Reyhan menatap ke arah Annisa yang berusaha menyembunyikan air matanya.
__ADS_1
"Syifa sudah besar pasti bisa jaga diri, ditambah sekarang ada Daffa dan juga orang tua kita di sini maka dia akan aman," kata Reyhan
Annisa mengangguk lalu berbalik sebentar melihat Asyifa dan Daffa yang masih terus menatap kepergian mereka.