
Asyifa pulang ke rumah, terlihat suasana rumahnya sangat sepi, Dinda juga belum pulang.
Pembantunya mengambil tas Asyifa.
"Mau mandi dulu atau langsung makan?" tanya Bik Lina pembantunya.
"Makan," ucap Asyifa
Pembantunya langsung pergi ke meja makan, mengambilkan Asyifa nasi dan juga lauk.
Asyifa duduk dan langsung mulai makan tanpa baca do'a.
Asyifa juga tidak menghabiskan makanannya dan langsung berjalan masuk ke kamarnya.
Berbeda dengan di rumah Reyhan, setelah sholat Dzuhur, Reyhan dan keluarganya sudah kumpul di meja makan. Mereka makan dengan bahagia walau seadanya.
Mbak Ratih juga makan bersama mereka.
"Daffa mau tambah sayurnya?" tanya Annisa
"Gak Ummi, nanti kalau mau nambah biar Daffa ambil sendiri" ucap Daffa
Setelah makan, Mbak Ratih membantu membereskan semuanya.
"Oh ya Bu Nisa, ada yang mau saya katakan" ucap Mbak Ratih
"Apa Mbak?" tanya Annisa
"Suami saya mau cari kerja di sini, kira-kira Pak Reyhan bisa carikan gak?" tanya Mbak Ratih
"Oh itu nanti Nisa nanya Mas Reyhan, mungkin dekat-dekat sini ada pekerjaan yang cocok, kasian juga kalian harus tinggal terpisah" ucap Annisa
"Iya, rencananya saya ingin cari kontrakan dekat sini biar bisa tinggal sama suami saya" ucap Mbak Ratih
__ADS_1
"Ya sudah nanti Nisa tanyain, sekalian nanya tentang kontrakan juga" ucap Annisa
"Terima kasih Buk" ucap Mbak Ratih
Annisa berjalan ke depan, terlihat Daffa sedang membaca buku, Arka dan Dika main bola di halaman rumah, sedangkan Reyhan sudah bersiap untuk berangkat kerja lagi.
"Abi, ada gak ya kira-kira pekerjaan untuk suami Mbak Ratih di dekat sini" ucap Annisa
"Memangnya kenapa?" tanya Reyhan
"Ini Bi kasian kan Mbak Ratih harus tinggal terpisah sama suaminya, setelah kita pindah rumah dulu dia jadi jarang ketemu suaminya, kita sudah 3 kali pindah dan sekarang kita sudah tetap di sini jadi Mbak Ratih mau tinggal di kontrakan bareng suaminya," ucap Annisa
"Ya sudah nanti Abi urus, bilang sama Mbak Ratih suruh saja suaminya ke sini, kontrakan dekat sini ada kok" ucap Reyhan
"Terima kasih Bi," ucap Annisa senang
Reyhan tersenyum lalu mencium kening Annisa.
"Abi berangkat dulu," ucap Reyhan
Daffa melihat ke arah mereka sambil tersenyum.
Beberapa hari berlalu
"Daffa, Ummi mau belanja, mau ikut gak?" tanya Annisa
"Ah iya Ummi, sekalian Daffa mau cari cat air untuk lukisan di sekolah" ucap Daffa
"Iya Arka dan Dika juga minta belikan cat air," ucap Annisa
Mereka berangkat untuk belanja.
__ADS_1
Arka, Dika dan Daffa memilih-milih cat air.
Annisa berjalan mencarikan mereka beberapa buku.
Asyifa yang juga berada di toko yang sama melihat ke arah Daffa.
Asyifa berjalan ke arah Daffa tapi terhenti saat melihat Ibunya Daffa mendekati Daffa.
"Daffa ini bukunya mau berapa?" tanya Annisa saat menunjukkan buku pilihannya.
Asyifa menatap ke arah Annisa.
Suaranya mirip sama Ummi batin Asyifa
Daffa melihat ke arah Asyifa.
Annisa juga melihatnya tapi karna sekarang Syifa sudah besar, Annisa tidak mengenalinya.
Asyifa hanya tersenyum dan langsung berjalan pergi.
Daffa hanya menunduk.
"Daffa kenal gadis tadi?" tanya Annisa
"Iya, teman sekelas" ucap Daffa
"Daffa harus ingat pesan Abi dan Ummi," ucap Annisa yang khawatir Daffa pergaulannya tidak baik.
"Iya Ummi, Daffa gak pernah kok menyentuh atau menatap perempuan yang bukan mahram," ucap Daffa
Di kejauhan Asyifa masih terus melihat ke arah Annisa.
(jangan lupa tinggalkan jejak)
__ADS_1