WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
27


__ADS_3

Reyhan mengambil tangan Annisa kembali, dan menggenggamnya dengan erat sambil menarik koper.


Annisa melihat ke arah tangannya sambil berjalan mengikuti Reyhan.


Rasa gugupnya semakin menjadi.


"Pa cepat buka pintunya," kata Syifa yang sudah di depan pintu


Reyhan melepaskan koper dan juga tangan Annisa, Ia mengambil kunci di saku celananya, lalu membuka pintu.


Syifa menarik Annisa masuk, Annisa menatap sekeliling rumah lalu melihat ke arah Reyhan yang juga baru masuk melepaskan koper.


"Kalian suka?" tanya Reyhan


Annisa dan Syifa mengangguk bersamaan.


"Rumahnya gak ada lantai atas seperti rumah Opa tapi ruangannya banyak, kamar khusus shalat kita juga ada, karena di sini jauh banget dari Masjid jadi Abi buat ruang khusus sholat," ucap Reyhan


"Gak apa gak seperti rumah Opa, Syifa juga gak suka ada lantai atas, takut jatuh dari tangga," kata Syifa


"Kamar Syifa yang mana?" tanya Syifa melihat kiri kanan tidak sabar ingin melihat kamar barunya.


"Memangnya Syifa gak mau tidur sama kami?" tanya Annisa


Syifa menggeleng


"Syifa sudah biasa tidur sendiri," ucap Syifa


Annisa terlihat kecewa mendengarnya


Reyhan hanya tersenyum melihat keduanya, tidak bisa dibayangkan jika Syifa tidur bersama mereka.


"Kamar Syifa yang itu," ucap Reyhan menunjuk kamar tirai warna merah muda.


Syifa berlari ke kamarnya, Reyhan dan Annisa mengikutinya dari belakang.


Syifa berbaring di tempat tidurnya langsung.


Tempat tidur ukuran sedang tapi muat untuk 3 orang dilapisi spray motif kupu-kupu.


"O ya Tante Nisa, sekarang Syifa manggil Tante dengan sebutan apa?" tanya Syifa polos

__ADS_1


"Ummi," jawab Annisa sambil melihat kearah Syifa yang berbaring nyaman di tempat tidur baru.


"Dan mulai hari ini panggil Papa dengan sebutan Abi," ucap Reyhan


Annisa melihat ke arah Reyhan karena kaget.


"Ya, Abi dan Ummi," kata Syifa senang.


"Syifa mandi dulu, pakaian Syifa sudah banyak di lemari, kemarin diberesin sama Oma," ucap Reyhan


"Ya sudah ayo Ummi mandikan," ajak Annisa yang sudah kembali menatap Syifa, dia mengangkat Syifa dari tempat tidur.


Reyhan berjalan keluar kamar dan menutup pintu kamar Syifa dengan pelan.


Ia melangkah masih sambil tersenyum bahagia.


Di kamar mandi


Annisa membantu Syifa menggosok badan dan memakaikan shampo di kepala Syifa, setelah bersih dia kembali membantu Syifa menggosok gigi.


Mereka keluar dari kamar mandi, dia membuka lemari dan memilihkan Syifa pakaian.


Setelah selesai berpakaian, Syifa terlihat mengantuk.


"Ya sudah tidurlah, nanti saat Magrib Ummi bangunin, tapi hanya kali ini saja ya tidur sore," kata Annisa


Syifa mengangguk lalu berbaring dan langsung memejamkan mata. Tidak menunggu lama, dia langsung tertidur pulas.


"Rambutnya masih basah sudah mau tidur," gumam Annisa pelan, dia mengusap rambut basah Syifa menggunakan handuk kecil.


Setelahnya dia berjalan keluar sambil menutup pintu pelan seperti yang dilakukan Reyhan, Ia melihat suaminya duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Padahal tadi Reyhan hanya melamun, setelah suara pintu terbuka, Ia langsung mengambil ponsel supaya tidak terlalu canggung.


"Mana Syifa?" tanya Reyhan saat melihat Annisa berdiri di depan pintu sendirian. Ia melepaskan ponselnya diatas meja.


"Syifa tidur, mungkin lelah," jawab Annisa


"Oh sudah tidur ya, tadinya mau ngajak kalian belanja keperluan dapur, kalau begitu biar pergi sendiri saja, Nisa jagain Syifa di sini," ucap Reyhan


Keperluan dapur memang belum disiapkan karena kepindahan ini mendadak, awalnya mereka ingin menginap semalam di rumah pak Harun tapi Reyhan berubah pikiran, dia tidak sabar ingin memperlihatkan rumah baru mereka.

__ADS_1


Annisa mengangguk


"Kamar kita yang ini, koper sudah di dalam," ucap Reyhan


Annisa mengangguk lagi.


"Oh ya satu lagi, rumah sebelah juga punya kita, siapa tau nanti kita punya pembantu, mereka bisa tinggal di sana biar Nisa nyaman," ucap Reyhan


"Iya." Annisa mengangguk lagi, dibalik cadarnya dia tersenyum mendengar suaminya banyak bicara padahal sebelum-belumnya sangat sulit untuk mendengarnya bicara.


"Pergi dulu, Assalamu 'alaikum." Reyhan pamit


"Wa'alaikumussalam, hati-hati," kata Annisa


Annisa menutup pintu setelah mengantar Reyhan keluar.


Dia masuk ke kamar dan langsung menuju kamar mandi, kamar mandinya cukup besar dan bersih.


Selesai mandi Annisa kembali memakai pakaian dan juga lengkap dengan jilbab dan cadarnya, Ia langsung membereskan pakaian di koper dan membuka lemari, terlihat pakaian Reyhan sudah tersusun rapi dan tergantung rapi.


Jantungnya degdegan saat melihat pakaian ini, akhirnya pakaian mereka akan bersebelahan.


Dia menyimpan pakaiannya di sebelah pakaian Reyhan.


Tidak berapa lama terdengar bunyi klakson mobil, dia buru-buru keluar dan melihat Reyhan keluar dari mobil, Reyhan mengeluarkan belanjaannya.


Dia langsung menyambutnya mengambil belanjaan itu.


"Banyak banget belanjanya?" ucap Annisa


"Karena gak tau apa yang Nisa suka jadi dibeli semua," kata Reyhan


Annisa menunduk tersenyum di balik cadarnya, kenapa suaminya jadi sepolos Syifa.


Melihat belanjaannya ini cukup untuk berapa hari kedepan.


Reyhan mengeluarkan beras dan beberapa barang lainnya dari mobil.


Annisa membantu membawa masuk barang yang tidak berat.


Mereka menyimpannya di dapur, Reyhan mengeluarkan barang-barang dari kantong plastik.

__ADS_1


Ia juga membuka berasnya untuk Annisa, Annisa langsung mengambilnya dan mencuci beras karena ini sudah sore jadi sudah waktunya memasak untuk makan malam.


__ADS_2