
Annisa menuliskan alamat di kertas lalu memberikannya ke Sinta.
"Bu Annisa ingin melakukan proses bayi tabung ya?" tanya Sinta
"Ah kamu lihat ya? Iya saya mau mencoba proses bayi tabung" ucap Annisa
"Maaf ya, tadi gak sengaja melihat tulisan di komputer" ucap Sinta
"Gak apa-apa" ucap Annisa
"Ya sudah, saya pergi dulu ke kantor pengiriman" ucap Sinta
Annisa mengangguk
Setelah Sinta pergi, Annisa juga berjalan melihat Syifa bermain di sofa, Annisa juga melihat Mbak Ratih dan Tia menjahit.
Annisa duduk di samping Syifa.
"Besok saat Ummi dan Abi pergi, Syifa sama Mbak Ratih di sini ya" ucap Annisa
"Iya Ummi" kata Syifa menurut
Keesokan harinya, Annisa dan Reyhan datang lagi ke rumah sakit.
Mereka sudah mengobrol bersama Dokter Farah, Annisa langsung di periksa untuk tahapan awal.
Annisa dan Reyhan di ajari cara menyuntikkan obat yang harus dilakukan 1-4 kali sehari dalam seminggu.
Beberapa hari sekali mereka selalu datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin.
hingga tahapan demi tahapan sudah dilakukan dalam beberapa waktu ini.
Tiba hari dimana embrio akan di masukkan ke rahim.
__ADS_1
Semua pun sudah dilakukan dengan lancar.
Reyhan sedang bicara bersama Dokter pria yang membantunya saat pemeriksaan.
"Kita tunggu 2 minggu lagi, karna biasanya kehamilan terjadi kurun waktu 2 minggu, bila tidak berhasil maka proses pemasukan embrio akan di ulang lagi" ucap Dokter
Reyhan langsung mengerti.
"Ingat kondisi fisik istri harus diperhatikan dalam proses bayi tabung, jadi jangan terlalu capek dan stres" ucap Dokter
"Iya Dok" kata Reyhan
Beberapa minggu kemudian.
Annisa dan Reyhan datang ke rumah sakit lagi untuk periksa.
Dokter Farah tersenyum karna proses bayi tabungnya berhasil padahal Dokter Farah awalnya gak yakin akan berhasil.
Reyhan tersenyum bahagia
Alhamdulillah ya Allah terima kasih batin Annisa
Annisa dan Reyhan pulang ke rumah dengan bahagia.
Di rumah
"Beberapa bulan ini kita sibuk mengurus proses bayi tabung hingga gak sempat bawa Syifa ke rumah Omanya" ucap Annisa
"Iya, besok kita pergi ke sana sekalian memberitahukan tentang ini" ucap Reyhan
"O ya Bi, ternyata biayanya cukup besar ya, dari mulai awal pemeriksaan hingga sekarang, pasti uang kantor semakin menipis" ucap Annisa gak enak
__ADS_1
"Gak apa, kan uang bisa dicari lagi" kata Reyhan sambil mengusap kepala Annisa yang tertutup jilbab.
"Semoga sehat terus ya" ucap Reyhan
Annisa mengangguk.
Malam hari Annisa sedang mengajari Syifa mengaji.
"Besok sudah masuk Iqro 5, jadi hari ini sampai di sini saja ya" ucap Annisa
"Iya Ummi" ucap Syifa.
Annisa membantu membuka mukena Syifa.
"Nanti saat Syifa dewasa, Syifa ingin pandai mengaji seperti Ummi." ucap Syifa
"Kalau mau pandai mengaji harus rajin belajar setiap hari" kata Annisa
"Sekarang umur 6 tahun lebih sudah Iqro 5 saja sudah sangat luar biasa" ucap Annisa sambil membelai rambut Syifa
"Sekarang Syifa duduk sama Abi dulu, Ummi mengaji sebentar" tambah Annisa
"Iya Ummi" ucap Syifa lalu bangkit dari duduknya dan keluar perlahan dari kamar sholat.
Syifa berjalan mendekati Abinya.
"Sudah selesai sayang?" tanya Reyhan
Syifa mengangguk.
Annisa mengaji terdengar oleh Reyhan dan Syifa.
Mereka tersenyum mendengarnya.
"Saat Syifa besar nanti suara Syifa juga pasti akan seperti Ummi" ucap Reyhan.
__ADS_1