
Hari berikutnya, Reyhan sedang membaca Al-Quran di samping Annisa yang masih belum sadar.
Sesekali Reyhan menatap ke arah wajah Annisa yang sangat pucat.
Reyhan melanjutkan membaca Al-Quran, air matanya mulai menetes, tapi Ia terus lanjut membaca.
Setelah selesai 1 lembar, Reyhan menutup Al-Quran. Reyhan berdiri dan langsung menyimpannya.
Reyhan mendekati Annisa dan langsung mengecup keningnya.
Reyhan memegang wajah Annisa dengan lembut.
"Abi keluar sebentar" ucapnya sambil mencoba tersenyum.
Reyhan berjalan keluar lalu menutup pintu.
Reyhan duduk di luar sambil menunduk, tangan kanannya memegang keningnya.
Semoga Syifa baik-baik saja batinnya
Reyhan berdiri lalu berjalan perlahan menuju ruangan bayinya.
Reyhan melihat dari kaca kedua bayinya yang sedang tertidur.
Bu Aisyah yang baru datang langsung mendekati Reyhan, Reyhan melihatnya dan langsung mencium tangan mertuanya.
"Ibu bawakan makanan untuk kamu," ucap Bu Aisyah
"Terima kasih Bu, nanti Reyhan makan" ucap Reyhan
"Ibu akan tetap di sini jadi besok kamu kerja saja, Ibu akan jaga Annisa" ucap Bu Aisyah
__ADS_1
"Iya Bu," kata Reyhan
Reyhan kembali menatap kedua putranya dengan sedih.
"Rasanya benar-benar gak siap jika harus kehilangan Annisa" ucap Reyhan
Bu Aisyah menatap sedih ke arah menantunya tanpa berkata-kata.
Bu Aisyah langsung pergi ke kamar rawat Annisa.
Reyhan duduk di luar ruangan sambil menunduk.
Reyhan mengingat kenangan saat pertama kali mereka bertemu di bandara, saat Annisa jalan menabraknya lalu mereka sama-sama mundur.
Reyhan juga mengingat saat Annisa dituduh mencuri di mall Papanya.
Air matanya menetes sedikit demi sedikit, walau sudah diseka tapi air matanya terus menetes.
Reyhan pergi ke kamar rawat Annisa dan langsung memakan makanan yang dibawa Ibu mertuanya.
Bu Aisyah melihat ke arah Reyhan yang makan dengan mata berkaca-kaca.
Air matanya menetes lagi saat makanan yang dibawa Ibunya punya rasa yang sama seperti masakan Annisa.
~~~~~
Sebulan berlalu, Reyhan menunggu Dokter memeriksa Annisa.
Dokter melihat ke arah Reyhan dan langsung memegang pundaknya.
"Semakin hari keadaannya semakin memburuk, tidak ada sedikitpun tanda akan sadar" ucap Dokter
__ADS_1
Reyhan hanya diam menatap ke arah Annisa.
Dokter pun pamit pergi.
Reyhan duduk di samping Annisa sambil memegang tangan Annisa yang semakin pucat.
Reyhan membuka laci meja, dan langsung membuka album foto.
Reyhan menatap foto pernikahan mereka.
Terlintas dipikirannya tentang dulu saat Ia melamar Annisa dan melihat wajah Annisa untuk pertama kali, Ia juga mengingat saat Annisa berjalan masuk waktu akad nikah.
Dibelainya wajah Syifa dan Annisa di foto tersebut.
Kalau memang saat ini kita harus berpisah untuk selamanya, Abi akan mencoba ikhlas, karna mungkin Allah lebih sayang sama Ummi, dan juga untuk Syifa semoga hidupnya bahagia walau gak bersama Abi lagi batin Reyhan
Reyhan menutup album fotonya dan langsung menyimpannya kembali di laci meja.
Jika kita dipisahkan oleh maut, semoga kita dipertemukan kembali di SurgaNya batin Reyhan
Reyhan mencium wajah Annisa sebelum beranjak ke luar ruangan.
Saat Reyhan berjalan keluar, terlihat Ibu dan Mamanya yang baru datang.
Reyhan langsung mencium tangan keduanya.
"Kau sudah mau berangkat kerja?" tanya Janeta
Reyhan mengangguk.
"Kalau ada apa-apa cepat telpon" ucap Reyhan
__ADS_1
"Ya baiklah, hati-hati di jalan " ucap Mamanya
Reyhan mengangguk dan langsung pergi.