
Hari pertama tanpa melihatnya batin Asyifa saat melihat bangku kosong di meja makan.
Asyifa duduk lalu tersenyum pada semuanya.
"Ummi hari ini Syifa naik bis saja," ucap Asyifa
"Kenapa?" tanya Annisa
"Pengen aja naik bis," Asyifa langsung mulai sarapan.
Annisa mengangguk.
*
*
Asyifa sudah berada di dalam bis dan duduk di pojok, Ia melihat bangku yang pernah diduduki Daffa.
Asyifa langsung mengingat saat pertama kali naik bis bareng Daffa, mereka duduk terpisah tanpa bicara sedikitpun, Daffa melihat kepala Asyifa yang tertutup jilbab, Asyifa menoleh ke belakang, Daffa kaget dan buru-buru menunduk.
Asyifa kembali melihat ke depan sambil tersenyum.
Kembali kesekarang mata Asyifa mulai berkaca-kaca saat mengingat itu semua.
Di tempat lain Daffa juga baru berangkat ke sekolah barunya.
Sekolah yang baru, teman yang baru batinnya
Daffa masuk ke sekolah dan melihat semua perempuan yang bersekolah di sana memakai jilbab.
Mungkin di sini lebih nyaman batin Daffa
__ADS_1
Daffa melapor ke ruang guru, terlihat baru 2 orang guru yang datang.
"Assalamu 'alaikum Pak," ucap Daffa
"Wa'alaikumussalam," jawab keduanya.
"Pak saya murid pindahan baru, kemarin Abi saya sudah menelpon kepala sekolah di sini, ini berkas saya Pak."
"Ah iya, kamu di kelas 11 IPA, ikut saya." ajak Pak Ahmad
Daffa mengangguk lalu mengikuti Pak Ahmad.
"Sebentar lagi kenaikan kelas, kenapa gak pindah setelah naik kelas saja," ucap Pak Ahmad
"Karna saya pindah rumah ke daerah sini jadi sekolah juga harus pindah," jawab Daffa
"Oh..." kata Pak Ahmad.
Di sekolah Asyifa, Asyifa masuk ke ruang kelas.
Asyifa memperhatikan bangku Daffa yang sudah kosong.
Asyifa melihat ke arah samping, Laras dan Kirana sedang ngobrol asyik dengan teman yang lain, Kirana melihat ke arah Asyifa.
Asyifa tersenyum tipis tapi Kirana mengacuhkannya.
Husna melihatnya dan langsung duduk di samping Asyifa.
"Mulai hari ini Husna duduk di sini sama Syifa," ucap Husna
Asyifa tersenyum ke arah Husna.
__ADS_1
Guru masuk, pelajaran pun dimulai.
Saat istirahat, Husna dan Syifa duduk di halaman sekolah, biasanya Daffa yang duduk di tempat itu.
Mereka berdua membaca buku, Husna menutup bukunya lalu menghadap ke arah Asyifa.
"Syifa dulu kan saat istirahat seperti ini Syifa pasti kumpul sama teman-teman di kantin, apa sekarang Syifa gak bosan duduk di sini?" tanya Husna
"Gak, kan ada Husna jadi gak bosan." Asyifa juga menutup bukunya.
"Oh ya Husna terima kasih sudah mau jadi teman Syifa, cuma Husna saat ini yang jadi teman dekat Syifa." Asyifa tersenyum menatap Husna.
"Dari dulu Husna gak pernah punya teman akrab, dan sekarang Husna bahagia banget bisa jadi teman akrabnya Syifa," ucap Husna bahagia.
"Dari waktu SMP Syifa sudah bersahabat sama Laras dan Kirana, tapi sekarang perlahan mereka menjauh, mungkin karna Syifa gak pernah nongkrong-nongkrong lagi seperti dulu," cerita Asyifa
Husna memegang tangan Asyifa.
"Husna gak akan seperti mereka kok, seperti apapun nantinya Syifa, Husna pasti selalu jadi temannya Syifa, bila perlu kita kuliah di tempat yang sama."
Asyifa tersenyum mendengarnya.
*
*
Hari berganti hari, Asyifa dan Daffa sudah terbiasa terpisah jarak.
Asyifa membaca buku di dekat pohon sekolah, di tempat lain Daffa juga sedang membaca buku.
Saat di rumah Asyifa sibuk membantu Annisa, di tempat lain Daffa juga membantu Neneknya memasak.
__ADS_1