WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
55


__ADS_3

Seminggu kemudian, Reyhan dan Annisa datang ke kantor polisi.


Annisa menoleh ke arah Reyhan, Reyhan menggenggam tangannya dan langsung tersenyum.


"Gak apa-apa, tenang saja" ucap Reyhan


Mereka masuk ke kantor polisi dan memberikan keterangan kepada polisi tentang kejadian waktu itu.


Tidak berapa lama mereka keluar.


Reyhan ingin mengangkat Annisa ke dalam mobil.


"Gak usah, ini sudah bisa jalan kok gak terlalu sakit lagi jadi pegangin saja" ucap Annisa


"Ya baiklah, ayo masuk" ucap Reyhan sambil memegang Annisa masuk ke mobil


Reyhan menyimpan kursi rodanya di belakang lalu langsung masuk juga ke mobil.


"Langsung jemput Syifa ya" ucap Annisa


Reyhan mengangguk lalu melaju menuju sekolah Syifa.


Syifa sedang bermain di ayunan, saat melihat Reyhan datang, Syifa langsung berlari ke arah Reyhan.


"Langsung pulang ya, Umi sudah nunggu di mobil " ucap Reyhan


Syifa mengangguk dan berlari keluar pagar menuju mobil mereka.

__ADS_1


"Ummi" panggilnya


Annisa membuka kaca mobil


"Cepat masuk" ucap Annisa


"Iya" kata Syifa


Reyhan mengangkat Syifa masuk.


"Ummi tadi di sekolah Syifa sakit perut" ucap Syifa


"Terus sekarang masih gak?" tanya Annisa khawatir


"Gak lagi, tadi Bu Guru tusuk ujung jari Syifa dengan jarum" ucap Syifa


"Syifa lupa, tapi sakit perutnya gak parah kok," ucap Syifa


"Lain kali gak boleh sembarangan makan lagi, kalau mau makan apa-apa tanya Ummi atau Abi dulu, mengerti?" ucap Annisa


"Iya Ummi" kata Syifa


"Kami akan khawatir lo kalau Syifa sampai masuk rumah sakit lagi karna sakit perut" ucap Reyhan


"Gak lagi kok" kata Syifa


Mereka melaju pulang, setelah mengantar Annisa dan Syifa, Reyhan buru-buru pergi kerja.

__ADS_1


Bu Aisyah membantu Annisa masuk ke rumah.


Di dalam


"Ibu masak dulu ya sama Mbak Ratih" ucap Bu Aisyah


"Bu, biar Nisa saja yang masak, tangan Nisa gak terlalu sakit lagi kok" ucap Annisa


"Gak usah, Nisa istirahat saja, nanti gak sembuh-sembuh" kata Bu Aisyah


"Mas Reyhan beberapa hari ini makannya sedikit, bukan karna masakan gak enak tapi karna dia sudah terbiasa makan masakan Nisa, waktu itu dia pernah bilang kalau kami punya pembantu, lembantu bisa mengerjakan semuanya kecuali masak" ucap Annisa


"Tapi dia mengerti kondisi Nisa" ucap Bu Aisyah


"Iya Bu, Mas Reyhan gak masalah yang masak siapa saat Nisa sakit, tapi Nisa gak bisa lihat Mas Reyhan makannya sedikit gak seperti biasa, jadi biar Nisa yang masak, Ibu bantu mengangkatnya nanti" ucap Annisa


"Baiklah" ucap Bu Aisyah tersenyum


Annisa dan Bu Aisyah langsung ke dapur, Annisa bangkit berdiri dan mulai mencuci sayur.


"Yakin bisa?" tanya Ibu nya saat melihat Annisa masih susah berdiri.


"Bisa Bu, tenang saja" ucap Annisa


Bu Aisyah mengambil daging dari kulkas.


"Kasian Mas Reyhan beberapa hari ini, seperti gak terurus, pasti kerjaannya di kantor juga menumpuk, walau cuma perusahaan kecil tapi karna baru-baru ini banyak klien pasti banyak kerjaannya yang tertunda karna Nisa sakit" ucap Annisa

__ADS_1


"Nisa, bagi Reyhan keluarganya lebih penting dari pekerjaannya, kesehatan Nisa sama Syifa jauh lebih penting dari apa pun, karna doa kalian juga perusahaan yang dibangunnya sekarang sedikit demi sedikit berkembang" ucap Bu Aisyah


__ADS_2